(Taiwan, ROC) --- ATM sering menjadi alat yang dimanfaatkan oleh sindikat penipuan. Banyak bank telah menerapkan teknologi anti-penipuan untuk mencegah kurir sindikat penipuan mengambil uang hasil kejahatan melalui ATM, dengan mengandalkan teknologi untuk meningkatkan keamanan.
Beberapa bank telah menerapkan teknologi pengenalan wajah berbasis AI, yang akan membunyikan alarm peringatan jika pengguna ATM menutupi wajah mereka dengan masker atau helm. Penutup wajah harus dilepas agar dapat melakukan transaksi penarikan uang dengan lancar.
Ketika masuk ke bank dan memasukkan kartu ke ATM, ada kalanya tidak bisa menarik uang dan bahkan muncul peringatan. Menurut statistik Ditjen Kepolisian, dalam lima bulan pertama tahun ini ada lebih dari 70.000 kasus penipuan yang dilaporkan, dengan kerugian mencapai hampir NT$40 miliar. Karena ATM sering digunakan oleh sindikat penipuan, maka pihak bank mengambil langkah pencegahan dengan menerapkan solusi teknologi.
Salah satu masyarakat menyampaikan, "Cukup bagus ada peringatan seperti ini, ya kan, bisa mencegah penipuan."
"Saya rasa perlindungan seperti ini sangat bagus. Saya hanya perlu melepas masker untuk mengambil uang, sama seperti kita melewati imigrasi saat bepergian ke luar negeri, petugas imigrasi juga meminta kita melepas masker untuk foto sebentar. Itu sangat cepat, dan saya rasa ini justru memberikan perlindungan lebih baik untuk saya," terang salah satu masyarakat.
Untuk memerangi penipuan dan menghalangi kurir penipuan, Mega Bank di Taiwan telah menerapkan teknologi pengenalan wajah AI di beberapa ATM mereka. Sistem ini menggunakan peringatan suara dan visual untuk mengingatkan pengguna agar melepas topi dan masker atau berhenti mengoperasikan ponsel.
Bank SinoPac juga telah menerapkan pengenalan wajah AI di ATM mereka, mengharuskan pengguna menunjukkan wajah secara utuh untuk dapat menggunakan layanan, mencegah orang yang berniat jahat yang sengaja menutupi wajah mereka saat mengambil uang.
Di lain pihak, CTBC Bank menggunakan teknologi AI untuk mengklasifikasikan risiko rekening dan mengintegrasikan informasi nasabah. Ketika terjadi transaksi mencurigakan, maka pesan peringatan akan muncul.
Salah seorang pakar di Taiwan mengatakan, "Ini seharusnya menjadi tren. Misalnya, ketika nasabah melakukan penarikan uang, sistem akan mengumpulkan gambar mereka dan pola perilaku operasional mereka, kemudian menganalisis semuanya secara bersamaan."
Jika pengguna tidak melepas masker, maka alarm akan berbunyi. Meskipun beberapa warga mengatakan mereka masih perlu waktu untuk membiasakan diri memastikan wajah mereka terlihat sepenuhnya sebelum mengambil uang, mereka senang melihat teknologi anti-penipuan menjadi tren yang memberikan perlindungan lebih baik untuk keamanan aset mereka.