Kasus Penipuan Melibatkan Penjualan Rekening Bank PMA, Meningkat 4 Kali Lipat
(Taiwan, ROC) Kasus penipuan yang terjadi di dalam negeri semakin merajalela, salah satu sumber utama berasal dari pekerja migran yang "hilang kontak" menjual rekening bank mereka kepada oknum penipuan. Legislator Wang Shih-chien(王世堅) kemarin (13/10) saat sidang interpelasi, ia menyampaikan berkaitan dengan rekening bank yang terlibat dalam penipuan terdata sejumlah 521 kasus pada tahun 2022, hingga Juni 2025 telah menembus sebanyak 2.054 kasus, peningkatan hampir 4 kali lipat , memberikan dampak besar, maka ia meminta agar Badan Pengawas Keuangan (FSC) menegaskan kepada Kementerian Ketenagakerjaan "memutus arus keuangan rekening bank" untuk mencegah mereka menjadi kaki tangan oknum penipuan.
FSC memberikan laporan bahwa, legislator Wang Shih-chien mempertanyakan terkait pekerja kaburan, hilang kontak yang menjual rekening bank kepada oknum penipuan, sejak tahun 2022 mencatat 521 kasus, terus mengalami peningkatan, 961 kasus tahun 2023, 1.862 kasus tahun 2024, hingga Juni 2025 melampaui 2.000 kasus.
Legislator Wang mengatakan, meskipun saat ini denda per orang sebesar NT$1 juta, hukuman penjara maksimal 3 tahun, beranggapan hukuman berat tidak ada gunanya, pekerja migran telah keluar / meninggalkan tempat ini, apakah pemerintah berharap mengekstradisi mereka? Legislator Wang menambahkan hal ini memberi dampak besar, maka ia mempertanyakan kepada FSC, meminta agar berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, namun pembahasan kurang menyeluruh, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan yang kurang aktif, ia berharap kedua belah pihak ini dapat membahas secara jelas.
"Berkaitan dengan mengelola aset pribadi merupakan hak dasar pekerja migran, perlu dikesampingkan dalam sementera waktu", legislator Wang mengatakan, karena mereka yang harus kembali ke negara asal atau hilang kontak, mereka menjual rekening bank mereka, menjadi akun rekening oknum penipuan, FSC seharusnya menon-aktifkan rekening mereka. Pekerja migran "hilang kontak" juga tidak berani menggunakan rekening mereka, maka disarankan buku rekening "ditutup / non-aktifkan", meminta Kementerian Ketenagakerjaan mewajibkan hal ini tertera jelas dalam kontrak kerja, berharap FSC dan Kementerian Ketenagakerjaan membahas dengan jelas, tidak menggunakan alasan HAM untuk "memperumit masalah sederhana."
Ketua FSC, Peng Jin-lung (彭金隆) merespons, pihaknya akan berupaya keras, telah melakukan pembahasan dengan Kementerian Ketenagakerjaan, pihaknya juga menghubungi Ditjen Keimigrasian pada tahun lalu, namun puncak jumlah rekening yang terlibat dalam penipuan pada bulan Agustus mulai menunjukkan penurunan, pihaknya tetap akan mengupayakan untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait dan menerapkan langkah-langkah pengendalian yang efektif.
Rekening Palsu adalah rekening bank yang dibuka atas nama Anda, tetapi Anda tidak menggunakannya. dan memberikannya kepada (menjualnya kepada) orang lain untuk digunakan atau dikendalikan (tentu saja, kartu ATM dan kode pin Anda juga diserahkan kepada orang lain). Biasanya, orang yang menggunakan rekening Anda adalah sindikat kriminal. Mereka menggunakan rekening Anda untuk mentransfer uang masuk dan keluar demi menghindari penyelidikan pihak bank dan polisi. Karena nama pada akun itu masih milik Anda, sehingga polisi akan mencari Anda.
Apakah Anda menganggap menjual rekening hanyalah masalah sepele?
Jika Anda menjual rekening, kartu ATM, dan kode pin Anda kepada orang lain atau membuka rekening untuk digunakan orang lain, rekening Anda akan menjadi rekening palsu. Orang- orang yang tertipu akan mentransfer uang ke rekening palsu Anda sesuai dengan petunjuk komplotan penipu. Komplotan penipu kemudian akan menggunakan kartu ATM dan kode pin Anda untuk menarik semua uang tersebut. Yang berarti Anda telah membantu komplotan penipu untuk menipu orang, dan Anda juga telah melakukan kejahatan penipuan.
MENJAGA DAN MENYELAMATKAN DIRI
1.Data pribadi harus disimpan dengan baik Sekedar mengingatkan Anda bahwa dokumen pribadi harus disimpan dengan baik, jangan sembarangan memberikan data-data pribadi Anda kepada orang asing yang tak dikenal, selain itu barang-barang berharga Anda harap disimpan dengan baik dan perhatikan hal-hal berikut:
1.Jangan menandatangani dokumen apapun yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ataupun dokumen yang tidak dimengerti (misalnya surat hutang atau surat pernyataan). ◎Perhatian! Begitu Anda menandatangani bilyet giro yang tidak jelas atau surat hutang atau dokumen lainnya, maka Anda harus bertanggung jawab membayar pinjaman secara hukum.
2.Jangan memberikan buku tabungan, kartu ATM, stempel, paspor atau kartu ARC serta barang pribadi lainnya kepada orang lain. ◎Perhatian! Begitu Anda memberikan buku tabungan, stempel, atau kartu ATM kepada orang lain, uang di rekening Anda bisa diambil oleh orang lain.
3.Jangan sembarangan percaya dan mengikuti permintaan orang lain untuk pergi ke bank dan melakukan pengurusan pinjaman. ◎Perhatian! Begitu Anda mengurus pinjaman bank, Anda harus bertanggung jawab membayar pinjaman secara hukum.
4.Jangan membiarkan majikan melakukan pemotongan biaya agensi Taiwan dan luar negeri dari gaji Anda.