(Taiwan, ROC) --- Latihan Kekuatan Laut, evaluasi tahunan Angkatan Laut yang berlangsung selama lima hari, berhasil diselesaikan pada awal pekan ini (17/10). Presiden Lai Ching-te (賴清德) juga mengunjungi Qijin, Kaohsiung, untuk menyemangati para prajurit yang berlatih dan menekankan bahwa militer nasional harus meningkatkan kemampuan tempur secara menyeluruh.
Dalam daftar kekuatan angkatan laut global 2025 yang diterbitkan oleh situs web militer Direktori Kapal Perang Militer Modern Dunia, Taiwan saat ini menduduki peringkat ke-12.
Satu per satu kapal perang Angkatan Laut berangkat dari perairan dekat Zuoying, Kaohsiung. Ini adalah latihan penting yang disebut sebagai evaluasi tahunan Angkatan Laut, yaitu Latihan Kekuatan Laut, yang mensimulasikan intersepsi gabungan armada militer komunis di laut.
Angkatan Laut secara keseluruhan melakukan latihan tembak langsung menggunakan meriam 5 inci, meriam cepat 40mm, meriam cepat Phalanx, dan rudal Sea Chaparral. Mereka juga mengirim helikopter anti kapal selam S70-C untuk menjatuhkan torpedo, mengejar dan melawan kapal-kapal militer komunis.
Presiden Lai Ching-te juga pada hari terakhir latihan, mengunjungi pangkalan militer Qijin, Kaohsiung, untuk menyemangati Detasemen Tempur Permukaan Angkatan Laut 62.1 yang melakukan latihan rencana operasi intersepsi gabungan, serta mendengarkan informasi terkait latihan.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, "Militer nasional harus terus memperkuat kemampuan tempur asimetris dan memperkenalkan berbagai teknologi pertahanan canggih untuk meningkatkan ketahanan pertahanan kita."
Formasi tempur armada Angkatan Laut saat memasuki operasi disebut Unit 62, yang mengintegrasikan kapal perang dari unit berbeda dalam formasi campuran, kemudian dibagi menjadi detasemen berdasarkan sifat respons tempur yang berbeda. Detasemen Tempur Permukaan 62.1 yang berpartisipasi dalam latihan kali ini termasuk kapal perusak kelas Keelung, kapal perang Zuoying, serta beberapa kapal perang kelas Kang Ding dan kelas Tuo Chiang, dan lain-lain.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, "Di masa depan, militer nasional akan terus bergerak menuju arah pelatihan baru, pemikiran baru, peralatan baru, dan teknologi baru, mengintegrasikan kekuatan militer yang muncul dan teknologi peralatan untuk meningkatkan kemampuan tempur secara menyeluruh."
Menghadapi situasi tegang di wilayah laut Indo-Pasifik, memperkuat kemampuan tempur Angkatan Laut menjadi tugas utama. Dalam daftar peringkat angkatan laut negara-negara tahun 2025 di situs web militer Direktori Kapal Perang Militer Modern Dunia, Taiwan yang memiliki 94 kapal menduduki peringkat ke-12, melampaui negara-negara seperti Spanyol dan Jerman. Di wilayah Asia, Taiwan menduduki peringkat keenam.
Narasi pengantar Angkatan Laut India menyebutkan, "Sebagai bagian dari armada Pedang Timur yang agung, INS Udaygiri akan melindungi kapal dagang serta menunjukkan kekuatan untuk melintasi wilayah laut Indo-Pasifik. Dan kapal ini sekuat prajuritnya."
India, kekuatan Indo-Pasifik lainnya, menduduki peringkat ke-7 dalam daftar kekuatan angkatan laut global. Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan India juga mengumumkan target pembangunan angkatan laut untuk 15 tahun ke depan, yaitu untuk memperoleh sejumlah besar kapal perusak dan fregat besar, mempercepat modernisasi kemampuan tempur, yang juga menarik perhatian dari berbagai pihak.