(Taiwan, ROC) --- Sebuah kolaborasi ambisius antara Tiongkok, Thailand, dan Taiwan, The Resurrected (回魂計), hadir sebagai serial drama kriminal misteri yang menjanjikan ketegangan psikologis tingkat tinggi.
Disutradarai oleh dua nama besar, Leste Chen (陳正道) dan Chao-Jen Hsu (許肇任), serial ini tayang perdana secara global di Netflix pada 9 Oktober 2025. Dengan jajaran bintang papan atas seperti Shu Qi (舒淇), Angelica Lee (李心潔), dan Fu Meng-po (傅孟柏), The Resurrected siap membawa penonton ke dalam pusaran balas dendam yang gelap dan mempertanyakan batas moralitas.
Berlatar di kota fiksi Banka, cerita dibuka dengan tragedi lima tahun silam, sebuah kasus penculikan yang merenggut nyawa seorang gadis muda dan membuat korban lainnya dalam kondisi koma.
Dua ibu yang hancur oleh peristiwa ini, diperankan masing-masing oleh Shu Qi dan Angelica Lee, menemukan kekuatan dalam duka bersama. Namun, kesedihan mereka bermetamorfosis menjadi hasrat membara untuk menegakkan keadilan dengan cara mereka sendiri.
Melalui ritual supranatural, mereka membangkitkan arwah terpidana mati, yang diperankan oleh Fu Meng-po, selama tujuh hari untuk memulai pengadilan brutal versi mereka.
Apa yang dimulai sebagai upaya mencari pembalasan dengan menyiksa sang pelaku justru menyeret kedua ibu tersebut ke dalam jurang kegelapan, di mana mereka perlahan kehilangan diri.
Saat lapisan kebenaran mulai terkuak, batas antara cinta keibuan dan kebencian menjadi kabur, dan penebusan dosa berubah menjadi bentuk hukuman baru. Di balik semua ini, sebuah konspirasi yang lebih besar tampaknya mengintai.

Berlatar di kota fiksi Banka, cerita dibuka dengan tragedi lima tahun silam, sebuah kasus penculikan yang merenggut nyawa seorang gadis muda dan membuat korban lainnya dalam kondisi koma. Foto: Netflix
Sejak adegan pembuka ritual kebangkitan, The Resurrected berhasil membangun atmosfer yang padat dengan misteri, ketegangan, dan kegelisahan. Kedua sutradara secara presisi memanfaatkan desain pencahayaan dan musik untuk memvisualisasikan gejolak batin para karakter di tengah suasana yang menekan.
Alur cerita yang cepat di episode-episode awal, yang ditenun melalui dua lini masa dan narasi kilas balik, disajikan dengan penyuntingan yang mulus sehingga tetap mudah diikuti.
Kekuatan utama serial ini terletak pada adu akting penuh ketegangan antara Shu Qi dan Angelica Lee. Keduanya menampilkan dinamika kompleks sebagai sekutu yang diikat oleh duka, tetapi pada saat yang sama menjadi lawan yang saling curiga.
Interaksi mereka ibarat cermin yang memantulkan ketakutan terdalam satu sama lain, menciptakan sebuah pertunjukan akting yang memukau.
Meskipun premisnya tampak familier, naskah The Resurrected terbukti jauh dari kata mudah ditebak. Setiap episode dirancang dengan plot twist tak terduga yang dipadukan dengan penyampaian emosi yang kuat dan adegan aksi yang mendebarkan, membuat penonton sulit untuk berhenti menonton.
Tingkat kekerasan divisualisasikan secara cermat, cukup berdarah untuk membuat penonton berempati pada penderitaan karakter, tetapi tidak berlebihan hingga menimbulkan ketidaknyamanan.
Setelah beberapa episode dengan tempo cepat, serial ini dengan cerdas sedikit melambat di bagian tengah. Momen ini memberikan ruang bagi penonton untuk bernapas sekaligus menjelaskan petunjuk-petunjuk penting yang membangun fondasi kokoh menuju klimaks yang eksplosif.
Dengan penceritaan yang matang, performa akting yang luar biasa, dan eksekusi teknis yang nyaris tanpa cela, The Resurrected adalah sebuah drama kriminal yang sangat direkomendasikan dan layak untuk dinantikan.
