(Taiwan, ROC) --- Lautan bunga Mansoa alliacea yang menyerupai air terjun ungu kembali mekar di Tongxiao, Miaoli. Bunga ini biasanya memiliki dua periode mekar dalam setahun, tetapi tahun ini secara langka menyambut mekarnya yang ketiga kali. Banyak warga memanfaatkan hari libur untuk datang menikmati keindahan bunga tersebut.
Begitu memasuki jalan setapak, pengunjung langsung dikelilingi oleh lautan bunga ungu di kedua sisinya. Jalan setapak lautan bunga Mansoa alliacea yang terletak di Tongxiao, Miaoli ini, pada bulan November tahun ini secara langka mekar untuk ketiga kalinya. Rumpun bunga yang rimbun tampak seperti air terjun ungu, menarik banyak warga untuk datang menikmati bunga selama liburan.
"Sangat indah, ini pertama kalinya saya ke sini, lebih baik dari yang saya bayangkan. Sekarang hampir semuanya sudah mekar penuh," ujar salah satu pengunjung.
Bunga Mansoa alliacea memiliki dua periode mekar utama dalam setahun, yaitu antara bulan Mei hingga Juni dan Oktober hingga November. Namun, tahun ini diduga karena pengaruh anomali iklim, bunga ini untuk pertama kalinya mekar dua kali di musim panas.
Kini, pada pertengahan hingga akhir November, bunga ini kembali mekar untuk ketiga kalinya tahun ini. Koridor bunga yang membentang sekitar 200 meter di lokasi menjadi tempat yang bagus untuk menikmati bunga dan berfoto. Pengunjung berjalan sambil memotret, bahkan ada yang membawa kamera profesional untuk mengabadikan keindahan bunga dalam setiap jepretan.
Di lokasi lain yang juga berada di Miaoli, terdapat hamparan luas bunga krisan dan bunga kenikir. Dilihat dari sudut pandang udara, lautan bunga berwarna kuning dan putih yang berselang-seling tampak sangat indah di bawah sinar matahari.
"Cuacanya sangat bagus, sekalian melihat pemandangan yang indah. Setelah hari ini dan besok, bunga ini akan dipanen, jadi kami bergegas datang hari ini (untuk menikmati bunga)," ujar pengunjung lainnya.
Pada waktu seperti apa hasil foto di tengah pemandangan bunga akan menjadi yang terbaik?
Salah seorang penggemar Fotografi, Max Chang, mengatakan, "Hindari memotret pada tengah hari, karena cahayanya terlalu kuat. Sebaiknya ambil gambar pada pagi hari atau sore hari, warnanya akan lebih lembut."
Sebelum masa panen tiba, masyarakat berbondong-bondong datang untuk menikmati bunga. Mereka tidak hanya ingin berfoto bersama bunga Krisan, tetapi juga ingin mengabadikan pemandangan bunga yang indah untuk dibawa pulang dan dibagikan kepada keluarga.