Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Shun Feng-er (順風耳) Qian Li-yan (千里眼)  

15/11/2025 Feng Shui
Shun Feng-er (順風耳) Qian Li-yan (千里眼)
Shun Feng-er (順風耳) Qian Li-yan (千里眼)

(Taiwan, ROC) --- Dalam khazanah mitologi Tiongkok, sosok Shun Feng-er (順風耳) dikenal sebagai salah satu jenderal dewa pengawal Dewi Mazu (媽祖) yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mendengar setiap suara di seluruh penjuru dunia. Namun, sebelum menjadi pelayan setia dewi pelindung lautan, Shun Feng-er memiliki kisah asal-usul yang beragam, berawal dari entitas iblis yang ditaklukkan.

 

Asal-Usul Legenda yang Beragam

Berbagai legenda mengelilingi asal-usul Shun Feng-er, seringkali dikaitkan dengan rekannya, Qian Li-yan (千里眼), yang memiliki kemampuan melihat jarak jauh.

Salah satu versi menyebutkan bahwa Qian Li-yan dan Shun Feng-er adalah jelmaan roh emas dan roh air. Namun, narasi yang lebih populer mengisahkan mereka sebagai jenderal perkasa di bawah Raja Zhou dari Dinasti Shang, yaitu dua bersaudara Gao Ming (高明) dan Gao Jue (高覺).

Keduanya gugur dalam pertempuran melawan penasihat militer Raja Wen dari Zhou, Jiang Zi-ya (姜子牙). Roh mereka yang gelisah kemudian bersemayam di Gunung Taohua, mengganggu penduduk setempat.

Dewi Mazu, yang saat itu dikenal sebagai Lin Mo-niang (林默娘), mendengar penderitaan rakyat. Ia pergi sendiri ke gunung, menghadapi kedua entitas tersebut. Setelah pertarungan sengit yang melibatkan jimat perunggu dan mantra suci, Lin Mo-niang berhasil menaklukkan mereka. Kedua iblis itu menyerah, berjanji untuk bertobat dan membantu Mazu dalam misi penyelamatan makhluk hidup. Setelah Mazu mencapai pencerahan, mereka resmi menjadi Qian Li-yan dan Shun Feng-er, abadi sebagai jenderal dewa.

Ada pula narasi yang menyatakan bahwa Qian Li-yan dan Shun Feng-er adalah jenderal langit yang diutus oleh Kaisar Langit ke Gunung Taohua. Misi mereka adalah menunggu dan membantu Mazu setelah Ia mencapai pencerahan, dalam upaya mengatasi bencana dan penderitaan di dunia manusia.

Catatan lain bahkan menghubungkan Mazu dengan jelmaan Bodhisattva Avalokitesvara (Guanyin). Dalam konteks ini, Qian Li-yan bertugas melihat bencana ribuan mil (Guan), sementara Shun Feng-er mendengar suara penderitaan (yin), secara simbolis merefleksikan makna Guanyin itu sendiri.

宮廟博物館

 Shun Feng-er (順風耳) dan Qian Li-yan (千里眼). Foto: 公廟博物館

Wujud Ikonik dan Kekuatan Dahsyat

Sebagai jenderal penjaga Mazu, penampilan fisik Qian Li-yan dan Shun Feng-er sangat mencolok dan ikonik.

Qian Li-yan digambarkan berwajah dan berpakaian hijau kebiruan, memegang tombak di tangan kiri, dengan dua tanduk di kepala, serta tangan kanan yang diletakkan di dahi seolah memandang jauh. Sementara itu, Shun Feng-er berwajah dan berpakaian merah, memegang kapak di tangan kanan, dengan satu tanduk di kepala, dan tangan kiri menunjuk ke telinga, melambangkan kemampuannya mendengar.

Keduanya digambarkan memiliki mata seperti lonceng tembaga, gigi tajam seperti pedang pendek, tinggi lebih dari satu zhang (sekitar 3 meter), bersuara menggelegar, serta bergerak secepat angin dan kilat. Mereka adalah dua asisten utama Dewi Mazu yang tak terpisahkan.

Q版千里眼順風耳- 府城古意廣衡藝術的部落格- udn部落格

 Dewi Mazu (媽祖) bersama dengan  Shun Feng-er (順風耳) dan Qian Li-yan (千里眼). Foto: UDN

Kisah Detil Penaklukkan oleh Jiang Zi-ya dan Mazu

Sebuah versi legenda rakyat yang lebih rinci menguraikan kisah Gao Ming dan Gao Jue, yang awalnya adalah roh pohon persik dan pohon willow dari Gunung Qipan. Setelah menjelma menjadi manusia, mereka mengabdi kepada Raja Zhou dari Dinasti Shang.

Ketika Raja Wu menyerang Raja Zhou, kekuatan supernatural mereka menjadi ancaman besar. Gao Ming dengan penglihatannya yang dapat menembus ribuan mil dan Gao Jue dengan pendengarannya yang mampu menangkap suara dari jarak yang sama, selalu membocorkan strategi Raja Wu dari Zhou, menyebabkan pasukannya menderita kerugian besar.

Perdana Menteri Jiang Zi-ya, yang membantu Raja Wu, akhirnya mengungkap identitas iblis mereka melalui Cermin Pemantul Iblis. Untuk menetralkan kekuatan mereka, Jiang Zi-ya memerintahkan pasukannya untuk membunyikan genderang perang dengan sangat keras guna mengacaukan pendengaran Shun Feng-er (Gao Jue), dan mengibarkan bendera besar untuk menghalangi pandangan Qian Li-yan (Gao Ming).

Selain itu, darah anjing ditaburkan di tanah untuk menghilangkan kekuatan sihir mereka, yang pada akhirnya membuat keduanya tewas dalam kekacauan pertempuran.

Namun, roh iblis Qian Li-yan dan Shun Feng-er yang merasa tidak rela atas kematian mereka, bersemayam di Gunung Taohua di barat laut Pulau Meizhou selama tiga ribu tahun, terus menerus mengganggu dan melukai penduduk.

Barulah ketika Mazu Lin Mo-niang berusia dua puluh tiga tahun, ia membawa jimat perunggu dan benda-benda sakti lainnya untuk menaklukkan mereka. Setelah pertarungan sengit, kedua monster itu menyerah, berlutut di hadapan Mazu, dan menyatakan kesediaan mereka untuk menjadi muridnya serta bersama-sama menyelamatkan makhluk hidup. Sejak saat itu, kedua jenderal dewa ini menjadi pengawal setia Dewi Mazu.

Dalam mitologi rakyat, Shun Feng-er sering diidentifikasi sebagai Jenderal Roh Air, sementara Qian Li-yan sebagai Jenderal Roh Emas. Keduanya adalah pilar utama bagi Dewi Mazu dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung lautan, memastikan setiap penderitaan terdengar dan setiap bahaya terlihat.

Qian Li-yan (千里眼) secara harfiah berarti mata yang mampu melihat dari jarak seribu li. Istilah ini tidak hanya merujuk pada entitas legendaris, tetapi juga secara umum digunakan untuk menggambarkan individu dengan penglihatan yang luar biasa tajam. Di era modern, konsep Qian Li-yan telah berkembang, mencakup berbagai interpretasi yang melintasi mitologi, sastra, dan kepercayaan spiritual.

 可能是武術和文字的圖像

Gao Ming (高明) dan Gao Jue (高覺) adalah salah satu legenda rakyat yang mengisahkan tentang asal mula dari  Shun Feng-er (順風耳) dan Qian Li-yan (千里眼). Foto: 每日頭條

Beragam Manifestasi dan Peran

Sosok ini juga tercatat dalam karya-karya sastra klasik Tiongkok. Dalam Perjalanan ke Barat (西遊記), Qian Li-yan disebut sebagai salah satu dewa langit yang setenar Shun Feng-er.

Selain itu, novel mitologi dan fantasi terkenal Fengshen Yanyi (封神演義) juga menyebutkan pemujaan terhadap Qian Li-yan dan Shun Feng-er di Kuil Xuanyuan.

Di ranah cerita rakyat, Qian Li-yan dikenal sebagai kakak tertua dari"Sepuluh Bersaudara (十兄弟), sebuah kisah populer tentang anak-anak dengan kemampuan khusus.

Lebih jauh lagi, dalam Buddhisme, kemampuan serupa dengan Qian Li-yan dikenal sebagai Tianyantong (天眼通) atau Mata Dewa, salah satu jenis kekuatan supranatural. Secara umum, istilah ini juga merujuk pada kemampuan khusus untuk melihat objek dari jarak yang sangat jauh atau menembus penghalang material yang buram.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解