Seorang pria bermarga He (何姓) berutang pajak kepada pemerintah sebanyak NT$ 6 juta. Selain enggan membayar pajak, He juga diketahui tidak membayar denda lalu-lintas yang dibebankan kepada dirinya.
Pada tahun 2013, kasus tunggakan pajak oleh He akhirnya ditangani secara paksa oleh otoritas berwenang.
Di kala itu, He diketahui sengaja memindahkan seluruh hartanya ke atas nama istrinya, yang mana aksi He tersebut akhirnya menghambat proses penyitaan yang hendak dilakukan oleh petugas pajak.
Pada tanggal 15 November 2022, He akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang dengan alasan sengaja menghalangi prosedur penyidikan dan telah berusaha untuk lari dari kewajiban pajak dengan cara memindahkan aset-asetnya.
Guna menghindari penangkapan dan penyitaan, He pun mengajukan permohonan cicilan pelunasan pajak dengan nominal yang harus dibayar sebanyak NT$ 50.000/bulan. He meminta sang istri untuk mendatangi kantor polisi dimana He ditangkap, untuk memberikan jaminan berupa rumah kepada otoritas berwenang. Dan setelah itu, He baru dibebaskan dan dipersilakan untuk pulang.
Belakangan, cicilan pelunasan pajak tidak diangsur secara rutin oleh He. Pihak berwenang akhirnya mengambil sikap tegas, yaitu menghapus seluruh ajuan cicilan pelunasan pajak He dan langsung melelang bangunan rumah yang sempat dijaminkan oleh istri He.

Bangunan rumah milik He dan sang istri memiliki kondisi yang cukup mewah dan terbilang baru. Di samping itu, bangunan tersebut juga terletak di kawasan yang sangat strategis.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi pihak berwenang untuk mendapatkan pihak pembeli. Rumah tersebut akhirnya laku terjual dengan harga NT$ 12.899.999. (Sumber Foto: CNA News)