Halo teman-teman Jmers apa kabar?
Hari ini saya mau ajak kalian ngobrol tentang sesuatu yang mungkin nggak banyak dibahas di sekolah atau kampus, tapi sangat penting buat masa depan kita. Topiknya: Apakah AI bakal bikin kita semua nganggur?
Atau justru, AI malah membuka lapangan kerja baru—yang mungkin nggak pernah kita duga sebelumnya.
Hari ini saya ingin ngobrol tentang sesuatu yang sedang ramai dibicarakan di dunia teknologi, tapi punya dampak besar juga buat kehidupan sehari-hari kita.
Inspirasi obrolan kali ini saya dapat dari sebuah artikel di majalah Fortune, di mana CEO Nvidia, Jensen Huang, berbicara tentang masa depan dunia kerja. Dan menariknya, beliau menekankan bahwa justru profesi seperti tukang listrik dan tukang ledeng akan sangat dibutuhkan di masa depan—bahkan sampai ratusan ribu orang!
Kita sering berpikir kalau teknologi berkembang pesat, maka semua pekerjaan akan digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan. Banyak pekerjaan entry-level, apalagi yang sifatnya administratif atau repetitif, perlahan bisa digantikan mesin.
Tapi menurut Jensen Huang, kenyataannya tidak sesederhana itu. AI dan komputer memang akan mengotomatisasi banyak hal, tetapi ada keterampilan yang tidak bisa digantikan mesin—seperti memperbaiki instalasi listrik di rumah, memasang pipa air, atau menangani perbaikan mekanik. Itu semua butuh tangan manusia.
Ada sisi lain yang jarang diangkat: AI butuh infrastruktur fisik. Pusat data, gedung, server, sistem pendingin, listrik, dan ribuan kabel. Dan siapa yang membangunnya? Siapa yang merawatnya? Bukan robot. Jawabannya: manusia dengan keterampilan tangan—skilled trades.