Giok Taiwan merupakan jenis nefrit yang terutama tersusun dari tremolit dan aktinolit, dengan ciri warna hijau khas. Batu mulia ini ditemukan di kawasan Pegunungan Laonao, Kabupaten Hualien, dan pertama kali diidentifikasi sebagai giok oleh Liao Hsueh-Cheng pada tahun 1956. Meski penemuan awalnya terjadi jauh sebelumnya pada masa pendudukan Jepang, giok tersebut sempat dianggap sebagai batuan tak bernilai hingga penelitian pascaperang mengungkap kualitas mineralnya.
Penemuan Taiwan Jade berakar dari kegiatan penambangan asbes pada tahun 1932. Saat itu, batu nefrit yang berada berdampingan dengan asbes hanya diperlakukan sebagai limbah dan dibuang ke jurang-jurang sungai. Baru pada 1956, Liao Hsueh-Cheng membawa beberapa sampel “batuan limbah” ke laboratorium dan menemukan bahwa bebatuan tersebut merupakan nefrit berkualitas. Survei lanjutan pada 1965 oleh Dr. Davies dan Tan Li-Ping kemudian mengonfirmasi keberadaan cadangan giok dalam jumlah besar, memicu ledakan industri giok di Taiwan.
Taiwan Jade juga dikenal dengan sebutan Giok Fengtian atau Giok Hijau Taiwan. Pada puncak produksinya pada 1960–1970-an, Taiwan menjadi eksportir utama produk nefrit olahan di dunia. Giok Taiwan dikenal dengan warna hijau bervariasi dari muda hingga gelap, dengan komposisi mineral yang dipengaruhi kadar magnesium dan besi. Penelitian Universitas Nasional Taiwan pada 1978 menggolongkan giok ini dalam tiga kategori utama: Common Nephrite, Cat’s Eye Nephrite, dan Waxy Nephrite, serta jenis campuran yang dikenal sebagai Dragon Vein Jade.
Secara geologis, giok Taiwan terbentuk di zona tumbukan Lembah Celah Timur yang menjadi pertemuan Lempeng Laut Filipina dan Lempeng Eurasia. Proses serpentinasi dan metamorfisme di kerak bumi dalam menghasilkan nefrit yang kemudian terangkat ke permukaan akibat tekanan tektonik. Berdasarkan penanggalan zirkon, Taiwan Jade diperkirakan terbentuk sekitar 3,3 juta tahun lalu, menjadikannya salah satu giok termuda di dunia.
Industri penambangan giok Taiwan mencapai masa keemasan pada 1960–1970-an dengan produksi tahunan lebih dari 1.500 ton dan lebih dari 800 pabrik pengolahan di seluruh Taiwan. Pada masa itu, Taiwan menyumbang sekitar 80 persen produksi giok dunia. Namun sejak 1980-an, pasar giok menyusut dan tersaingi oleh impor giok Kanada, menyebabkan harga turun dan tambang-tambang di Hualien perlahan berhenti beroperasi. Kini, Taiwan Jade lebih dikenal sebagai warisan geologi dan budaya yang pernah mengangkat nama Taiwan di industri batu mulia internasional.