Menghargai Kontribusi bagi Perkembangan Kota, Hsinchu Anugerahkan Penghargaan kepada 20 Pekerja Migran Teladan
Pemerintah Kota Hsinchu baru-baru ini mengadakan acara penghargaan bagi pekerja teladan, dan secara terbuka memberikan apresiasi kepada 20 pekerja migran yang menunjukkan kinerja luar biasa di bidang industri dan perawatan. Mereka berasal dari Indonesia, Vietnam, Filipina, dan negara-negara lain, yang telah lama berkontribusi di Kota Hsinchu. Pekerja migran ini tidak hanya menyuntikkan tenaga kerja yang stabil bagi kota, tetapi juga membawa kehangatan bagi pasien yang dirawatnya.
Michelle, yang berasal dari Filipina, telah bekerja di Taiwan selama lebih dari 14 tahun. Ia telah lama menjadi perawat lansia. Dengan kelembutan dan kesabaran, ia merawat kakek dengan penuh perhatian, bahkan memasak tiga kali sehari. Berkat ketulusan dan ketekunannya, ia dipercaya oleh majikan dan para lansia yang tinggal di sekitarnya.
Michelle juga terus meningkatkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan keterampilan perawatan dan berhasil memperoleh kualifikasi sebagai "Tenaga Kerja Teknis Menengah," dan dengan mantap mengembangkan karier jangka panjang di Taiwan. Mengenai kehidupannya di Taiwan, ia menyatakan rasa terima kasih kepada Taiwan yang telah membantu para pekerja asing sehingga ia dan keluarganya di Filipina dapat hidup dengan baik.
Ruan Shi-xuan (阮氏玄) dari Vietnam telah bekerja di Taiwan hampir sepuluh tahun, selalu menjaga sikap belajar yang aktif. Ia menguasai keterampilan pemotongan dan pengoperasian mesin laser, sehingga kinerjanya sangat diapresiasi oleh majikan.
Tahun lalu, ia berhasil memperoleh kualifikasi "Tenaga Kerja Teknis Menengah," dan kemampuan bahasa Mandarinnya telah mencapai 80%, sehingga ia bisa berpartisipasi dalam rapat kerja dan berkomunikasi dengan lancar. Selain itu, ia juga mengambil SIM sepeda motor, menjaga catatan kehadiran penuh tanpa absen, serta dengan hangat membantu rekan-rekannya yang bergabung untuk beradaptasi dengan pekerjaan dan kehidupan di Taiwan.
Ruan Shi-xuan dikenal berkepribadian lembut, sopan, dan suka membantu. Ia sering menggunakan bahasa Mandarin dan Vietnam untuk memperlancar komunikasi tim, menjadi jembatan penting dalam menjaga keharmonisan di perusahaan. Dedikasi dan keramahannya tidak hanya diakui oleh rekan-rekan kerja, tetapi juga memperlihatkan citra pekerja migran yang unggul, menjadikannya kekuatan utama yang berharga di perusahaan.
(foto: Pemkot Hsinchu)
FAKTA UNIK : HARI BURUH TAIWAN
Hari Buruh bermula pada tahun 1886 di Amerika Serikat, yang saat itu baru saja beralih dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Pada masa itu, jam kerja sangat panjang, mencapai 14 hingga 15 jam per hari, bahkan hari Sabtu pun tetap bekerja. Karena itu, Federasi Buruh AS
(AFL) menuntut diberlakukannya sistem kerja 8 jam per hari dengan melakukan mogok kerja nasional mulai 1 Mei. Namun, para buruh yang berunjuk rasa justru ditindas polisi dan dijatuhi hukuman. Dalam proses penindasan ini, banyak buruh yang terluka atau bahkan meninggal dunia.
Hingga akhirnya, pada tahun 1889, untuk mengenang sejarah perjuangan ini, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris memutuskan bahwa tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional. Hari ini dimaksudkan untuk mendorong para pekerja di seluruh dunia bersama-sama memperjuangkan sistem kerja 8 jam per hari.
Di Taiwan, setiap tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh dan para pekerja mendapat hari libur. Namun, tentara, pegawai negeri, pegawai kontrak pemerintah, tenaga pengajar dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi (kecuali guru di TKK dan pusat penitipan anak swasta), serta dokter (kecuali dokter residen yang dipekerjakan oleh institusi medis dan tidak dipekerjakan berdasarkan sistem kepegawaian pegawai negeri), manajer perusahaan (yang terikat kontrak hukum perdata dan bukan hubungan kerja formal), atau pegawai di instansi pemerintah, tidak mendapat libur pada hari tersebut.

(foto: Canva)
Fitur Baru FamilyMart!
FamiMart Buka Layanan Penyimpanan Barang 24 Jam, Mulai dari NT$30 per Hari!
Apa kamu pernah merasa keberatan bawaan saat pergi belanja atau jalan-jalan bersama teman?
Atau misalnya, pernahkah kamu pergi jalan-jalan ke luar kota sambil membawa bagasi, tapi waktu check in masih lama?
Sekarang, kamu bisa menitipkan barangmu di FamilyMart dengan harga yang sangat terjangkau, lho!
Kalau biasanya di loker MRT/ kereta harganya berkisar dari 30 NTD untuk loker kecil per 3 jam, dan 60 NTD untuk loker besar per 3 jam, FamilyMart menghadirkan opsi yang lebih murah hingga 20 NTD per hari!
Untuk memenuhi kebutuhan dan peluang bisnis semacam ini, FamiMart (全家) meluncurkan layanan "寄物+" — layanan penitipan dan pengambilan barang di toko yang sama, Layanan ini tersedia di 4200 toko FamilyMart di seluruh Taiwan, dengan opsi penitipan barang biasa, penitipan barang dingin di kulkas, dan penitipan di freezer. Apalagi, FamilyMart buka 24 jam sehingga kamu bisa menitipkan dan mengambil barangmu kapan pun kamu mau.
Tidak hanya itu, penjual bisa menitipkan barangnya ke FamilyMart selama 1 sampai 3 hari, dan pembeli bisa mengambilnya dan membayar secara COD (maksimal 10 ribu NTD) dan membayar biaya COD sebesar 15 NTD. Uang akan langsung ditransferkan ke rekening penjual.
Bagaimana cara menggunakan layanan "寄物+" di FamiMart?
Cukup 3 langkah sederhana:
Langkah 1. Pengirim datang ke mesin FamiPort di toko FamiMart, lalu pilih halaman layanan "寄物+" di menu utama.
Langkah 2. Isi informasi penitipan barang (jenis penitipan, durasi penitipan) → isi data rekening bank untuk pembayaran COD (kalau hanya menitipkan barang tidak usah isi)→ isi data penerima barang (nama dan no hp).
Langkah 3. Setelah semua data diisi, serahkan barang yang ingin dititipkan kepada staf toko — proses penitipan selesai!
Setelah barang dititipkan di toko FamiMart, pembeli bisa mengambilnya dalam jangka waktu yang sudah disepakati, dengan menunjukkan barcode pengambilan di aplikasi FamiMart atau menyebutkan 3 digit terakhir dari nomor ponsel penerima.
Sekarang, penitipan barang hanya bisa dilakukan langsung di toko fisik. Tahap kedua akan diperluas ke website resmi FamiMart, aplikasi anggota, dan aplikasi My FamiPort, sehingga penjual individu bisa mendaftar layanan ini secara online dan mempercepat proses penitipan.
|
Jenis Penyimpanan |
Lama |
Biaya Penyimpanan |
Catatan |
|
Penyimpanan Biasa (Suhu Ruangan) |
1 hari |
harga 30 NTD |
• Batas ukuran: Panjang+Lebar+Tinggi ≤ 120 cm, sisi terpanjang ≤ 40 cm, berat total ≤ 10 kg. |
|
Penyimpanan Biasa (Suhu Ruangan) |
3 hari |
harga 40 NTD |
• Sama seperti di atas. |
|
Penyimpanan + Barang Dingin (Kulkas bawah) |
1 hari |
harga asli 45 NTD |
• Batas ukuran: Panjang+Lebar+Tinggi ≤ 105 cm, sisi terpanjang ≤ 40 cm, berat total ≤ 10 kg. |
|
Penyimpanan + Barang Dingin (Kulkas bawah) |
3 hari |
harga asli 55 NTD |
• Karena batas efektivitas pendinginan, semua label harus dilengkapi dengan tanggal pelaporan. |
|
Penyimpanan Barang Beku (Freezer) |
1 hari |
harga asli 45 NTD |
• Batas ukuran: Panjang+Lebar+Tinggi ≤ 105 cm, sisi terpanjang ≤ 40 cm, berat total ≤ 10 kg. |
|
Penyimpanan Barang Beku (Freezer) |
3 hari |
harga asli 55 NTD |
• Sama seperti di atas. |
Kontes Kicau "Kacamata Kericau " — 965 Burung Adu Suara
Asosiasi Pecinta Burung Kota Taichung pada 27 April mengadakan Kontes Kicau Nasional Kacamata Kericau di SD Rui Sui, Fengyuan. Ribuan burung berkicau bersama di lokasi. Selain 965 ekor burung kacamata kericau yang berpartisipasi dalam lomba, banyak masyarakat yang juga membawa burung kesayangan mereka untuk menonton dan bertukar pengalaman. Tidak sedikit pula pekerja migran asal Vietnam dan Indonesia yang ikut berkompetisi. Para migran mengatakan bahwa memelihara burung sangat membantu menghilangkan stres.
Dalam kontes ini, burung dinilai berdasarkan posisi berdiri, postur tubuh, warna bulu, dan suara kicauan. Para pecinta burung berseloroh bahwa mendengar kicauan merdu burung kacamata kericau tersebut membuat suasana hati menjadi ceria dan penuh semangat sepanjang hari.
Ketua Asosiasi Pecinta Burung Kota Taichung, Lai Jing-wen (賴靖雯), menjelaskan bahwa tahun ini ada delapan kali lomba serupa di berbagai kabupaten/kota, dan lomba pekan lalu adalah yang keempat, diselenggarakan oleh Asosiasi Pecinta Burung Kota Taichung. Tercatat ada 965 ekor burung kacamata kericau yang berpartisipasi. Lai Jing-wen mengatakan bahwa burung kacamata kericau bukan hanya peliharaan, tetapi juga seperti anggota keluarga. Bahkan, ada yang memeliharanya hingga 17 tahun. Selain diberi pakan, burung juga perlu diberi buah-buahan untuk tambahan nutrisi, berjemur di bawah sinar matahari, serta disediakan baskom air untuk mandi.
Yang Tong-sheng (楊通聲), seorang warga keturunan Tionghoa Vietnam berusia 40 tahun yang telah menetap di Taiwan selama 20 tahun dan kini tinggal di Linkou, Taipei, mengatakan bahwa ia tidak minum alkohol maupun merokok. Ia bekerja sebagai tukang besi, dan melepaskan stres dari pekerjaan dengan memelihara burung — yang juga menjadi sumber kesenangannya. Saat ini, ia memelihara sekitar 10 ekor burung dari berbagai jenis di rumahnya. Karena kecintaannya, suara burung yang ramai justru terasa merdu baginya.
Sementara itu, Awang, seorang pekerja migran asal Indonesia berusia 26 tahun, juga turut berpartisipasi dalam kontes kacamata kericau. Ia tertawa sambil mengatakan bahwa dirinya juga tidak minum alkohol maupun merokok, dan bahwa memelihara burung adalah hobi yang sangat menyenangkan.

(foto: Canva)