(Taiwan, ROC) --- Banjir bandang yang datang tiba-tiba membuat babi dan peternak tidak sempat bertahan. Akibat banjir ini, dari lebih dari 3.000 ekor babi yang semula dipelihara, seketika hanya tersisa sekitar 1.000 ekor.
Peternak mengalami kerugian besar, yang berkisar mencapai puluhan juta NT$. Babi-babi yang selamat, meskipun berhasil menghindari hujan lebat saat itu, masih banyak yang terendam air dan terus berjuang mencari jalan keluar untuk hidup.
Kawanan babi berusaha keras untuk tetap bernapas, mendongakkan kepala mencoba berenang keluar dari peternakan babi yang terendam banjir besar. Airnya terlalu dalam sehingga mereka berenang dengan susah payah.
"Air di dalam kandang babi terlalu dalam, babi harus berenang sendiri ke tepi agar bisa diselamatkan. Orang tidak bisa masuk karena akan tenggelam juga. Ini adalah banjir pertama kali, bertepatan dengan curah hujan yang terlalu banyak, dan juga tanggul di hulu jebol, menyebabkan seluruh area ini terendam banjir besar," ujar Mr. Chiu pengurus salah satu kawasan peternakan.
Hujan badai semalaman datang dengan cepat dan deras. Di peternakan babi di Puzi, Chiayi, dengan lebih dari 10 kandang babi, 3.500 lebih ekor babi sama sekali tidak sempat melarikan diri.
Sekitar 2.500 ekor babi malang tenggelam dan mengapung, sedangkan sekitar 1.000 ekor sisanya diselamatkan secara manual atau dengan bantuan ekskavator besar. Namun, saat ini masih banyak babi yang terendam air dan menunggu penyelamatan.
"Kerugian finansial, kira-kira sudah dihitung berapa? Mungkin lebih dari NT$10 juta," lanjut Mr. Chiu
Satu kali hujan lebat membuat seluruh aset peternak babi terendam. Prioritas utama saat ini adalah melakukan penyelamatan semaksimal mungkin, agar kerugian besar yang diderita bisa sedikit teratasi.