(Taiwan, ROC) --- Saat Taiwan melangkah ke era masyarakat super tua tahun ini, sebuah krisis tak kasat mata semakin mencengkeram. Ini bukanlah wabah yang datang tiba-tiba, melainkan gelombang sunyi bernama demensia, yang kini telah menyentuh kehidupan lebih dari 350.000 lansia di seluruh negeri. Angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah potret keluarga yang berjuang, kenangan yang memudar, dan masa depan yang penuh tantangan.
Para ahli memproyeksikan gambaran yang lebih suram. Pada tahun 2041, jumlah penderita bisa melonjak mendekati 680.000 jiwa. Ini adalah sebuah lonjakan dahsyat yang akan menguji batas kemampuan sistem kesehatan dan ketahanan sosial Taiwan.
Tragedi terbesar sering kali berawal dari kesalahpahaman yang umum, yaitu menganggap gejala awal sebagai "pikun biasa" akibat usia.
Ketua Asosiasi Demensia Taiwan, Hsu Wen-chuin (徐文俊), mengungkapkan bahwa rata-rata keluarga menunda mencari pertolongan medis hingga 3,5 tahun. Mereka baru tersadar ketika orang yang dicintai sudah menunjukkan perubahan drastis, seperti kehilangan arah, perubahan suasana hati yang ekstrem, atau penurunan daya ingat yang parah.