Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Festival Zhongyuan: Dari Syukur Panen hingga Pesta Arwah di Taiwan

06/09/2025 Feng Shui
Festival Zhongyuan: Dari Syukur Panen hingga Pesta Arwah di Taiwan 圖: CANVA
Festival Zhongyuan: Dari Syukur Panen hingga Pesta Arwah di Taiwan 圖: CANVA

(Taiwan, ROC) --- Festival Zhongyuan, yang akrab disebut Ghost Festival atau Bulan Hantu, bukan sekadar perayaan tahunan di Taiwan. Ia adalah jalinan kompleks antara rasa syukur, penghormatan leluhur, dan keyakinan akan dunia spiritual yang telah mengakar kuat dalam budaya Tionghoa selama ribuan tahun. Dirayakan setiap tanggal 15 bulan ketujuh penanggalan Imlek, biasanya jatuh pada Agustus.

Perayaan ini diwarnai beragam tradisi unik, mulai dari rebutan sesajian (搶孤 Qiang Gu), pelepasan lampion air (放水燈 Fang Shuideng), hingga sembahyang massal yang dikenal sebagai Pu Du (普渡).

Jauh sebelum identitasnya melekat pada 'hantu', akar Festival Zhongyuan telah tertanam sejak era Dinasti Han. Kala itu, bulan ketujuh penanggalan Imlek menjadi momen bagi para petani untuk bersyukur atas hasil panen. Mereka mempersembahkan hasil bumi terbaik, mulai dari babi, ayam, kambing, hingga anggur, kepada Dewa Tanah. Tak hanya itu, beras segar juga dipersembahkan kepada leluhur sebagai wujud penghormatan dan harapan akan perlindungan di masa depan.

Transformasi signifikan terjadi seiring masuknya ajaran Taoisme dan Buddhisme. Kedua kepercayaan ini memperkaya perayaan dengan narasi, legenda, dan ritual keagamaan yang membentuk wajah Festival Zhongyuan seperti yang kita kenal sekarang. Salah satu kisah fundamental yang melatarbelakangi tradisi sembahyang 'bulan hantu' adalah cerita tentang bakti seorang anak.

 財團法人雲林縣西螺福興宮|西螺媽祖太平媽

Dewa Bumi (地官大帝) 圖: Fusing Temple

Asal-usul Festival Zhongyuan: Bakti Shun dan Dewa Bumi

Tahukah Anda, tanggal 15 bulan ketujuh Imlek, hari puncak Festival Zhongyuan, juga dipercaya sebagai hari ulang tahun Dewa Bumi (地官大帝). Sosok dewa ini diyakini adalah reinkarnasi dari Shun (), seorang pemuda legendaris yang dikenal karena bakti dan kesabarannya.

Kisah Shun yang tetap berbakti kepada ayah dan ibu tirinya, meski kerap disiksa dan difitnah, menjadi teladan. Kebaikan hatinya bahkan 'menyentuh' langit, di mana gajah dan burung-burung turut membantunya bertani. Kecerdasan dan kearifan Shun menarik perhatian Raja Yao, yang kemudian mengangkatnya sebagai penerus takhta. Setelah menjadi raja, Shun dihormati sebagai Dewa Bumi.

Oleh karena itu, tanggal ini juga dikenal sebagai 'Hari Anak Berbakti'. Pada hari ini, umat mempersembahkan sesajian kepada Dewa Bumi untuk memohon keselamatan dan berkah, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan arwah-arwah tanpa keturunan.

Mulian Menyelamatkan Ibunya - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 

Mu Lian Menyelamatkan Ibunya 圖:維基百科

Sembahyang Pu Du: Dari Bakti Mu Lian hingga Perjamuan Arwah

Ritual sembahyang dan persembahan massal, atau Pu Du, menjadi inti Festival Zhongyuan. Tradisi ini tak hanya berakar pada kisah Shun, tetapi juga terinspirasi oleh legenda Buddhis 'Mu Lian Menyelamatkan Ibunya'. Konon, Mu Lian, seorang biksu berbakti, berusaha menyelamatkan ibunya yang menderita di neraka sebagai hantu kelaparan akibat perbuatan jahatnya semasa hidup. Atas petunjuk Buddha, Mu Lian mempersembahkan makanan kepada para biksu pada tanggal 15 bulan ketujuh Imlek, yang kemudian diyakini dapat menebus dosa ibunya.

Praktik Pu Du sendiri bervariasi, dari sembahyang pribadi di rumah atau perusahaan hingga sembahyang kolektif yang diselenggarakan masyarakat, organisasi, atau kuil. Meski beragam, setiap tahapan memiliki aturan ketat: urutan sembahyang (Dewa Bumi, leluhur, penunggu rumah, dan arwah-arwah), waktu (Dewa Bumi pagi, leluhur sebelum tengah hari, arwah sebelum matahari terbenam), lokasi, dan jenis sesajian. Untuk arwah-arwah, misalnya, selain makanan, disediakan pula baskom berisi air bersih dan handuk.

國際祈福水燈節」登陸新北1000盞水燈19日免費施放| ETtoday旅遊雲| ETtoday新聞雲 

Tradisi melepas lampion air (放水燈) diyakini berakar dari ajaran Buddha, tercatat sejak Dinasti Tang, dan kian populer di era Song hingga menjadi kebiasaan tetap di Dinasti Ming. 圖:YAHOO

Lampion Air: Cahaya Penuntun Arwah

Tradisi melepas lampion air (放水燈) diyakini berakar dari ajaran Buddha, tercatat sejak Dinasti Tang, dan kian populer di era Song hingga menjadi kebiasaan tetap di Dinasti Ming. Makna utamanya adalah 'menuntun arwah yang tersesat'. Cahaya lampion dipercaya memandu arwah-arwah di air menuju lokasi sembahyang Pu Du, agar mereka dapat menikmati persembahan dan terbebas dari kelaparan. Di Taiwan, ritual ini umumnya dilakukan sehari sebelum Festival Zhongyuan, dengan perayaan terbesar di Keelung Mid-Summer Ghost Festival (雞籠中元祭).

 宜蘭頭城搶孤松欣營造隊奪冠| 地方| 中央社CNA

Salah satu atraksi paling ikonik adalah Qiang Gu (搶孤), atau lomba panjat tiang. 圖:CNA

Qiang Gu: Rebutan Sesajian dan Pengusiran Hantu

Salah satu atraksi paling ikonik adalah Qiang Gu (搶孤), atau lomba panjat tiang. Peserta berlomba memanjat tiang yang dilumuri minyak untuk meraih sesajian di puncaknya. Konon, tradisi ini bermula sebagai ritual pengusiran setan, di mana penampakan keberanian manusia dalam merebut sesajian diharapkan 'menakuti' hantu dan mencegah mereka berkeliaran. Kini, Qiang Gu telah berevolusi menjadi kompetisi olahraga tim dengan standar keamanan yang ketat, rutin digelar di Toucheng (Yilan) dan Hengchun (Pingtung) pada hari perayaan.

 用正氣教化人間的飛天鍾馗台中鴻興館

Tarian Zhong Kui (跳鍾馗). Tarian ini bertujuan mengusir dan mengawal arwah-arwah yang mungkin masih bergentayangan pasca-sembahyang. 圖:YAHOO

Tarian Zhong Kui: Ritual Pengusir Arwah

Setelah Qiang Gu, ritual Taoisme yang tak kalah menarik adalah Tarian Zhong Kui (跳鍾馗). Tarian ini bertujuan mengusir dan mengawal arwah-arwah yang mungkin masih bergentayangan pasca-sembahyang. Biro Urusan Sipil Pemerintah Kota Taipei mencatat, tarian ini sarat energi mistis. Masyarakat kerap menasihati kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, orang sakit, atau mereka yang sedang dalam kesialan, untuk tidak menyaksikan ritual ini. Bahkan para pelaksana diwajibkan membawa jimat pelindung atau mengunyah daun beringin sebagai penangkal energi negatif. Selama prosesi, keheningan mutlak dijaga untuk menghindari gangguan arwah.

Festival Zhongyuan, dengan segala ritual dan legendanya, bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah cerminan kekayaan budaya Tionghoa yang terus beradaptasi, menjaga keseimbangan antara tradisi kuno dan kehidupan modern, serta menegaskan kembali ikatan tak terputus antara yang hidup dan yang telah tiada.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解