Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Sejarah Panci Listrik Tatung, Populer Jadi Mahar Pernikahan

28/11/2025 Apa & Siapa
foto: NMTH Collections
foto: NMTH Collections

Pada tahun 1955, Toshiba di Jepang menciptakan penanak nasi listrik otomatis pertama di dunia. Inovasi ini segera menguasai 70% rumah tangga Jepang. Pada saat yang sama, Taiwan masih berada dalam masa pemulihan pascaperang, dengan kebanyakan keluarga memasak menggunakan tungku batu bara atau kayu yang melelahkan dan tidak efisien.

Ketika semakin banyak wanita Taiwan mulai bekerja di pabrik dan meninggalkan dapur, kebutuhan akan alat memasak yang praktis menjadi sangat mendesak. Lin Ting-sheng, putra pendiri Tatung Company, melihat peluang besar dalam teknologi Toshiba tersebut. Pada tahun 1960, Tatung memutuskan untuk mengadopsi teknologi itu dan memproduksi penanak nasi listrik versi Taiwan. Namun mereka tidak menyalinnya begitu saja.

Para insinyur Tatung melakukan empat modifikasi penting yang mengubah produk Jepang itu menjadi alat rumah tangga paling khas Taiwan. Mereka mengubah sistem pemanasan dari pemanasan langsung menjadi pemanasan uap, sehingga panci listrik bukan hanya menanak nasi, tetapi juga bisa mengukus berbagai masakan. Tatung juga menambahkan aksesori seperti tutup panci logam dan rak kukusan, memungkinkan dua masakan dimasak dalam satu waktu—solusi sempurna bagi wanita pekerja.

Penyesuaian selanjutnya adalah daya dan suhu. Karena kelistrikan rumah tangga Taiwan pada 1960-an masih lemah, Tatung menurunkan kebutuhan daya agar sekring tidak putus. Mereka juga menaikkan suhu pemanas dari 180°C menjadi 230°C, cocok untuk masakan khas Taiwan seperti daging kecap dan sup yang membutuhkan waktu lebih lama dan suhu lebih panas. Selain itu, dengan bantuan teknologi dari Jepang dan dukungan dana AS, Tatung berhasil memproduksi panci berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih murah.

Pada saat diluncurkan, model pertama Tatung TAC-6 menjadi barang mewah yang diidam-idamkan, bahkan sering dijadikan mahar pernikahan. Seiring meningkatnya pendapatan masyarakat, panci listrik Tatung berubah dari simbol status menjadi kebutuhan rumah tangga yang membebaskan wanita dari dapur berasap. Meskipun puluhan produsen lain muncul, hanya Tatung yang memahami kebutuhan lokal dengan paling tepat. Modifikasi kecil namun krusial itu membuatnya menjadi legenda yang tetap mendominasi pasar Taiwan hingga hari ini.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解