Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Obligasi AT1 Credit Suisse Menguap, Investor Dunia Panik

23/03/2023 Kedai RTISI

(Taiwan, ROC) --- Perusahaan perbankan investasi dan jasa keuangan yang didirikan dan berkantor pusat di Swiss, yakni UBS mengumumkan akan mengakuisisi Credit Suisse.

Pada saat yang sama, obligasi AT 1 milik Credit Suisse senilai CHF 16 miliar (setara dengan NT$ 527,5 miliar) akan dihapus. Apakah hal ini akan berdampak pada industri finansial di Taiwan?

Komisi Pengawas Keuangan (FSC) menyampaikan, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan adanya kepemilikan obligasi AT1 oleh 14 institusi perbankan utama dalam negeri.

Gejolak finansial yang belakangan ini mengejutkan komunitas dunia, ternyata telah membuat harga emas kembali mencetak rekor tertinggi dalam 11 bulan belakangan.

Sektor keuangan dunia tengah dikejutkan dengan krisis keuangan yang melanda Credit Suisse, mengingat Credit Suisse adalah salah satu perusahaan keuangan raksasa yang memiliki kantor cabang di banyak negara besar dunia.

Bank UBS akhirnya menggelontorkan dana penyelamatan sebesar CHF 3 miliar (setara dengan NT$ 97,9 miliar) untuk kemudian mengakuisisi Credit Suisse.

Guna meminimalisir dampak krisis yang ada, institusi pengawas keuangan Swiss mengumumkan bahwa nilai obligasi AT1 milik Credit Suisse dihapus. Hal ini jelas membuat banyak investor dunia ketar-ketir, apalagi total nilai dari obligasi AT1 mencapai angka yang sangat fantastis, yakni CHF 16 miliar (setara dengan NT$ 527,5 miliar).

Apakah pengumuman tersebut akan berdampak pada sektor keuangan Taiwan. FSC menyampaikan, kepemilikan obligasi AT1 di dalam negeri terbilang sangat minim. Apalagi 14 bank utama Taiwan yang melantai di pasar saham, diketahui tidak menanamkan investasi mereka di kertas obligasi AT1.

Peneliti Chung-Hua Institution Economic Research (CIER), Wang Li-rong (王儷容) mengatakan, “(Yang paling saya cemaskan) ini akan berkembang menjadi kekacauan finansial yang menakutkan, yakni bank tidak berani meminjam kredit mereka, dan tidak menyediakan bantuan di saat diperlukan. Kredit yang sebelumnya diberikan, takutnya akan ditagih sesegera mungkin. Ini akan berdampak pada perusahaan dan industri yang tidak tahu apa-apa. Namun, ada banyak orang yang ingin mengamankan uang mereka sendiri. Dan dalam satu malam menghilang sia-sia.”

Gejolak finansial yang belakangan ini mengejutkan komunitas dunia, ternyata telah membuat harga emas kembali mencetak rekor tertinggi dalam 11 bulan belakangan. Para investor harus memilih langkah terbaik untuk menyelamatkan aset mereka, agar tidak tergerus oleh rentetan kejadian insiden keuangan kali ini.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解