Pameran di Taipei Ini Memperlihatkan Sejarah 60 Tahun Acara Penyiaran di Taiwan
Sebuah pameran sebagai penanda sejarah Golden Bell Awards ke-60 mengundang para pengunjung untuk menyaksikan perjalanan 6 dekade pertelevisian dan radio Taiwan di Huashan 1914 Creative Park, Taipei.
Golden Bell Awards merupakan sebuah perayaan tahunan di Taiwan terkait dengan berbagai keunggulan di bidang pertelevisian dan radio, memberikan penghormatan kepada program dan tokoh yang telah membentuk lanskap media nasional. Acara pameran ini hanya berlangsung hingga 19 Oktober mendatang, dengan sorotan acara-acara ikonis, tonggak sejarah penting, dan kekuatan kreatif di baliknya, demikian pernyataan dari siaran pers Kementerian Kebudayaan Taiwan.
Acara penghargaan Golden Bell Awards di tahun ini bertemakan “The Next Second, The Future” yang membingkai refleksi sebagai landasan bagi kreativitas dan pencapaian yang berkelanjutan. Pameran ini dibagi menjadi empat area tematik.
Yang pertama mengeksplorasi awal mula dan terobosan penyiaran Taiwan, menampilkan artefak seperti "Pei Mei's Chinese Cook Book," sebuah acara radio spesial bersejarah, dan trofi Golden Bell terdahulu.
Yang kedua meninjau kembali era fandom nasional, menampilkan properti asli dari "Justice Pao," replika set dari "Nights of the Rose," figur maskot dari "Fruity Ice Cream," dan klip dari "Taiwan Tornado," yang menggarisbawahi bagaimana TV dan radio membangun kenangan budaya bersama.
Yang ketiga memungkinkan pengunjung merasakan sensasi kemenangan, dengan replika trofi Golden Bell untuk foto, topeng dari "Copycat Killer," dan video percakapan lintas generasi dengan tokoh-tokoh industri.
Pameran keempat memberikan penghargaan kepada tim produksi dengan set pertunjukan varietas yang direka ulang dan cuplikan pembuatan kapal dari "Lord Jiaqing and The Journey to Taiwan", yang menyoroti kontributor yang seringkali kurang dikenal di balik produksi media Taiwan.
Melengkapi pameran ini, pertunjukan proyeksi cahaya di Gedung Kantor Kepresidenan berlangsung dari Selasa hingga Jumat, pukul 19.00 hingga 21.30, dengan pertunjukan setiap setengah jam.

Pameran 60 Tahun Sejarah Golden Bell (foto: Kementerian Kebudayaan Taiwan)
Dua Lokasi Terbaik untuk Menonton Kembang Api Hari Nasional di Taipei 101
Perayaan Hari Nasional Taiwan 2025 (Double Ten Day) akan semakin meriah dengan pertunjukan kembang api di Taipei 101 yang dipadukan dengan atraksi drone. Selain di MRT Taipei 101, terdapat dua lokasi lain yang sangat populer untuk menyaksikan pertunjukan kembang api, yaitu Taipei City Hall dan Sun Yat-sen Memorial Hall.
Pada perayaan Hari Nasional (Double Ten Day) tahun 2025, pertunjukan kembang api di Taipei 101 akan mengusung tema “Gen. TAIWAN. Momen Kita”, yang akan memproyeksikan kebanggaan Taiwan ke langit malam, mulai dari teknologi, budaya, kreativitas, keberlanjutan. Untuk pertama kalinya, Taipei 101 akan menampilkan pertunjukan gabungan drone dan kembang api.
Informasi Pertunjukan Kembang Api Nasional Taipei 101 Tahun 2025
• Waktu pertunjukan: Jumat, 10 Oktober 2025, pukul 22:00
• Lokasi pertunjukan drone: Di udara antara Gedung Taipei 101 dan Taipei City Hall (di atas area A21 Nanshan)
• Lokasi terbaik untuk menonton:
- Lapangan di depan Taipei City Hall (Jalan Xinyi, Ren'ai, Jalan Shifu)
- Sun Yat-sen Memorial Hall
• Siaran langsung daring: Kanal resmi YouTube Taipei 101 (台北101官方YouTube)
Informasi Pengaturan Lalu Lintas
Mulai 10 Oktober jam 5 sore, area di sekitar Taipei 101, Nanshan A21, dan Taipei City Hall akan diberlakukan pembatasan lalu lintas dan dilarang berkerumun.
Warga disarankan menggunakan transportasi umum, karena banyak ruas jalan akan ditutup.
Apabila karena faktor keamanan drone tidak dapat diterbangkan, maka acara akan diubah menjadi pertunjukan kembang api saja.
Rute dan Transportasi
Peserta disarankan menggunakan MRT jalur biru (Bannan Line) dan turun di Stasiun MRT Taipei City Hall (市政府站), kemudian berjalan kaki menuju lapangan, yang menjadi titik terbaik untuk menonton.
Pada malam acara, Stasiun MRT Taipei 101 / World Trade Center (jalur merah) akan memberlakukan pembatasan jumlah penumpang, dan beberapa pintu keluar (nomor 4 dan 5) akan ditutup sementara pada pukul 21:40 malam s/d 22:25 malam).
Warga diminta mengikuti petunjuk dari petugas di lokasi agar situasi tetap aman dan tidak terjadi kepadatan berlebihan.

Denah tempat terbaik untuk melihat kembang api Taipei 101 (foto: Mababy)
Tempat-Tempat Gratis untuk Menghabiskan Liburan Double Ten
Terkait dengan Hari Nasional Double Ten, beberapa tempat wisata di seluruh Taiwan menyelenggarakan acara khusus dan membuka akses gratis untuk masyarakat umum. Nah, buat kamu yang ingin merasakan euforia Double Ten tanpa harus keluar banyak uang, yuk kita lihat tempat-tempat gratis yang bisa kamu kunjungi!
1. Istana Presiden (Presidential Office)
Yang pertama tentu saja adalah Presidential Office Building, atau Istana Presiden di Taipei. Gedung bersejarah ini biasanya tertutup untuk umum, tapi saat Double Ten, istana dibuka secara gratis untuk kunjungan. Kamu bisa melihat langsung arsitektur kolonial yang megah, ruang-ruang resmi, dan pameran khusus tentang sejarah Taiwan.
2. Parade & Kembang Api Double Ten
Parade nasional diadakan di depan Presidential Office dengan berbagai atraksi militer, marching band, hingga pertunjukan budaya. Semuanya bisa kamu saksikan gratis di sepanjang jalan utama. Malam harinya, pertunjukan kembang api yang luar biasa akan menghiasi langit di lokasi tertentu.
3. Museum Nasional dan Galeri Seni
Banyak museum dan galeri seni di Taiwan membuka pintu mereka secara gratis selama Double Ten. Misalnya, National Palace Museum, salah satu museum seni dan sejarah terbesar di dunia, sering kali menawarkan tiket masuk gratis atau potongan harga khusus. Selain itu, museum-museum lokal seperti Taipei Fine Arts Museum atau National Taiwan Museum juga menggelar berbagai pameran tematik yang menarik untuk semua umur.
4. Taman dan Tempat Wisata Alam
Kalau kamu lebih suka suasana alam, banyak taman kota dan taman nasional yang menggelar acara gratis saat Double Ten. Contohnya, Yangmingshan National Park di Taipei atau Sun Moon Lake di Nantou sering jadi lokasi acara budaya, pertunjukan musik, bahkan bazar lokal yang bisa kamu nikmati tanpa bayar. Beberapa taman juga mengadakan piknik massal atau lomba rakyat yang bisa diikuti siapa saja.
5. Festival Lokal & Pasar Malam
Banyak kota menyelenggarakan festival budaya kecil, pertunjukan seni jalanan, hingga panggung musik rakyat. Meski kamu harus beli makanan sendiri, pertunjukan dan atmosfernya bisa kamu nikmati tanpa biaya. Ini juga waktu yang tepat untuk mencicipi jajanan khas Taiwan sambil menikmati suasana ramai Double Ten!
Fakta Unik: Sejarah dan Makna Bendera Nasional Republik Tiongkok
Dalam sejarah panjang bangsa Tiongkok, tak banyak simbol yang memiliki makna politik, historis, dan ideologis yang begitu dalam seperti bendera nasional Republik Tiongkok, yang saat ini digunakan oleh Taiwan. Bendera ini dikenal secara formal sebagai "Langit Biru, Matahari Putih, dan Tanah Merah", atau dalam bahasa Mandarin disebut 青天白日滿地紅旗 (Qīngtiān Bái Rì Mǎn Dì Hóng Qí). Di balik warna-warnanya yang cerah dan desain yang sederhana, tersimpan cerita panjang perjuangan, cita-cita revolusioner, dan nilai-nilai luhur yang melandasi berdirinya Republik Tiongkok.
Untuk memahami bendera ini secara utuh, kita perlu menelusuri sejarahnya dari akhir abad ke-19, ketika Tiongkok masih berada di bawah kekuasaan Dinasti Qing. Saat itu, dunia sedang mengalami perubahan besar. Ide-ide seperti demokrasi, kebangsaan, dan pemerintahan rakyat mulai menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Asia Timur. Salah satu tokoh revolusioner yang paling berpengaruh pada masa itu adalah Sun Yat-sen, yang kelak dikenal sebagai Bapak Pendiri Republik Tiongkok.
Namun, sebelum Sun Yat-sen menjadi tokoh utama dalam sejarah Tiongkok modern, ada seorang pemuda revolusioner bernama Lu Hao-tung (陆皓东), yang memiliki peran penting dalam cikal bakal lahirnya simbol nasional ini. Pada tahun 1895, Lu Hao-tung merancang sebuah lambang berbentuk matahari putih dengan dua belas sinar, yang terletak di atas langit biru. Desain ini kemudian dikenal sebagai "Matahari Putih di Langit Biru". Lambang ini pertama kali digunakan oleh kelompok revolusioner yang berusaha menggulingkan Dinasti Qing dan menggantinya dengan pemerintahan republik.
Meskipun upaya kudeta pada tahun itu gagal dan Lu Hao-tung gugur sebagai martir, simbol yang ia ciptakan tidak ikut hilang. Justru, desain ini diadopsi oleh Sun Yat-sen dan kemudian oleh partainya, Kuomintang atau KMT, sebagai simbol perjuangan mereka untuk membentuk negara republik yang modern dan demokratis.
Beberapa dekade kemudian, tepatnya pada tahun 1917, lambang "Matahari Putih di Langit Biru" diresmikan sebagai bendera militer oleh KMT. Namun, baru pada 17 Desember 1928, bendera ini dikombinasikan dengan latar merah dan diresmikan secara nasional sebagai bendera resmi Republik Tiongkok, setelah KMT berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Tiongkok daratan melalui Ekspedisi Utara.
Bagian-bagian dari bendera:
Bagian pertama adalah warna biru yang menjadi latar dari lambang matahari. Biru melambangkan langit yang luas dan bebas, simbol dari kebebasan dan keadilan. Dalam kerangka ideologi Sun Yat-sen, warna biru ini mewakili prinsip nasionalisme, atau dalam bahasa Mandarin disebut 民族主義 (Minzu Zhuyi). Prinsip ini menekankan pentingnya kedaulatan nasional dan identitas kebangsaan rakyat Tiongkok yang saat itu terpecah dan dijajah oleh kekuatan asing.
Selanjutnya adalah lambang matahari putih dengan dua belas sinar. Warna putih mewakili kemurnian, kejujuran, dan kesetaraan hukum. Dua belas sinar pada matahari melambangkan dua belas jam tradisional Tiongkok, di mana setiap "jam" mewakili dua jam dalam sistem modern. Simbol ini mencerminkan semangat yang terus bersinar sepanjang waktu—sebuah lambang dari kewaspadaan, kerja keras, dan kelangsungan hidup bangsa. Dalam filosofi politik Sun Yat-sen, warna putih dan lambang matahari ini mewakili prinsip demokrasi, atau 民權主義 (Minquan Zhuyi)—di mana kekuasaan berasal dari rakyat dan harus dijalankan oleh rakyat untuk kepentingan rakyat.
Kemudian, bagian bawah bendera didominasi oleh warna merah, yang melambangkan tanah yang subur dan semangat rakyat yang membara. Merah dalam konteks ini tidak hanya berarti keberanian atau pengorbanan, tetapi juga simbol dari persaudaraan dan kesetaraan sosial. Dalam ideologi "Tiga Prinsip Rakyat" (三民主義 / San Min Zhu Yi), warna merah melambangkan prinsip Kesejahteraan Rakyat, atau 民生主義 (Minsheng Zhuyi)—di mana pemerintah harus bekerja demi kemakmuran seluruh rakyat.
Jadi, melalui kombinasi biru, putih, dan merah, bendera Republik Tiongkok tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga representasi filosofis dari tujuan besar pendirian negara ini: membentuk sebuah bangsa yang merdeka, demokratis, dan makmur.
Namun, sejarah bendera ini tidak berhenti sampai di situ. Setelah Perang Dunia II, Republik Tiongkok mengalami gejolak besar. Dalam perang saudara antara Kuomintang (KMT) dan Partai Komunis Tiongkok (PKT), KMT akhirnya kalah dan mundur ke pulau Taiwan pada tahun 1949. Sejak saat itu, bendera ini tidak lagi berkibar di daratan utama Tiongkok, tetapi tetap menjadi simbol nasional di Taiwan, yang secara resmi masih menyebut dirinya sebagai Republik Tiongkok.
Meski demikian, sejak tahun 1971, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menggantikan posisi Taiwan di Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai perwakilan resmi dari seluruh Tiongkok. Sejak itu pula, bendera "Langit Biru, Matahari Putih, dan Tanah Merah" secara internasional mengalami penyusutan pengakuan. Di Republik Rakyat Tiongkok, penggunaan bendera ini dilarang keras, karena dianggap sebagai simbol pemerintahan yang telah dikalahkan.
Tetapi bagi masyarakat Taiwan, terutama yang masih menjunjung nilai-nilai Sun Yat-sen dan sejarah Republik Tiongkok, bendera ini tetap menjadi simbol penting dari identitas nasional, kebebasan politik, dan perjuangan demokratis. Bahkan di tengah perdebatan internal Taiwan mengenai identitas nasional dan hubungan dengan Tiongkok daratan, bendera ini tetap memiliki posisi kuat dalam benak banyak warga.
Menariknya, karena sensitifnya status politik Taiwan, dalam banyak ajang internasional seperti Olimpiade, Taiwan tidak diizinkan menggunakan bendera nasional ini secara resmi. Sebagai gantinya, mereka harus tampil di bawah nama "Chinese Taipei", dengan bendera khusus yang dirancang netral.

Bendera ROC di Taoyuan (foto: YC. Huang)