(Taiwan, ROC) --- Biro Investigasi Kriminal (CIB) pada pertengahan bulan ini mengungkap sindikat barang palsu, menemukan bahwa metode kejahatan mereka memiliki pembagian kerja yang sangat rinci.
Tersangka utama khusus mengimpor barang tiruan berkualitas tinggi dari Tiongkok. Untuk meningkatkan penjualan, mereka mendekati penjual Shopee dengan iming-iming sewa bulanan NT$2.000 dan bagi hasil keuntungan untuk menyewa akun mereka dalam menjual barang-barang tiruan ini.
Dalam waktu singkat hanya satu setengah tahun, mereka meraup keuntungan ilegal lebih dari NT$300 juta. Saat ini polisi sedang memperluas penyelidikan.
Sejumlah besar petugas Biro Investigasi Kriminal memasuki gudang yang penuh dengan barang dagangan. Rak-rak dipenuhi paket yang sudah dikemas. Petugas menghitung dan menggeledah satu per satu barang yang beragam, dan dapat dilihat banyak merchandise karakter kartun terkenal.
Namun semua barang tersebut ternyata adalah barang KW atau tiruan yang melanggar hak cipta. Setelah menggerebek gudang di Luzhu, Taoyuan, polisi juga berhasil menangkap tersangka utama.
"Kami melaksanakan surat penahanan sesuai hukum, memberitahukan bahwa Anda didakwa dengan pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang."
Tersangka utama wanita bermarga Zhang yang duduk di samping, bersama rekannya mendirikan perusahaan untuk merekrut akun Shopee milik masyarakat. Mereka menandatangani kontrak dan menjual barang tiruan melalui akun-akun tersebut.
Untuk menghindari terungkapnya kasus ini, mereka bahkan meminta karyawan menandatangani perjanjian kerahasiaan. Kasus ini terbongkar setelah sebuah perusahaan teknologi menemukan produk mereka ditiru dan dijual, lalu melaporkannya ke polisi. Setelah diselidiki, ternyata semua ini adalah bagian dari sindikat yang sama.
Diketahui seorang pria bermarga Hu yang sedang buron dan melarikan diri ke Tiongkok bertanggung jawab menyediakan barang tiruan berkualitas tinggi dari Tiongkok. Kemudian perusahaan boneka di Taiwan merekrut akun-akun Shopee milik masyarakat.
Dalam waktu singkat sekitar satu setengah tahun, dengan iming-iming biaya layanan NT$2.000 dan bagi hasil 1% hingga 2%, mereka menyewa 290 akun untuk menjual barang. Omzet dalam satu setengah tahun mencapai NT$300 juta, dengan keuntungan ilegal lebih dari NT$6 juta.
Polisi menghitung tumpukan uang tunai dengan mesin penghitung uang. Diketahui sindikat barang palsu ini menjual barang-barang tiruan dengan harga kurang dari 10% dari harga asli, menghasilkan banyak keuntungan.
Kepala Unit Investigasi Kedua Biro Investigasi Kriminal, Dustin Lee mengatakan, "Dalam akun-akun e-commerce yang digunakan di kedua negara (Taiwan-Tiongkok), terkait juga dengan pelanggaran hak cipta barang tiruan dan beberapa barang yang dilarang, semua ini merupakan tindakan ilegal yang dapat menyebabkan masyarakat kita terlibat dalam pelanggaran hukum."
Masyarakat yang menyediakan akun Shopee juga dibawa untuk diinvestigasi sebagai tersangka. Shopee juga merespons dengan menegaskan bahwa mereka secara ketat melarang pengguna menyewakan nomor KTP dan akun mereka, jika melanggar maka hak transaksi terkait nomor KTP tersebut akan dibekukan. Jangan sampai tergoda keuntungan kecil yang bisa berujung masalah hukum.