Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jalan-Jalan: Taman Budaya, Museum Seni, dan Danau Indah di Taiwan

Jalan-jalan 25112025
Jalan-jalan 25112025
Pemandangan Danau Cueifong di Yilan (foto: Taman Nasional Taipingshan)
Pemandangan Danau Cueifong di Yilan (foto: Taman Nasional Taipingshan)
"0 KM" taman budaya dengan rumah tradisional Jepang di Taipei (foto: Pemerintah Kota Taipei)
"0 KM" taman budaya dengan rumah tradisional Jepang di Taipei (foto: Pemerintah Kota Taipei)
Peternakan domba Qingjing di Nantou (foto: Ditjen Pariwisata Taiwan)
Peternakan domba Qingjing di Nantou (foto: Ditjen Pariwisata Taiwan)
Museum Tsai Cheng-chih di Kaohsiung (foto: FB Museum Seni Tsai Cheng-chih )
Museum Tsai Cheng-chih di Kaohsiung (foto: FB Museum Seni Tsai Cheng-chih )
Arwin Garden, taman bunga mawar terbesar di Taiwan (foto: FB Arwin Garden)
Arwin Garden, taman bunga mawar terbesar di Taiwan (foto: FB Arwin Garden)

32 Pemenang “Penghargaan Destinasi Wisata Unggulan” ke-2 Diumumkan, Peternakan Cingjing Raih “Penghargaan Paling Populer” dan “Inovasi Wisata Domestik Terbaik”

Pemenang “Penghargaan Destinasi Wisata Unggulan” ke-2 baru saja diumumkan. Peternakan Cingjing, yang selama bertahun-tahun mempromosikan pariwisata rendah karbon, panduan wisata berbasis teknologi, serta pengalaman budaya lokal, berhasil menonjol dari 191 lokasi unggulan yang direkomendasikan di seluruh Taiwan. Cingjing meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu “Penghargaan Paling Populer” dan “Penghargaan Inovasi Wisata Domestik Terbaik”.

Pada tahun ini, “Penghargaan Destinasi Wisata Unggulan” diselenggarakan oleh Ditjen Pariwisata bersama 52 lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta organisasi publik non-profit di seluruh Taiwan. Melalui pemungutan suara publik dan penilaian para ahli, terpilih 32 destinasi unggulan yang dianggap paling representatif. Pada saat yang sama, juga diluncurkan daftar “100 Destinasi Unggulan Pariwisata Taiwan 2026–2027”. Upacara penganugerahan digelar pada 11 November di Hotel Shangri-La Far Eastern Taipei dan dihadiri Wakil Menteri Transportasi Lin Kuo-hsien, Dirjen Pariwisata Chen Yu-hsiu, serta tamu undangan lainnya.

Pihak penyelenggara menyampaika, Peternakan Cingjing berhasil memadukan ekologi alam, edukasi lingkungan, dan kreativitas budaya untuk menciptakan lingkungan wisata yang estetis sekaligus kaya pengalama. Tempat ini menjadi contoh destinasi unggulan dalam wisata domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, Cingjing juga aktif mengadopsi layanan panduan wisata berbasis teknologi, mempromosikan pariwisata berkelanjutan, fasilitas hemat energi, serta kegiatan edukasi ekologi. Berbagai kegiatan khas seperti pertunjukan domba, konser musik di bawah langit berbintang, dan parade peternakan turut menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Melalui pemasaran digital, Cingjing memperkuat visibilitas brand dan membangun citra kota pegunungan yang “setiap musim punya tema, setiap sudut punya cerita”, sehingga meraih reputasi tinggi di mata publik.

Peternakan Cingjing menegaskan, ke depannya mereka akan terus berpegang pada nilai “inovatif, ramah, dan berkelanjutan”, memperdalam kerja sama lokal serta edukasi lingkungan, dan terus mendorong pengalaman baru wisata pegunungan. Untuk tahun depan, acara utama “Perayaan Tahunan & Festival Giring Domba” dijadwalkan berlangsung pada 13 Februari, dengan rangkaian kegiatan dan pertunjukan lokal yang mengundang wisatawan dari berbagai daerah untuk merasakan kehangatan dan energi Cingjing.

Peternakan domba Qingjing di Nantou (foto: Ditjen Pariwisata Taiwan)

Taman Bunga Mawar Terbesar di Taiwan Ini Menghadirkan Lautan Bunga dan Kolam Cermin secara Gratis

Musim gugur telah tiba, yang berarti musim mawar pun tiba! Taman Mawar terbesar di Taiwan akan menyambut mekarnya bunga-bunga mawar di taman tersebut dengan periode terbaik di waktu sekarang ini, terlebih tiket masuknya pun gratis.

Arwin Therapy Garden adalah taman mawar terbesar di Taiwan dan berlokasi di wilayah selatan. Bunga-bunga di taman ini telah bermekaran satu demi satu, dan periode berbunga terbaik diperkirakan terjadi saat ini hingga 10 Desember mendatang. Berbeda dengan lautan bunga yang indah di musim semi, mawar sulur di musim gugur lebih anggun, halus dan kaya warna, jalinan lapisan warna pink, oranye, merah dan putih, menghadirkan suasana romantis seperti berada di istana Eropa.

Arwin Therapy Garden yang berada di wilayah belakang benteng Tainan mencakup area dengan luas lebih dari 3.000 m2 dan gratis untuk dikunjungi. Taman ini tampak sangat indah dengan tambahan dekorasi bangunan dan rumah lumpur, serta dihiasi dengan kolam cermin dan dermaga kekasih, menjadikannya sangat romantis. Taman ini juga memiliki kafe dan pengalaman wewangian DIY, sehingga layak untuk menikmati pemandangan berbeda di musim berbeda.

Musim berbunga: sekarang10 Desember 2025

Alamat: No. 12-66, Shangqiejuan Lane, Distrik Houbi, Kota Tainan (台南市後壁區上茄苳里12-66)

Jam buka: 08:3017:00 (tiket masuk gratis)

Telp : 06-6882888

 

Arwin Garden, taman bunga mawar terbesar di Taiwan (foto: FB Arwin Garden)

“0 Km” Menghadirkan 140 Barang Lokal Taiwan di Rumah Tradisional Taiwan

Toko berkonsep pegunungan Taiwan pertama dengan nama “0 KM” kini hadir di Taipei, menambah keragaman taman kreatif dan budaya untuk dijelajahi di Kota Taipei. “0 KM” berafiliasi dengan Badan Kehutanan dan Konservasi Alam dari Kementerian Pertanian. Lokasi operasionalnya mencakup area dengan luas sekitar 500 ping (sekitar 165 meter persegi), termasuk ruang terbuka dan tiga rumah kayu Jepang berusia seabad, yang termasuk di antara machiya (rumah kota tradisional) Jepang yang paling terawat di Taipei. Dengan semangat pembangunan berkelanjutan, Chinmei Group berkolaborasi dengan mitra dari industri, pemerintah, akademisi, dan seni untuk menciptakan toko konsep bertema pegunungan Taiwan yang unik, yang akan menjadi titik awal untuk menjelajahi pegunungan dan hutan Taiwan di dalam kota.

Tempat ini merupakan gugusan rumah machiya yang menjadi saksi bisu perubahan sejarah Taiwan selama 1 abad. Awalnya, bangunan-bangunan ini dibangun pada masa pendudukan Jepang, berfungsi sebagai kantor Seksi Kehutanan di Kantor Gubernur Jenderal. Setelah pemerintah Nasionalis pindah ke Taiwan, penduduk dari berbagai periode menambahkan beragam jejak kehidupan dan penggunaan. Kemudian, dengan dukungan dan advokasi aktif dari "Asosiasi Komunitas Pengembangan Cemara Evergreen Taiwan" dan warga sekitar yang antusias, bangunan ini resmi terdaftar sebagai aset budaya oleh Pemerintah Kota Taipei pada tahun 2006. Badan Konservasi Kehutanan juga memulai upaya pelestarian dan restorasi aset budaya, yang didedikasikan untuk memulihkan dan melestarikan jejak sejarah bangunan-bangunan ini.

“0 KM” terletak di Jalan Jinshan Selatan Seksi 2, Distrik Da’an, Kota Taipei, dekat dengan Stasiun MRT Guting. “0 KM” ini unik dan memancarkan suasana retro dengan aneka pepohonan hijau yang rimbun dan bangunan-bangunan kayu tua yang menambah suasana penyembuhan di kawasan perkotaan, memungkinkan pengunjung untuk bersantai dan melepas lelah.

Desain keseluruhan ruang tapak dan sistem visual ditangani oleh tim "Informat Design Curating", yang dengan cerdik memadukan machiya (rumah kota tradisional) Jepang yang berusia seabad dengan elemen desain kontemporer Taiwan. Desain lanskap direncanakan oleh tiga tim: Satoyama, Tree Horticulture, dan Yilan Fanghua. Selain melestarikan sepuluh pohon tua yang dilindungi pemerintah kota di lokasi tersebut, tim ini juga menggunakan ratusan spesies tanaman, yang diselingi secara cerdik dengan spesies asli Taiwan dan tanaman yang terancam punah, untuk menampilkan empat lanskap hutan yang berbeda pada ketinggian dan usia yang berbeda.

Apa yang Ada di Sekitarnya?

Dalam hal desain lanskap, tiga tim—Satoyama, Shuyuan Horticulture, dan Yilan Fanghua—berkolaborasi untuk membagi ruang terbuka hijau menjadi empat area tema lanskap utama: Hutan Rekonstruksi, Taman Lingkungan, Hutan Sekunder, dan Gang Shiguang. Setiap area menggabungkan elemen hutan yang kaya sesuai dengan temanya masing-masing dan terintegrasi erat dengan proyek restorasi tanaman langka dari Cabang Hsinchu, Administrasi Kehutanan dan Konservasi Alam, serta Institut Penelitian Kehutanan, yang menampilkan estetika lanskap yang unik.

Hutan Rekonstruksi dulunya merupakan rumah-rumah kayu dari era pendudukan Jepang. Dibangun kembali setelah kebakaran, penduduk menanam pohon muda baru, dan kini telah tumbuh menjadi hutan yang tangguh dan berlapis-lapis.

Ada juga Taman Li yang memamerkan lanskap bergaya Jepang yang memadukan tanaman asli Taiwan dengan kisah hidup teknisi Jepang, dan juga menampilkan situs bersejarah seperti tempat perlindungan serangan udara, yang memungkinkan orang untuk melihat sekilas rahasia taman hibrida Taiwan-Jepang ini.

Selain itu, “0 KM” juga menghadirkan aneka pameran temporer dan tempat bersantai sekaligus café bagi para pengunjungnya.

Lokasi: No. 21, Lane 203, Section 2, Jinshan South Road, Da'an District, Taipei City

Telp: 02-7755-7526

Waktu buka: setiap hari pukul 11:00 – 20:00

 

"0 KM" taman budaya dengan rumah tradisional Jepang di Taipei (foto: Pemerintah Kota Taipei)

Museum Seni “Tsai Cheng-chih” Menghadirkan Pemandangan Foto Indah nan Artistik Khusus untuk Peringatan 30 Tahun

Jika membicarakan tempat untuk melihat tempat wajib untuk para pecinta seni, maka maka Museum Seni “Tsai Cheng-chih” (蔡政志美術館) merupakan salah satu tempat yang juga wajib dikunjungi. Tempat ini dipuji oleh para warganet sebagai "museum seni pribadi paling gila di Kaohsiung" karena bukan sekadar museum seni biasa, melainkan sebuah ruangan besar dengan seni lukis tiga dimensi serba guna 360 derajat, memungkinkan Anda menjadi fokus kamera kemanapun Anda pergi, dan akan terlihat indah bagaimanapun Anda memotretnya!

Sejak 1995, seniman Tsai Cheng-chih telah secara kreatif memanfaatkan material sehari-hari seperti kayu apung, batu, serta aluminium bekas, tembaga, dan besi untuk menyulap tiga rumah terpisah menjadi ruang seni seluas 240 ping (sekitar 800 meter persegi). Lantai, pegangan tangga, menara air, dan bahkan langit-langitnya dirancang dengan sangat cerdik, sehingga terasa seperti berjalan di dalam labirin lukisan 3D raksasa di mana setiap jepretan menjadi gambar yang memukau!

Untuk berkunjung ke tempat ini, ada rekomendasi beberapa tips fotografi yang praktis. Sebaiknya Anda gunakan sudut pandang 0,5x untuk menangkap warna dan bentuk di sekitar Anda. Kombinasikan ini dengan cahaya alami atau pencahayaan yang berubah-ubah untuk menghasilkan potret sinematik dengan mudah. ​​Karena warna di dalam museum sangat pekat dan cerah, ingatlah untuk mengenakan pakaian berwarna netral agar terlihat menonjol!

Museum Seni Tsai Cheng-Chih beroperasi dengan sistem reservasi. Selain tiket masuk, museum ini menawarkan tur berpemandu profesional dan pengalaman DIY, yang memungkinkan Anda tidak hanya melihat tetapi juga berinteraksi langsung dengan seni. Jika Anda berencana berkunjung ke Kaohsiung, jangan lupa untuk melakukan reservasi terlebih dahulu dan rasakan dunia seni yang luar biasa namun menghangatkan hati ini!

Alamat: No. 3, Lane 853, Houchang Rd., Distrik Nanzih, Kota Kaohsiung

Waktu buka: Selasa sampai Jumat, 10.00–17.00, Akhir Pekan, 13.30–16.00, Tutup pada hari Senin

Tiket Masuk: NT$200 (termasuk tur berpemandu)

Reservasi: Isi formulir online atau hubungi 07-3640303 untuk melakukan reservasi.

 

Museum Tsai Cheng-chih di Kaohsiung (foto: FB Museum Seni Tsai Cheng-chih )

Gadis dalam Kabut – Danau Cueifeng

Terletak di ketinggian 1.850 mdpl, Danau Cueifeng merupakan danau pegunungan terbesar di Taiwan yang sumber airnya terutama berasal dari curah hujan. Pada saat air mencapai kapasitas penuh, luas permukaan danau bisa mencapai 25 hektare. Uap air dari Samudra Pasifik berkumpul di kawasan ini sehingga permukaan danau selalu diselimuti kabut tebal bak negeri dongeng. Karena keindahannya yang misterius dan sulit diprediksi, untuk bisa melihat wujudnya secara utuh, kita hanya bisa mengandalkan keberuntungan. Oleh karena itu danau ini dijuluki sebagai "Gadis dalam Kabut".

Selain Jalur Lingkar Danau Cueifeng yang paling terkenal, terdapat pula Jalur Lingkar Gunung Cueifeng. Karena kawasan ini sepanjang tahun dipenuhi kabut tebal, udara yang lembap menciptakan ekosistem lumut yang subur, menutupi seluruh jalur pendakian layaknya spons peredam suara alami. Karena hampir tidak ada gangguan dari manusia, kebisingan di kawasan ini bisa sangat rendah, bahkan tercatat di bawah 25 desibel. Pada 18 Juli 2022, bertepatan dengan World Listening Day (Hari Mendengarkan Sedunia), Jalur Lingkar Gunung Cueifeng diakui oleh organisasi nirlaba internasional Quiet Parks International sebagai jalur pendakian (quiet trail) paling tenang nomor satu di dunia.

Pemandangan Danau Cueifong di Yilan (foto: Taman Nasional Taipingshan)

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解