Wisatawan Asing Hobi Kunjungi Pasar Malam, 2 Pasar Malam di Kaohsiung Masuk 10 Besar
Pasar malam di Taiwan sangat digemari oleh wisatawan asing dan menjadi destinasi wajib saat berkunjung ke Taiwan. Menurut survei dari Ditien Pariwisata, dari 10 pasar malam paling favorit di Taiwan bagi wisatawan asing, dua di antaranya berada di Kaohsiung.
Ditjen Pariwisata baru-baru ini merilis hasil survei “Konsumsi dan Perilaku Wisatawan Mancanegara di Taiwan Tahun 2024.” Meskipun jumlah wisatawan terdampak oleh bencana alam seperti gempa bumi di Hualien pada April, dan taifun pada Juli serta Oktober, jumlah kunjungan wisatawan asing sepanjang tahun tetap mencapai 7.857.686 orang, naik 21,13% dibanding tahun 2023, dengan pengeluaran rata-rata harian sebesar US$182,83 (Rp 30 juta) per orang.
Survei dilakukan terhadap 6.620 wisatawan asing, dan hasilnya menunjukkan bahwa mengunjungi pasar malam adalah aktivitas utama selama di Taiwan, dengan sebesar 83,43% responden menyatakan memasukkan pasar malam dalam agenda perjalanan, jauh melampaui destinasi lain seperti Taipei 101, Ximending, atau Jiufen.
Lebih lanjut, pasar malam yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing adalah:
· Pasar Malam Raohe Street di Taipei (35,63%)
· Pasar Malam Shilin di Taipei (31,09%)
· Pasar Malam Liuhe di Kaohsiung berada di posisi ke-5 (8,34%)
· Pasar Malam Ruifeng di Kaohsiung di posisi ke-8 (3,23%)
Dalam hal moda transportasi yang digunakan selama di Taiwan, 76,13% wisatawan asing paling sering menggunakan MRT, dan baik Pasar Malam Liuhe maupun Ruifeng di Kaohsiung letaknya tidak jauh dari stasiun MRT, sehingga mudah diakses.

Cara Toko Populer “Shanhai Department Store” di Hualien Bangun Kebersamaan Komunitas
Pelatih tim baseball SD Xincheng, Hualien, Hu Wen-wei (胡文偉), mendirikan Toko Buku “Etude Bookshop” untuk memberikan tempat belajar tambahan bagi anak-anak suku penduduk asli. Tahun lalu, dengan bantuan Dewan Pembangunan Nasional (NDC), mereka mengubah bekas kantor Taipower menjadi “Shanhai Department Store,” yang baru dibuka bulan ini. Tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Xincheng dan menciptakan kebersamaan komunitas.
Toko yang terletak di dalam Xincheng Old Street ini mengumpulkan barang khas dari 13 daerah di Hualien. Total terdapat 36 merek lokal dengan lebih dari 400 jenis produk, seperti katsuobushi, berbagai camilan, kerajinan tangan, dan barang kebutuhan sehari-hari. Mereka juga menjual set makanan khas Hualien yang bisa langsung dinikmati di lokasi.
Pelatih baseball SD Xincheng, Hu Wen-wei (胡文偉), berasal dari Tainan. Karena tugas militer, dia jatuh cinta dengan Hualien dan menetap di Xincheng 10 tahun lalu. Selain melatih baseball, ia juga mendirikan Toko Buku “Etude Bookshop” dan kedai kembang tahu douhua sambil mendampingi anak-anak belajar tambahan. Ia menyebutkan bahwa tim Shanhai Department Store sekarang terdiri dari enam orang, termasuk pengelola Lin Wei-teng (林韋騰). Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak harus miliknya sendiri, melainkan model bisnis ini diharapkan dapat memberikan keuntungan yang kembali kepada anak-anak.
Kepala Bagian Pembangunan Wilayah Terpencil NDC, Huang Wen-yen (黃文彥), mengatakan dalam lima tahun terakhir, NDC terus memberikan subsidi kepada Hualien, termasuk program inovasi lokal dengan total dana lebih dari NT$100 juta (Rp54,7 miliar) dan membangun sepuluh pusat pelatihan pemuda.
“Shanhai Department Store” merupakan contoh sukses inovasi lokal. Banyak pekerja muda yang berasal dari luar kota yang bekerja di sini. NDC juga membantu para pemuda membuka usaha dan mewujudkan impian mereka dengan program revitalisasi daerah dan kerja sama dengan asosiasi daerah. Di Xincheng Old Street sudah ada tujuh toko yang buka, termasuk toko produk khas dan restoran, menonjolkan keunikan daerah tersebut.

Wisata Singkat ke Keelung|Menjelajah Pulau Keelung & Bermain Air Sambil Menikmati Sunset di Pulau Heping
Pariwisata Keelung bukan cuma pelabuhan ikan dan pasar malam, lho! Pulau Keelung dan Taman Pulau Heping adalah destinasi wisata super populer di Keelung. Kamu tidak hanya bisa menikmati pemandangan indah langit biru dan laut biru, tapi juga mencicipi makanan laut segar yang memanjakan lidah. Yuk, manfaatkan akhir pekan untuk main ke Keelung!
· Menjelajah Pulau Keelung dan Wisata Laut
Tahun ini, Pulau Keelung hanya dibuka sampai dengan 31 Oktober. Terletak di sebelah utara Taiwan, pulau ini adalah pulau terluar yang paling dekat dengan daratan Taiwan. Pulau Keelung terbentuk dari letusan gunung berapi bawah laut dan memiliki pemandangan geologi unik serta ekosistem alami yang kaya. Sejak dibuka untuk umum pada tahun 2001, pulau misterius ini telah menarik banyak wisatawan untuk menjelajahinya.
Untuk berkunjung, kamu harus naik kapal selama 20 menit dari Pelabuhan Bisha. Di pulau ini terdapat jalur pendakian yang mengarah ke mercusuar di titik tertinggi. Waktu tempuh dari dermaga ke mercusuar pulang-pergi sekitar satu jam lebih. Jadi, jika ingin menjelajahi seluruh jalur, pastikan kamu memperhatikan jadwal kapal agar tidak ketinggalan. Di sepanjang jalur pendakian, kamu bisa menikmati keanekaragaman tumbuhan, seperti bunga lili liar yang mekar pada Mei–Juni, serta bunga lili laba-laba kuning (Lycoris aurea) yang bermekaran pada Agustus–September. Dari ketinggian, kamu juga bisa melihat pemandangan laut dan panorama pulau yang menakjubkan.
Bagaimana cara naik ke Pulau Keelung? Bagaimana cara ke sana?
Jumlah pengunjung yang diizinkan naik ke Pulau Keelung dibatasi setiap harinya, dengan sistem reservasi. Pendaftaran akan ditutup setelah kuota harian sebanyak 1.200 orang terpenuhi.
Saat ini terdapat beberapa operator tur yang menjual paket perjalanan ke Pulau Keelung. Wisatawan diharapkan menghubungi pihak penyedia kapal secara langsung.
Untuk mengetahui informasi tentang penyedia kapal serta sisa kuota kunjungan yang tersedia, silakan kunjungi "Platform Reservasi Kunjungan Pulau Keelung." Di https://keelungislet-reserve.it-integrated.com/\
Di mana lokasi naik kapal ke Pulau Keelung?
Untuk menuju Pulau Keelung, lokasi naik kapal dapat berbeda-beda tergantung pada penyedia jasa kapal, namun sebagian besar berangkat dari Pelabuhan Perikanan Wisata Badouzi (Pelabuhan Bisha).
· Kolam Renang Laut dan Jalur Batu di Pulau Heping
Taman Pulau Heping merupakan taman lanskap geologis hasil erosi laut yang terkenal di Keelung. Di sisi timurnya terdapat “Teluk Alabao,” yang dikenal sebagai tempat rahasia Keelung. Di dalam taman ini kamu bisa menemukan berbagai formasi batu unik seperti batu tahu, teluk erosi laut, dataran erosi laut, dan batuan yang terkena erosi angin. Keunikan batu-batu di tempat ini membuatnya menjadi destinasi yang menarik sekaligus menambah wawasan.
Pada tahun 2018, taman ini bahkan mengadakan kegiatan “Penamaan Batu” yang mengundang masyarakat untuk memberikan nama-nama kreatif pada bebatuan tersebut.
Taman Pulau Heping adalah tempat yang bisa kamu nikmati seharian. Saat cuaca cerah, Pulau Keelung di kejauhan tampak jelas. Pecinta aktivitas air bisa berenang di kolam laut yang jernih dan biru bersama ikan-ikan, atau bermain pasir dan air di area bermain favorit anak-anak.
Di hari yang cerah dan laut yang berwarna biru kehijauan, duduk santai sambil menikmati angin laut sepoi-sepoi saja sudah sangat menyegarkan, apalagi kalau kamu foto-foto di sana—hasilnya pasti luar biasa indah! Dan tentu saja, kalau ke Keelung, jangan sampai lewatkan santapan seafood segar. Setelah puas bermain di Pulau Heping, mampirlah ke pelabuhan untuk menikmati hidangan laut yang lezat!
Transportasi umum:
Bus 101
Turun di Hepingdao Park, lalu lanjut berjalan kaki ke lokasi.
Bus 1579 (melalui Jalan Zhongzheng)
Turun di halte Zhongzheng Rd. Zhengbin Rd. Intersection, lalu lanjut berjalan kaki ke lokasi.
Bus 1579 (melalui Jalan Xiangfeng)
Turun di halte National Taiwan Ocean University Yangfeng Gate ,lalu lanjut berjalan kaki ke lokasi.

Awas Saat Liburan ke Jepang! Salah Pilih Mata Uang Saat Gesek Kartu Bisa Kena Biaya Tinggi
Bepergian ke Jepang kini menjadi pilihan favorit warga Taiwan. Tapi, para ahli mengingatkan agar berhati-hati saat bertransaksi dengan kartu kredit di sana. Perlu diperhatikan apakah transaksi melibatkan mekanisme DCC (Dynamic Currency Conversion / Konversi Mata Uang Dinamis). Jika salah memilih mata uang, bisa-bisa Anda jadi korban biaya tambahan yang sangat tinggi. Para ahli menyarankan, saat diberi pilihan mata uang saat gesek kartu, sebaiknya pilih mata uang yen Jepang, karena jika memilih dolar Taiwan (NTD), Anda bisa dikenakan biaya tambahan yang besar.
Pakar perjalanan Jepang, Lin Shih-pi (林氏璧) menyampaikan bahwa saat berkunjung ke Jepang baru-baru ini, ia menemukan bahwa mesin gesek kartu di toko Don Don Donki telah diperbarui, dan kini secara jelas menampilkan informasi terkait DCC. Artinya, saat membayar, mesin akan menanyakan apakah Anda ingin membayar dalam yen atau dolar Taiwan.
Namun, jika memilih membayar dengan dolar Taiwan, Anda tidak hanya akan dikenakan biaya tambahan hingga 4,98%, tetapi juga bisa kehilangan manfaat cashback tinggi yang biasanya diberikan untuk transaksi luar negeri. Pasalnya, memilih mata uang Taiwan akan dianggap sebagai transaksi domestik, sehingga tidak dihitung sebagai pembelanjaan luar negeri.
Menurut pengamatannya, beberapa cabang Don Don Donki yang banyak dikunjungi turis asing bahkan mempromosikan penggunaan DCC, dengan slogan seperti “kurs hari ini, tanpa biaya tambahan, jumlah yang terlihat adalah yang dibayar.” Namun pada kenyataannya, kurs yang digunakan seringkali tidak menguntungkan bagi wisatawan, dan biaya yang dikenakan lebih tinggi daripada biaya dari organisasi penerbit kartu internasional. Sebagai contoh, untuk transaksi sebesar 50.776 yen (sekitar NT$10.292), jika memilih dibayar dengan dolar Taiwan, akan dikenakan biaya tambahan 4,98%, sehingga jumlah yang ditagihkan menjadi NT$10.734, alias Anda harus membayar hampir NT$500 lebih mahal hanya karena memilih mata uang yang salah.
Lin Shih-pi menegaskan, saat bertransaksi dengan kartu kredit di Jepang, pastikan memilih pembayaran dalam yen Jepang. Meskipun staf toko tidak memberikan penjelasan, tetap perhatikan layar mesin gesek. Umumnya, mesin gesek dengan metode “insert” (dimasukkan) lebih sering memicu DCC, sementara transaksi nirsentuh (tap) atau lewat Apple Pay lebih jarang menghadapi hal ini. Ia juga menambahkan bahwa kartu JCB dan American Express (AE) biasanya tidak memicu DCC di Jepang, tetapi VISA dan MasterCard perlu ekstra hati-hati.
Meski bisa dipilih, DCC harus diwaspadai karena terkadang pilihan itu disembunyikan atau tidak jelas, sehingga kamu bisa tidak sengaja memilih DCC dan kena biaya lebih mahal. Jadi, tetap harus hati-hati dan teliti saat transaksi, terutama dengan kartu VISA dan MasterCard di Jepang.
