(Taiwan, ROC) --- Dikenal luas sebagai Ratu Film Horor Asia, nama Angelica Lee (李心潔) terpatri dalam ingatan penonton lewat tatapan penuh teror dalam film fenomenal The Eye. Namun, di balik gemerlap piala dan jeritan di layar perak, terbentang sebuah kisah perjalanan yang kompleks, dari seorang gadis kota kecil di Malaysia yang menaklukkan panggung hiburan internasional, hingga ketegarannya menghadapi badai pengkhianatan dalam kehidupan pribadinya.
Perjalanan kariernya dimulai dari panggung sederhana di Alor Setar, Kedah, tempat ia dilahirkan pada 23 Januari 1976. Putri seorang pemilik toko sepeda motor ini mengasah bakatnya sejak dini melalui kompetisi menyanyi dan panggung drama sekolah. Titik baliknya tiba pada usia 18 tahun, ketika bakatnya ditemukan oleh sutradara legendaris Sylvia Chang (張艾嘉), yang membawanya ke Taiwan untuk memulai karier sebagai penyanyi di bawah naungan Rock Records.
Namun, takdir membawanya ke jalur yang berbeda. Setelah menjajal dunia akting, Angelica Lee menemukan panggilannya dalam genre horor. Puncaknya adalah film The Eye (2002), yang tidak hanya melambungkan namanya secara global tetapi juga mengantarkannya meraih penghargaan Aktris Terbaik di berbagai festival bergengsi, termasuk Golden Horse Awards ke-39.
Para juri saat itu memuji penampilannya sebagai sebuah performa langka yang berhasil melampaui batas-batas genre horor, sebuah pengakuan atas totalitas aktingnya yang luar biasa.
Julukan Ratu Film Horor pun melekat erat, diperkuat oleh perannya dalam film-film mencekam lainnya seperti Koma, Re-cycle, dan Missing.
![]()
Film The Eye yang kemudian melambungkan nama Angelica Lee. Foto: Wikipedia
Kisah hidupnya tak hanya terukir di layar perak. Pada tahun 2010, ia mengikat janji suci dengan sutradara film horor kenamaan asal Hong Kong, Oxide Pang (彭順). Namun, pernikahan yang tampak ideal itu diguncang prahara hebat pada tahun 2014, ketika Oxide Pang tertangkap kamera menjalin hubungan terlarang dengan seorang artis. Krisis ini menjadi sorotan media, menempatkan kehidupan pribadi Angelica Lee di bawah kacamata publik.
Menghadapi cobaan tersebut, Angelica Lee menunjukkan ketegaran yang luar biasa. Bersama sang suami, ia merilis pernyataan bersama yang menegaskan komitmen mereka untuk menghadapi cobaan ini bersama-sama. Keputusan itu terbukti menjadi fondasi baru bagi keluarga mereka. Dua tahun kemudian, kebahagiaan kembali menyelimuti hidupnya saat ia melahirkan sepasang putra kembar di Kuala Lumpur.

Angelica Lee bersanding dengan sang suami Oxide Pang. Foto: YAHOO
Di luar sorotan kamera dan drama pribadi, Angelica Lee juga mendedikasikan dirinya untuk kegiatan dermawan/amal. Bersama rekan-rekan selebritasnya, Charlie Yeung (楊采妮), Gigi Leung (梁詠琪), dan Valen Hsu (許茹芸), ia mendirikan Little Yellow Flower Charity Foundation pada tahun 2006, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus membantu anak-anak yang membutuhkan.
Kini, Angelica Lee terus berevolusi sebagai seorang seniman. Dalam film Abang Adik (2023), ia mengambil langkah baru dengan menjajal peran di balik layar sebagai produser untuk pertama kalinya, membuktikan bahwa perjalanannya di dunia seni masih jauh dari kata usai.
