Pembukaan “Pirate Village” di Chiayi — Saksikan 5 Juta Keping Dinding Mosaik
Objek wisata yang telah lama dinantikan di Chiayi, “Pirate Village”, kini resmi dibuka. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan megahnya dinding mosaik raksasa, mengikuti kegiatan edukasi pertanian, dan mencicipi hidangan khas pedesaan, menghadirkan pengalaman baru dalam wisata pedesaan.
“Pirate Village” didirikan oleh seniman keramik pemenang Chiayi Cultural Award ke-3, Hsieh Tung-che (謝東哲), yang menghabiskan 8 tahun untuk mempersiapkannya. Terinspirasi dari masa kejayaan pelayaran besar ketika Beigang (笨港) menjadi pusat perdagangan maritim, tempat ini menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan industri pedesaan, menampilkan kekuatan budaya lokal Chiayi. Pengunjung bisa membuat DIY keramik kochin (交趾陶), mozaik keramik tradisional jiannian(剪粘), dan mosaik modern, belajar cara bercocok-tanam, serta menikmati aneka makanan leat, seperti produk pertanian segar Chiayi, pizza yang dipanggang dengan kayu longan, dan roti panggang.
Sebelum pembukaannya, dinding luar taman ini sudah menjadi spot foto populer, karena menampilkan lukisan dinding spektakuler yang dibuat dari 5 juta keping mosaik. Dinding ini tidak hanya indah, tetapi juga bercerita dan berfungsi sebagai ruang edukatif yang membantu pengunjung memahami sejarah awal Taiwan.
Ke depannya, taman ini akan terhubung dengan tempat wisata sekitar, seperti Kuil Mazu Beigang, Museum Istana Nasional Cabang Selatan, dan Desa Seni Keramik Bantaoyao, menjadi daya tarik baru di kawasan pertanian Chiayi. Proyek ini diharapkan dapat mengembangkan industri pertanian, memperdalam pertukaran budaya internasional, serta memperkuat citra Chiayi sebagai pusat budaya pedesaan Taiwan.
Harga tiket: 120NTD
Jam buka: 09:00-17:00 (Libur hari Selasa)

Pasar Malam dan Kegiatan Belanja Mendominasi Rencana Perjalanan Wisata di Taiwan
Berdasarkan survei survei pengeluaran dan perilaku wisatawan yang dilakukan oleh Ditjen Pariwisata Taiwan tahun 2024, lebih dari 80% wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Taiwan memasukkan pasar malam dalam rencana mereka.
Survei tersebut menemukan bahwa 83% wisatawan menjelajahi pasar malam, dengan Raohe, Shilin, dan Ningxia sebagai tiga teratas. Pasar malam menempati peringkat ketiga sebagai aktivitas paling umum, setelah berbelanja dan mengunjungi situs bersejarah.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 45% wisatawan mengunjungi Taiwan untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Selain pasar malam, objek wisata utama lainnya termasuk Taipei 101, Ximending, dan Jiufen.
Pemandangan alam meninggalkan kesan yang mendalam bagi wisatawan. Dalam peringkat objek wisata favorit, Danau Sun Moon berada di peringkat pertama, diikuti oleh Jiufen dan Tamsui.
Lebih dari 90% wisatawan berbelanja suvenir atau makanan khas lokal selama kunjungan mereka. Baik wisatawan grup maupun independen paling sering membeli makanan khas atau camilan lokal.
Untuk pembelian kedua, wisatawan grup memilih teh, sementara wisatawan independen memilih pakaian dan aksesori.
Survei tersebut melaporkan tingkat kepercayaan 95% dan kesalahan pengambilan sampel kurang dari 1,3%
Landmark Olahraga Baru di Atap Taichung! “PiCKLE & CHiLL” Hadirkan Tren Pickleball di Langit Kota
Taichung kembali memiliki destinasi baru untuk dikunjungi dan diabadikan di media sosial! Terletak di rooftop lt.15 Park Lane by CMP, “PiCKLE & CHiLL” resmi dibuka pada 26 September, menghadirkan konsep yang menggabungkan olahraga, interaksi sosial, dan pemandangan kota, sekaligus menjadi lapangan pickleball pertama di Taichung yang berada di ketinggian. Ruang terbuka ini dirancang oleh tim “googoods”, menampilkan gerbang kayu, tanaman hijau, dan panorama garis langit kota, menciptakan atmosfer santai.
Pickleball adalah olahraga gabungan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja, dengan aturan sederhana dan tempo cepat, sehingga menjadi olahraga populer secara global dalam beberapa tahun terakhir. “PiCKLE & CHiLL” menerapkan sistem reservasi, dengan lapangan yang berada di rooftop Star Hostel Taichung Parklane. Pengunjung dapat bermain di ketinggian sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan kota, menghadirkan pengalaman unik yang memadukan olahraga dan panorama perkotaan.
Selain itu, lokasi ini bekerja sama dengan “Star Café” untuk menyediakan ruang santai pasca-olahraga. Pengunjung bisa menikmati cocktail, kopi, atau camilan ringan setelah bermain, sambil menyaksikan pemandangan malam kota dan Pegunungan Dadu.
Ke depannya, “PiCKLE & CHiLL” akan bekerja sama dengan Asosiasi Pickleball Taiwan dan Asosiasi Pickleball Kota Taichung untuk mengadakan kelas pemula dan turnamen persahabatan, serta mendapat dukungan peralatan dari brand internasional JOOLA.
Lapangan di atas rooftop ini tidak hanya menghadirkan pemandangan olahraga baru di Taichung, tetapi juga menambahkan sentuhan energi dan dinamika bagi kota.
Lokasi: Rooftop Lt.15 Park Lane by CMP

Bocoran Informasi “Christmasland New Taipei 2025”!
Perayaan akhir tahun yang ditunggu-tunggu “Christmasland 2025” akhirnya kembali hadir! Tahun ini, acara akan dibuka pada 14 November dan berlangsung selama 45 hari hingga 28 Desember. Meskipun tema resmi belum diumumkan, kabarnya acara kali ini akan mengusung konsep “Sirkus”. Detail lengkapnya akan dipaparkan dalam konferensi pers pada 23 Oktober, jadi mari kita bersabar menunggu kejutan tahun ini.
Setiap tahun, waktu pembukaan Christmasland New Taipei selalu dinantikan masyarakat. Pemerintah Kota New Taipei mengumumkan lewat laman resminya bahwa acara tahun ini akan diadakan dari 14 November hingga 28 Desember. Menariknya, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berlangsung hingga awal Januari, tahun ini acara tidak diperpanjang hingga tahun baru, melainkan diselenggarakan selama sekitar satu setengah bulan, menemani warga merayakan Natal yang penuh warna dan keceriaan.
Sementara itu, tema dan karakter IP selalu menjadi sorotan utama publik. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota New Taipei pernah bekerja sama dengan merek internasional seperti Disney dan LEGO untuk menghadirkan dekorasi dan panggung tematik. Tahun lalu, acara dipimpin oleh karakter Malaikat Ajaib, bersama Xiaoke (maskot Biro Pariwisata Pemerintah Kota New Taipei) dan tiga temannya, yang menyalakan suasana magis di Banqiao. Tahun ini, masyarakat menantikan apakah akan hadir karakter baru. Berdasarkan informasi terpercaya, tema tahun ini adalah “Sirkus”, namun rincian tentang kolaborasi IP masih dirahasiakan hingga pengumuman resmi pada 23 Oktober.

“Go Slow, Go Taitung” — 3 Jalur Wisata Santai di Taitung
Untuk mempromosikan wisata lokal dan mendukung konsep pariwisata berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Taitung meluncurkan tiga paket wisata baru berdurasi dua hari yang mencakup Pantai Timur, Lembah Tengah, dan Jalur Selatan. Ketiganya mengusung tema “Petualangan Santai (慢冒險)”, “Bernapas Santai (慢呼吸)”, dan “Renungan Santai (慢思緒)”, yang mengajak wisatawan menyelami keindahan alam dan kekayaan budaya Taitung. Dalam perjalanan ini, pengunjung tidak hanya menikmati panorama gunung dan laut, tetapi juga merasakan kearifan hidup masyarakat Taitung melalui kegiatan pedesaan dan budaya komunitas adat.
Menurut Direktur Kantor Transportasi dan Pengembangan Pariwisata Taitung, Bu Min-zheng (卜敏正), tujuan membangun merek “Taitung Slow Travel” adalah agar lebih banyak wisatawan mengenal kearifan hidup dan nilai budaya Taitung. Ia menekankan bahwa slogan “Go Slow, Go Taitung!” bukan sekadar kalimat promosi, melainkan semangat utama yang telah lama dipegang Taitung — mendorong orang untuk memperlambat langkah, menikmati setiap momen perjalanan, dan menjalin hubungan yang lebih dalam dengan alam dan masyarakat setempat.
Ketiga rute wisata berkelanjutan ini berfokus pada keunikan wilayah Taitung: dari budaya suku pesisir di Pantai Timur, kehidupan agraris di Lembah Tengah, hingga lanskap alami Jalur Selatan.
1. Rute “Petualangan Santai” – Pantai Timur
Perjalanan ini membawa wisatawan ke Desa Dulan, untuk mempelajari kebijaksanaan tradisional suku Amis dalam pembuatan minuman fermentasi. Pada sore hari, peserta dapat mendayung kano di Samudra Pasifik, lalu melanjutkan dengan kunjungan ke Pelabuhan Chenggong, memahami budaya nelayan lokal. Perjalanan diakhiri dengan makan malam seafood seggar.
2. Rute “Bernapas Santai” – Lembah Tengah
Rute ini menyoroti kearifan ekologis dan kehidupan pertanian. Wisatawan belajar tentang interaksi antara ikan dan elang dalam menjaga ekosistem sawah, lalu mengunjungi Museum Budaya Beras Chishang untuk memahami sejarah dan proses produksi beras terkenal dari daerah itu. Pengalaman berlanjut dengan kegiatan agrowisata buah-buahan serta menikmati kopi nol emisi karbon, yang menggambarkan hubungan erat antara petani, tanah, dan semangat keberlanjutan dari ladang hingga ke meja makan.
3. Rute “Renungan Santai” – Jalur Selatan
Fokus pada perpaduan budaya dan alam, wisatawan memulai perjalanan dari peternakan lebah, belajar tentang ekologi dan kegiatan pertanian seperti menetaskan telur ayam. Mereka juga akan mencicipi hidangan lokal berbahan segar, lalu melanjutkan ke Desa Jinlun untuk mengenal budaya sayuran liar khas masyarakat adat, menikmati pemandangan pantai, dan mengunjungi Gereja Katolik Santo Yosef.
Ketiga jalur wisata ini tidak hanya menekankan ritme perjalanan yang lambat dan rileks, tetapi juga menghidupkan semangat keberlanjutan, melestarikan budaya dan pengetahuan suku penduduk asli, dan mendorong pertanian ramah lingkungan.
Melalui paket-paket wisata ini, Pemerintah Kabupaten Taitung berharap semakin banyak wisatawan dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan komunitas lokal, menjadikan perjalanan bukan sekadar eksplorasi, tetapi juga aksi nyata untuk menjaga kelestarian alam dan budaya Taitung.
