Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Shuang Jiang: Fenomena Jelajahi Tradisi, Cuaca, dan Kiat Kesehatan di Penghujung Musim Gugur  

25/10/2025 Feng Shui
Feng Shui
Feng Shui

(Taiwan, ROC) --- Seiring berjalannya waktu, alam menyuguhkan siklus perubahan yang tak pernah berhenti. Salah satu penanda penting dalam kalender tradisional Asia Timur adalah Turunnya Embun Beku (霜降 Shuāng Jiàng), sebuah istilah matahari yang bukan sekadar penanda tanggal, melainkan sebuah gerbang menuju fase baru dalam setahun.

Istilah ini merangkum kearifan kuno tentang perubahan iklim, praktik pertanian, serta panduan gaya hidup dan kesehatan yang relevan hingga kini. Pada tahun 2025 ini, Shuang Jiang akan jatuh pada hari Kamis, 23 Oktober, menandai momen krusial di penghujung musim gugur.

 

Mengenal Lebih Dekat Momen Shuang Jiang

Dalam sistem 24 Istilah Matahari, sebuah kalender lunisolar yang telah digunakan selama ribuan tahun di Tiongkok dan wilayah sekitarnya, setiap istilah matahari memiliki makna astronomis dan meteorologis yang mendalam. Sistem ini membagi siklus tahunan matahari menjadi 24 periode, masing-masing berdurasi sekitar 15 hari, yang secara akurat menggambarkan posisi matahari di ekliptika dan perubahan iklim di bumi.

Shuang Jiang adalah istilah matahari kedelapan belas, menempatkannya sebagai penanda terakhir dari musim gugur yang mulai mendingin, sebelum akhirnya memasuki musim dingin yang membeku.

Secara astronomis, Shuang Jiang terjadi ketika matahari mencapai bujur ekliptika 210 derajat. Ini biasanya jatuh pada tanggal 22, 23, atau 24 Oktober dalam kalender Gregorian.

Penentuan yang presisi ini memungkinkan masyarakat kuno untuk memprediksi perubahan cuaca dan merencanakan kegiatan pertanian mereka dengan lebih efektif. Bagi banyak kebudayaan, momen ini bukan hanya tentang kalender, tetapi juga tentang merasakan transisi alam, dari kehangatan musim gugur yang lembut menuju dinginnya musim dingin yang akan datang.

 民報Taiwan People News | 【民報農民曆-霜降2】「霜降無雨,暖到立冬」? 氣象署:11年中有8年是暖的!

Salah satu penanda penting dalam kalender tradisional Asia Timur adalah Turunnya Embun Beku (霜降 Shuāng Jiàng) Foto: 民報

Esensi Makna di Balik Shuang Jiang

Istilah Shuang Jiang secara harfiah menggambarkan fenomena alam yang menjadi ciri khas periode ini. Embun beku (, shuāng) merujuk pada kristal es putih yang terbentuk ketika uap air di permukaan bumi mengembun dan membeku pada suhu di bawah titik beku, biasanya terjadi pada malam hari yang cerah dan dingin.

Sementara kata turun (, jiàng) dalam konteks ini tidak berarti embun beku jatuh dari langit seperti hujan atau salju, melainkan mengacu pada kemunculan atau pengendapan embun beku pertama di permukaan tanah, dedaunan, dan benda-benda lain. Ini adalah tanda visual pertama bahwa udara telah menjadi sangat dingin, mendekati kondisi musim dingin.

Kutipan dari teks klasik Yue Ling Qi Shi Er Hou Jie Jie (月令七十二候集解), menegaskan hal ini, "Pada pertengahan bulan kesembilan, udara menyejuk dan membeku, embun mengkristal menjadi embun beku."

Ini menunjukkan bahwa fenomena Shuang Jiang adalah indikator kunci dari perubahan suhu yang signifikan, menandakan bahwa musim dingin sudah di ambang pintu. Bagi masyarakat agraris, kemunculan Shuang Jiang memiliki implikasi penting, baik sebagai pertanda akhir musim tanam tertentu maupun sebagai persiapan untuk menghadapi dinginnya musim paceklik.

 

Fenomena Unik Angin Jiujiang di Taiwan

Meskipun istilah matahari bersifat universal, manifestasi cuacanya seringkali memiliki karakteristik regional. Di Taiwan, periode setelah Shuang Jiang di bulan kesembilan kalender lunar diwarnai oleh fenomena klimatologi khas yang dikenal sebagai Angin Jiujiang (九降風). Ini adalah angin kencang yang bertiup, terutama disebabkan oleh angin monsun timur laut yang mulai menguat.

Keunikan Angin Jiujiang sangat terasa di wilayah Hsinchu. Topografi Hsinchu yang khas, dengan lembah dan pegunungan yang membentuk semacam terowongan angin, memperkuat hembusan angin monsun timur laut, menjadikannya sangat kencang dan konstan.

Angin ini, meskipun terkadang merepotkan, telah dimanfaatkan secara cerdik oleh masyarakat setempat selama berabad-abad. Produk-produk khas Hsinchu seperti mi beras dan kue kesemek (persimmon cake) sangat bergantung pada karakteristik Angin Jiujiang untuk proses pengeringan alami.

Angin yang kuat dan kering membantu mengeringkan mi dan kesemek dengan cepat dan merata, menghasilkan tekstur dan rasa yang unik dan berkualitas tinggi yang tidak dapat dicapai dengan metode pengeringan buatan. Ini adalah contoh sempurna bagaimana kearifan lokal beradaptasi dengan kondisi alam untuk menciptakan warisan budaya dan kuliner.

手繪圖解・天氣動態全知道生活萬用氣象學》:台東焚風、恆春落山風、新竹九降風- TNL The News Lens 關鍵評論網

 Angin Jiujiang (九降風). Foto: TNL

Kearifan Lokal dalam Peribahasa: Cerminan Kehidupan dan Alam

Berbagai peribahasa yang terkait dengan Shuang Jiang tidak hanya berfungsi sebagai pengingat akan perubahan cuaca, tetapi juga sebagai cerminan filosofi hidup dan observasi mendalam masyarakat terhadap alam:

1. 九月起九降,臭頭仔無地藏 (Angin Jiujiang mulai bertiup di bulan kesembilan, si kepala botak tak punya tempat bersembunyi)

Peribahasa ini menggambarkan kekuatan luar biasa dari Angin Jiujiang di bulan kesembilan kalender lunar. Dengan sentuhan humor, peribahasa ini melukiskan betapa dahsyatnya angin itu, sampai-sampai topi yang dikenakan oleh orang berkepala botak pun bisa terlepas dan terbang, membuat kepalanya yang botak tidak bisa lagi bersembunyi dari pandangan. Ini adalah metafora yang kuat untuk menggambarkan kekuatan alam yang tak terhindarkan dan seringkali tak terduga.

 

2. 霜降,風颱走去藏 (Shuang Jiang, taifun bersembunyi)

Secara tradisional, masyarakat kuno percaya bahwa setelah istilah matahari Shuang Jiang, musim taifun telah berakhir dan badai-badai besar akan bersembunyi atau mereda. Keyakinan ini didasarkan pada pola cuaca yang diamati selama berabad-abad.

Namun, di Taiwan, realitasnya terkadang berbeda. Meskipun jarang, taifun masih bisa melanda di bulan kesembilan kalender lunar. Hal ini melahirkan peribahasa lain yang lebih realistis dan mengandung peringatan, 九月颱,無人知 (Taifun bulan kesembilan, tak ada yang tahu). Peribahasa ini menyoroti bahaya kelengahan.

Karena bulan kesembilan bukanlah puncak musim taifun, kewaspadaan masyarakat cenderung menurun. Akibatnya, jika taifun datang pada waktu yang tidak terduga ini, seringkali menyebabkan kerusakan yang lebih parah karena masyarakat tidak siap. Ini adalah pengingat penting untuk selalu waspada terhadap kekuatan alam, bahkan di luar musim puncaknya.

 

3. 一年補透透,不如補霜降 (Lebih baik menutrisi saat Shuang Jiang daripada sepanjang tahun)

Peribahasa ini mengandung kearifan kesehatan yang mendalam, terutama dari perspektif pengobatan tradisional Tiongkok. Ini menekankan pentingnya mempersiapkan tubuh untuk menghadapi musim dingin yang akan datang.

Membangun fondasi kesehatan yang kuat di penghujung musim gugur dianggap jauh lebih efektif dalam mencegah penyakit dan menjaga vitalitas sepanjang musim dingin, dibandingkan dengan upaya nutrisi yang sporadis sepanjang tahun.

Dengan fondasi yang kuat, tubuh akan lebih tahan terhadap dingin dan penyakit yang sering menyertainya. Namun, penting untuk melakukan nutrisi seimbang pada saat ini.

Disarankan untuk mengonsumsi bahan makanan alami yang ringan dan memiliki rasa netral. Metode nutrisi yang panas seperti sup bebek jahe, ayam arak, atau sup domba, meskipun populer di musim dingin, tetapi dapat menyebabkan panas dalam dan sembelit bagi individu dengan konstitusi tubuh yang sudah cenderung panas. Keseimbangan adalah kunci untuk menjaga harmoni internal tubuh.

 10/23霜降「吃柿子」!解析霜降吃什麼,禁忌習俗、養生、開運一次看

 Fenomena Shuang Jiang adalah indikator kunci dari perubahan suhu yang signifikan, menandakan bahwa musim dingin sudah di ambang pintu. Foto: PIXABAY

Adat Istiadat dan Anjuran Kesehatan di Masa Shuang Jiang

Periode Shuang Jiang adalah waktu yang kaya akan tradisi dan anjuran kesehatan yang relevan dengan perubahan musim:

 

1. Mendaki Tinggi, Menikmati Daun Maple, dan Menerbangkan Layang-layang

Festival Chongyang (重陽節): Bertepatan dengan Shuang Jiang, festival penting ini jatuh pada hari kesembilan bulan kesembilan kalender lunar. Ini adalah festival tradisional mendaki tinggi dan menghormati orang tua. Pada masa ini, bunga krisan sedang mekar penuh. Orang zaman dahulu akan mendaki gunung, menikmati keindahan bunga krisan, dan minum arak krisan yang diyakini memiliki khasiat kesehatan. Oleh karena itu, Festival Chongyang juga dikenal sebagai Festival Krisan.

Menerbangkan Layang-layang: Cuaca pada saat ini yang sejuk dan berangin menjadikannya waktu yang sangat cocok untuk menerbangkan layang-layang. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga menjadi ajang festival layang-layang yang meriah di berbagai tempat di Taiwan, menarik partisipasi dari segala usia.

 

2. Menghindari Makanan Pedas dan Menjaga Kelembapan Tubuh:

Fenomena kekeringan musim gugur (秋燥, qiūzào) pada akhir musim gugur sangat intens. Tubuh cenderung mudah mengalami kekeringan, yang dapat bermanifestasi sebagai kulit kering, bibir pecah-pecah, batuk kering, atau tenggorokan gatal.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan pedas dan berasa kuat yang dapat merangsang dan memperburuk kondisi kekeringan serta memicu panas dalam.

Sebaliknya, fokuslah pada makanan yang dapat menghasilkan cairan tubuh dan melembapkan kekeringan. Buah-buahan seperti pir, lengkeng, dan kurma merah, serta bahan makanan seperti, madu, dan akar teratai, sangat dianjurkan.

Makanan-makanan ini membantu menyehatkan energi yin dan melembapkan paru-paru, organ yang menurut pengobatan tradisional Tiongkok sangat rentan terhadap kekeringan.

 

3. Mengatasi Gangguan Tidur dan Emosi:

Masa Shuang Jiang adalah periode transisi musim yang seringkali memengaruhi ritme biologis tubuh. Perubahan durasi siang hari yang semakin pendek dapat mengganggu ritme sirkadian manusia, yang pada gilirannya memengaruhi sekresi hormon penting seperti melatonin (hormon tidur) dan serotonin (neurotransmitter yang memengaruhi suasana hati). Hal ini dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti insomnia, dan ketidakstabilan emosi.

Nutrisi untuk Tidur dan Suasana Hati: Dokter pengobatan Tiongkok, Su Wen-jin (蘇玟今), menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya triptofan, asam amino esensial yang merupakan prekursor serotonin dan melatonin.

Sumber triptofan yang baik meliputi susu hangat, bubur millet, telur, kacang-kacangan, dan daging kalkun. Selain itu, pisang yang kaya akan magnesium dan kalium juga dapat membantu merelaksasi otot dan saraf, sehingga memperbaiki kualitas tidur.

 

Kesimpulan

Shuang Jiang lebih dari sekadar tanggal di kalender, ia adalah sebuah narasi tentang hubungan manusia dengan alam. Ia mengajarkan kita tentang presisi astronomi, kearifan pertanian, kekayaan tradisi budaya, dan pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan.

Dengan memahami dan menghargai makna di balik istilah matahari ini, kita dapat lebih siap menghadapi perubahan musim, merawat tubuh dan pikiran, serta menikmati keindahan unik yang ditawarkan oleh penghujung musim gugur.

Ini adalah pengingat bahwa dalam setiap perubahan, terdapat pelajaran dan kesempatan untuk hidup lebih selaras dengan irama alam semesta.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解