Pakar dan kelompok hak asasi hewan meminta adanya peningkatan pemantauan bagi satwa liar, menyusul terjadinya kematian seekor trenggiling langka di Distrik Longqi, Kota Tainan.
Menurut berita CNA, sebelumnya seorang seniman bambu lokal bernama Chen Lien-tung (陳連東) menemukan seekor trenggiling yang terluka pada 24 Oktober 2023. Ia kemudian menghubungi para ahli untuk membantunya merawat trenggiling tersebut.
Trenggiling tersebut kembali sehat dan dapat dilepaskan kembali ke alam liar pada 30 Oktober, di dekat tempat Chen menemukannya. Namun, ia justru menemukan seekor trenggiling lain yang juga terluka di dekatnya.
Trenggiling kedua ini telah kehilangan sebagian sisiknya dan terlihat sangat lemah. Menurut para pakar, hewan tersebut tidak mengalami patah tulang, yang berarti tidak tertabrak mobil, tapi hewan itu telah mengalami infeksi akibat luka-luka yang ada padanya.
Pada akhirnya, trenggiling tersebut mati meskipun telah mendapatkan perawatan dari para ahli di Universitas Sains dan Teknologi Nasional Pingtung. Pakar pun menyerukan agar ada kamera pemantau di dekat habitat hewan-hewan tersebut agar ada gambaran lebih baik terkait resiko yang mereka hadapi.