Bayangkan dua orang pengusaha yang hampir bangkrut, tapi sekarang menjadi miliarder dunia. Mereka adalah John Tu dan David Sun, pendiri Kingston Technology, perusahaan memori terbesar di dunia. Produk mereka, seperti SSD, flash drive, kartu memori, mungkin pernah Anda gunakan setiap hari.
Saat ini, John Tu dan David Sun masing-masing memiliki kekayaan US$16.8 miliar (Rp270 triliun), dan perusahaan mereka menghasilkan US$14 miliar pada 2025.
John Tu lahir di Chongqing, Tiongkok pada 1941, lalu pindah ke Taiwan saat berusia 6 tahun. Ia kuliah di Jerman mengambil teknik elektro, dan sempat bekerja membuka toko serta menjadi pengembang properti di Arizona, Amerika.
Sementara itu, David Sun lahir di Taiwan pada 1951 di sebuah desa militer (眷村) di Taipei. Ibunya adalah seorang guru di Sekolah Menengah Wanita Taichung. Ia memiliki dua adik perempuan. Ayahnya meninggal dunia ketika David berusia empat tahun, dan sejak saat itu, ketiga bersaudara dibesarkan seorang diri oleh ibunya. Ia kemudian lulus dari Universitas Tatung, lalu pindah ke Amerika Serikat pada usia 26 tahun. Ia bekerja sebagai insinyur di Los Angeles, dan kemudian bertemu dengan John Tu. Sejak itu, mereka menjadi teman bisnis.
Pada tahun 1984, keduanya mendirikan perusahaan kecil bernama Camintonn di garasi rumah David. Dua tahun kemudian, mereka menjual perusahaan itu seharga US$6 juta dan menaruh uangnya di pasar saham. Namun, bencana datang: mereka kehilangan seluruh tabungan saat krisis saham “Black Monday” tahun 1987. Tapi, hari itu juga menjadi awal berdirinya Kingston Technology.
Pada 1988, Kingston mulai menjual DRAM, memori dengan garansi seumur hidup, sesuatu yang belum pernah dilakukan perusahaan lain. Mereka terus berkembang, menambahkan produk jaringan dan penyimpanan data. Pada 1995, penjualan Kingston menembus US$1 miliar, dan untuk merayakan itu, mereka bahkan memasang iklan di surat kabar yang mencantumkan nama semua karyawan mereka untuk menunjukkan rasa hormat dan apresiasi terhadap tim.
Pada 1996, SoftBank membeli 80% saham Kingston seharga US$1,5 miliar dola. Alih-alih menyimpan sendiri, John dan David membagikan 100 juta dolar AS kepada karyawan mereka. Tiga tahun kemudian, saat pasar memori menurun, mereka berani mengambil keputusan besar: membeli kembali saham SoftBank dengan uang pribadi sebesar US$450 juta. Tahun itu juga, Kingston mulai memproduksi kartu memori flash, yang kini digunakan di kamera dan perangkat elektronik di seluruh dunia.
Pada 2011, Kingston mencatat pendapatan US$6,5 miliar, dan kurang dari sepuluh tahun kemudian, menjadi US$15 miliar pada 2020. Yang paling menarik, John dan David tidak pernah menerima modal ventura. Mereka memulai dari nol, bekerja keras, mengambil risiko, dan tetap memegang 50% saham perusahaan masing-masing hingga hari ini.
David Sun pernah berkata, mereka memulai karena keberuntungan. Tapi jelas, keberhasilan mereka bukan hanya soal keberuntungan. Mereka melihat peluang di pasar memori, berani mengambil risiko, dan terus berinovasi. Dari garasi kecil di Los Angeles hingga menjadi raja memori dunia, kisah John Tu dan David Sun mengajarkan kita bahwa ketekunan, keberanian, dan menghargai tim adalah kunci sukses yang sesungguhnya.