Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Pemakzulan Besar-besaran Masih Ada Gelombang Dua, Akademisi Akui Pembalikan Parlemen Tidak Optimis

28/07/2025 Kedai RTISI
圖:RtiSI
圖:RtiSI

(Taiwan, ROC) --- Pada gelombang pertama pemungutan suara pemakzulan, Partai Kuomintang (KMT) berhasil mempertahankan semua kursinya. Namun, tujuh anggota Yuan Legislatif KMT berikutnya akan menghadapi tantangan pemakzulan yang akan berlangsung pada 23 Agustus 2025.

Berdasarkan perkiraan kursi parlemen saat ini, jika kubu hijau (Partai Progresif Demokratik/DPP) ingin membalikkan parlemen, maka mereka harus berhasil melakukan pemakzulan terhadap setidaknya enam kursi pada 23 Agustus 2025, dan memenangkan pemilihan berikutnya. Akademisi mengakui bahwa hal ini tidak mudah.

Anggota Yuan Legislatif (KMT), Luo Ming-tsai (羅明才), “Saya tidak setuju dengan pemakzulan, saya tidak setuju dengan pemakzulan.”

Untuk melawan pemakzulan, Anggota Legislatif KMT Luo Ming-tsai, yang sebelumnya memiliki citra tersendiri, tetapi ia kini bernyanyi dan menari di Yuan Legislatif. Ia masuk dalam daftar pemakzulan 23 Agustus 2025 mendatang.

Dari utara hingga selatan, mereka adalah Luo Ming-tsai dari New Taipei, Lin Szu-ming (林思銘) dari Hsinchu, Johnny Chiang (江啟臣), Yang Chiung-ying (楊瓊瓔), dan Yen Kuan-heng (顏寬恒) dari Taichung, serta Yu Hao (游顥) dan Ma Wen-chun (馬文君) dari Nantou.

Juru Bicara pemakzulan Yen Kuan-heng, Lin Hsuan-hung (林宣宏), “Kami tidak gagal, kami masih memiliki pemungutan suara 23 Agustus 2025. Tujuh daerah pemilihan kami ini cukup sulit, tapi kamu harus tetap berani maju.”

Setelah semua anggota legislator dari Partai KMT berhasil melewati pemakzulan pada Sabtu kemarin, tetapi kelompok masyarakat yang memprakarsai pemakzulan gelombang dua harus mengatur kembali kekuatan mereka, karena jika mereka benar-benar ingin membalikkan suara di parlemen, ini adalah kesempatan terakhir.

Saat ini, kubu biru dan putih memiliki total kursi di parlemen sebanyak 62 kursi. Kubu hijau harus berhasil melakukan pemakzulan setidaknya enam kursi, dan semua harus dimenangkan dalam pemilihan berikutnya. Dengan demikian, kesempatan untuk membalikkan suara di parlemen baru dapat terbuka lebar.

Tenaga pengajar di Institut Ilmu Politik National Taiwan Normal University (NTNU) Profesor Chu Chao-hsiang (曲兆祥) mengatakan, “Berdasarkan arah opini publik yang ditunjukkan oleh Partai Progresif Demokratik dalam pemungutan suara hari ini (26 Juli), itu tidak mudah. Lebih fokus pada isu-isu yang berkaitan dengan mata pencarian rakyat, dan kurang pada jalur konfrontasi politik. Ini sangat penting bagi Partai Progresif Demokratik.”

Selain masalah internal, mata pencaharian, ekonomi hingga masalah tarif internasional, semuanya menambah variabel dalam pemakzulan kali ini. Jika Partai DPP berharap dapat membalikkan suara mayoritas di Yuan Legislatif, maka gelombang kedua pemakzulan akan menjadi momen yang krusial.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解