(Taiwan, ROC) —- Taifun Danas menyerang Taiwan, melanda parah Kuil Nankunshen Daitian Fu di Tainan, yang dikenal sebagai Kuil Utama Wang Ye Taiwan. Bukan hanya halaman kuil yang terendam banjir, tiang gerbang yang berdiri selama puluhan tahun pun runtuh dalam semalam. 12 tiang besar dari kayu siprus Taiwan terendam air, membuat para pengikut dan warga sekitar sangat sedih.
Pihak kuil menyatakan bahwa gerbang ini adalah bangunan kayu berukuran raksasa yang jarang ditemui di Taiwan dan merupakan landmark penting. Kerusakan yang terjadi merupakan kerugian yang sangat besar. Namun, mereka berjanji akan berupaya sepenuhnya untuk merenovasi dan mengembalikan Kuil Nankunshen Daitian Fu ke kondisi semula secepat mungkin.
Taifun Danas telah memporak-porandakan kawasan selatan Taiwan, termasuk Kuil Nankunshen Daitian Fu di Tainan. Dari foto udara terlihat jelas, gerbang kayu siprus Taiwan yang berusia lebih dari 40 tahun itu runtuh dan terendam air. Batu bata di atasnya hancur seperti kartu domino yang dijatuhkan. Sebagian patung dewa pun terbang oleh angin Taifun dan mengambang di genangan air. 12 tiang penyangga gerbang pun terpisah total dari dasarnya dan patah seluruhnya.
Kuil Nankunshen Daitian Fu merupakan salah satu Kuil Dewa Wang Ye paling penting di Taiwan. Sebelum mengalami kerusakan, gerbang di halaman depan kuil begitu megah dan menakjubkan. Gerbang tersebut dihiasi ukiran kayu dan kerajinan istana yang mendetail.
Skala bangunannya adalah yang terbesar di Asia dengan atmosfer yang mengesankan. Pihak kuil menyatakan bahwa 12 tiang kayu siprus Taiwan berusia seribu tahun ini dibangun dengan metode konstruksi kuno, mungkin karena usia yang sudah tua dan material yang mulai lapuk, sehingga tidak dapat menahan kekuatan Taifun Danas dan akhirnya runtuh. Dengan harga saat ini, satu batang kayu siprus Taiwan saja bernilai bisa berkisar NT$20 hingga NT$30 juta, sehingga nilai kerugian sulit untuk dihitung.
Salah seorang pengikut setia mengatakan, "Sangat disayangkan, mereka mengatakan bahwa semuanya adalah kayu siprus Taiwan, sangat berharga, sangat berharga adalah bangunan kuno ini."
Meskipun langit masih menurunkan hujan deras dan genangan air mencapai betis, para pekerja tetap menggendong patung suci, bersiap melakukan ritual di kuil. Namun, landmark Kuil Nankunshen Daitian Fu kini telah berubah menjadi tiang-tiang merah yang patah dan puing-puing batu bata yang berserakan. Ini bukan sekadar kerugian besar bagi kepercayaan lokal, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan gerbang ke keadaan semula pun sulit untuk diperkirakan.