Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jiwa Muda- ABK Indonesia Bagikan Pengalamannya Menyelamatkan Diri dari Kapal Tenggelam di Keelung

(foto:Rti)
(foto:Rti)
(foto: Rti)
(foto: Rti)
(foto: taiwan.net.tw)
(foto: taiwan.net.tw)
(foto: Canva)
(foto: Canva)
(foto: Pusat Layanan Ketenagakerjaan Yongkang)
(foto: Pusat Layanan Ketenagakerjaan Yongkang)

Pusat Layanan Ketenagakerjaan Yongkang Tainan Hadirkan Layanan Penerjemah, Gandeng Mahasiswa Asing

Hingga akhir September, jumlah pekerja migran yang datang ke Taiwan telah mencapai hampir 860 ribu orang, dengan lebih dari 63 ribu orang di Kota Tainan. Menyikapi peningkatan jumlah Penduduk Imigran Baru dan pekerja migran setiap tahunnya, Pusat Layanan Ketenagakerjaan Yongkang di bawah Cabang Yunlin–Chiayi–Tainan, Ditjen Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) mulai November ini bekerja sama dengan “Tainan University of Technology” (TUT) serta “Southern Taiwan University of Science and Technology” (STUT) untuk membantu layanan penerjemahan di sana.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa asing asal Vietnam dan Indonesia dari kedua universitas ditugaskan sebagai penerjemah tetap di lokasi, agar para warga asing yang datang berkonsultasi dapat menyampaikan kebutuhan mereka dalam bahasa ibu masing-masing.

Mulai November, Pusat Layanan Ketenagakerjaan Yongkang menyediakan layanan penerjemahan bahasa Vietnam setiap Rabu sore dan bahasa Indonesia setiap Kamis pagi, khusus bagi Penduduk Imigran Baru dan pekerja migran.
Kepala Pusat Layanan Ketenagakerjaan Yongkang, Li Chi-mei (李奇玫) mengungkapkan, melalui penerjemahan lisan dan komunikasi lintas budaya, pihaknya berharap para warga asing dapat memperoleh bantuan yang lebih cepat ketika berkonsultasi mengenai layanan ketenagakerjaan, pelatihan vokasi, atau peraturan ketenagakerjaan, sekaligus mencerminkan keramahan dunia kerja Taiwan.

Penerjemah yang bertugas kali ini adalah Zhuo Zhe-xin (卓哲新) dari Indonesia dan Wang Yu-cai (王雨采) dari Vietnam.
Zhuo Zhe-xin merupakan mahasiswa tahun ketiga Jurusan Teknologi Semikonduktor di STUT, yang menguasai lima bahasa: Indonesia, Inggris, Melayu, Hokkien, dan Mandarin (tingkat lanjut).
Sementara Wang Yu-cai adalah mahasiswa tahun ketiga Jurusan Tata Boga di TUT, dengan kemampuan dua bahasa (Mandarin dan Vietnam) yang lancar.

Li Chi-mei menambahkan, tugas penerjemah di lokasi mencakup membantu koordinasi dan mediasi antara pekerja migran dan perusahaan, menghubungi pekerja untuk menghadiri kegiatan terkait, serta memastikan pekerja memahami hak-hak ketenagakerjaan mereka.

Selain itu, penerjemah juga membantu mencarikan lowongan kerja, memberikan informasi perusahaan yang kekurangan tenaga, melakukan panggilan perhatian melalui telepon, dan memantau pekerja migran yang masa kontraknya akan segera berakhir, agar hak-hak mereka tidak terlanggar.

Tak hanya itu, layanan ini juga mencakup pendampingan komunikasi bagi Penduduk Imigran Baru dalam dunia kerja, penjelasan tentang hak-hak tenaga kerja, serta bantuan memahami sumber bantuan ketenagakerjaan dan jaminan terkait, guna membantu Penduduk Imigran Baru beradaptasi dengan lingkungan kerja lokal secara lancar.

Pemandian Air Panas Beitou Masuk dalam 10 Destinasi Pilihan Utama di Taiwan

Pemandian Air Panas Beitou di Kota Taipei dinobatkan sebagai salah satu dari “10 Sorotan Pariwisata Teratas” Taiwan dalam sebuah upacara penghargaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata Taiwan pada Selasa lalu.

Penghargaan tersebut diterima oleh Yu Hsiang (余祥), Direktur Departemen Informasi dan Pariwisata Taipei, bersama Chou Shui-mei (周水美), Ketua Kehormatan Asosiasi Pemandian Air Panas Taipei. Penghargaan ini menyoroti keindahan alam Beitou yang khas serta warisan budaya kawasan tersebut yang kaya.

Beitou terkenal dengan mata air panasnya yang mengandung mineral radioaktif langka hokutolite (batu Beitou) — mineral yang hanya ditemukan di dua lokasi di dunia, yakni Beitou dan Tamagawa Onsen di Akita, Jepang.

Berbeda dengan banyak kawasan pemandian air panas lain yang berada di daerah pegunungan terpencil, Beitou mudah diakses melalui jalur MRT. Selain pemandian air panas, kawasan ini juga menawarkan berbagai objek wisata populer seperti Perpustakaan Umum Taipei Cabang Beitou yang ramah lingkungan, serta Museum Pemandian Air Panas Beitou yang telah berdiri lebih dari seabad.

Pejabat kota menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan Beitou dalam mengembangkan pariwisata, melestarikan budaya lokal, dan menerapkan pengelolaan berkelanjutan.

Menjelang musim dingin, Pemerintah Kota Taipei mengimbau masyarakat untuk mengunjungi Xinbeitou menggunakan MRT. Selain berendam di pemandian air panas, wisatawan dapat menjelajahi berbagai landmark lokal dan menikmati kuliner khas daerah.

Selain Beitou, enam destinasi wisata Taipei lainnya juga masuk dalam daftar “100 Sorotan Pariwisata Taiwan 2026–2027”, yaitu: Museum Istana Nasional (National Palace Museum), Dadaocheng, Taman Budaya dan Kreatif Songshan (Songshan Cultural and Creative Park), Maokong, Taipei 101, Ximending.

Keenam destinasi tersebut disebut sebagai tempat wajib kunjung bagi wisatawan lokal maupun internasional.

Budaya Kuliner Tiram di Pesisir Barat Taiwan

Tiram merupakan salah satu bahan makanan yang sering dijumpai dalam kuliner Taiwan. Ini semua berkat industri budidaya tiram di pesisir barat. Dimulai dari pesisir Wanggong di Changhua, hingga Qigu di Tainan, bahkan sampai pulau-pulau terpencil seperti Penghu dan Kinmen, semuanya merupakan daerah penghasil tiram, yang membentuk budaya kuliner tiram khas Taiwan.

Beberapa hidangan tiram khas Taiwan antara lain adalah omelet tiram, sup tiram, misoa tiram, bakwan tiram, tumis tiram tauco, tiram goreng, bubur tiram, dan tiram teppanyaki. Hidangan-hidangan ini menghadirkan kehangatan cita rasa rumahan di meja makan keluarga Taiwan.

Istilah tiram (ô-á) adalah sebutan khas Taiwan yang sebenarnya merujuk pada salah satu jenis tiram. Dua jenis tiram yang umum di Taiwan adalah tiram portugis dan tiram batu. Karena jumlah bakteri di perairan Taiwan relatif tinggi, tiram tidak bisa dikonsumsi mentah, sehingga dikembangkan berbagai olahan tiram seperti disebutkan di atas.

Meskipun budaya budidaya tiram di Taiwan sudah cukup matang, industri ini masih menghadapi tantangan seperti penuaan penduduk dan arus perpindahan tenaga kerja muda ke kota besar, sehingga menyebabkan penyusutan industri budidaya tiram. Oleh karena itu, upaya mengubah budidaya tiram agar lebih berkelanjutan telah menjadi isu populer dalam beberapa tahun terakhir.


Warung Tiram Goreng Legendaris 60 Tahun di Keelung Jadi Viral: Koki Macho Menari Sambil Masak, Bikin Heboh dan Ramai Pengunjung

Sebuah warung omelet tiram (oyster omelet) legendaris di Keelung yang telah berdiri lebih dari 60 tahun belakangan ini menjadi viral di internet. Alasannya? Koki macho di warung tersebut bukan hanya memiliki tubuh berotot, tetapi juga kerap menampilkan tarian energik di tengah dapur, membuat banyak pelanggan menoleh 2 kali.

Namun, di balik penampilannya yang mencuri perhatian itu, sang koki ternyata juga memiliki peran lain — ia merupakan anggota kelompok lokal yang aktif dalam kampanye anti-narkoba di Keelung. Siang hari ia berkeliling ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi pelajar tentang bahaya narkoba, sementara malam harinya ia bekerja menjual omelet tiram.
 
Dengan kacamata hitam dan otot bisep menonjol, tubuh atletisnya bahkan tak bisa disembunyikan oleh celemek hitamnya. Di depan wajan besar, ia menari sambil memasak, menggerakkan spatula layaknya properti tari. Pelanggan bukan hanya puas karena lezatnya hidangan, tapi juga terhibur dengan pertunjukan di dapur.

Warung tiram goreng ini telah diwariskan selama tiga generasi dan memiliki sejarah panjang lebih dari 7 dekade. Sayangnya, tak ada penerus yang mau melanjutkan usaha ini. Akhirnya, empat pemuda asli Keelung bergabung untuk meneruskan bisnis tersebut.

Untuk menarik perhatian publik, mereka pun meluncurkan ide kreatif: “koki macho penjual omelet tiram.” Strategi ini sukses mencuri perhatian warganet hingga viral di media sosial.

Koki macho itu sendiri adalah anggota kelompok pertunjukan akrobatik lokal bernama “H.D.A (Handong)”, yang rutin berkeliling ke sekolah-sekolah menengah di seluruh Taiwan untuk mengadakan kampanye anti-narkoba, anti-penipuan, dan anti-perundungan. Melalui aksi tari dan akrobat yang spektakuler, mereka menjadikan edukasi anti-narkoba lebih menarik dan tidak membosankan.

Resto Omelet Tiram Jianjia (簡家蚵仔煎)

Alamat:  No. 93號, Xiao 3rd Rd, Ren’ai District, Keelung, dekat Stasiun KA Keelung

Wawancara ABK Korban Kapal Tenggelam di Keelung

Seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dilaporkan hilang bersama dua awak lainnya setelah dua kapal nelayan mengalami kecelakaan di perairan barat laut Taiwan, menurut keterangan Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA). Pada Kamis 6 November, Kapal penangkap ikan Li Fa No. 168 dilaporkan tenggelam sekitar 35 mil laut dari Pelabuhan Keelung, menyebabkan enam awak tercebur ke laut. Tiga di antaranya berhasil diselamatkan, sementara tiga lainnya (termasuk warga Indonesia, Taiwan, dan Tiongkok) masih belum ditemukan.

Beberapa waktu lalu, tim Rti berkunjung ke lokasi untuk mewawancarai salah satu ABK Indonesia yang selamat. Mari kita dengarkan kesaksiannya.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解