Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Lai Ching-te Menulis untuk Washington Post, Anggaran Pertahanan Tambahan NT$1,25 Triliun Ciptakan Perisai Taiwan  

28/11/2025 Kedai RTISI
Lai Ching-te Menulis untuk Washington Post, Anggaran Pertahanan Tambahan NT$1,25 Triliun Ciptakan Perisai Taiwan (RtiSI)
Lai Ching-te Menulis untuk Washington Post, Anggaran Pertahanan Tambahan NT$1,25 Triliun Ciptakan Perisai Taiwan (RtiSI)

(Taiwan, ROC) --- Presiden Lai Ching-te (賴清德) menulis untuk media Amerika Serikat, The Washington Post. Dalam tulisannya, ia menyatakan bahwa Tiongkok sedang melakukan ekspansi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, Taiwan berencana meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 3,3% dari PDB pada tahun 2026, dan akan meningkatkannya kembali menjadi 5% pada tahun 2030.

Ini akan menjadi investasi militer terbesar dalam sejarah modern Taiwan.

Lai Ching-te juga menyebutkan akan meluncurkan anggaran pertahanan sebesar US$40 miliar, atau sekitar NT$1,25 triliun, yang akan meningkatkan secara signifikan kemampuan perang asimetris Taiwan.

Tulisannya ini juga dibagikan oleh Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS sebagai bentuk dukungan.

Tulisan yang dimuat di The Washington Post ini secara jelas mencantumkan Presiden Taiwan pada judulnya, yaitu Negara Kami Akan Meningkatkan Anggaran Pertahanan untuk Membela Demokrasi Kami. Tulisan yang ditulis oleh Presiden Lai Ching-te ini dipublikasikan pada Selasa pagi hari (25/11).

Isi tulisan tersebut merinci bahwa anggaran pertahanan Taiwan telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir dan akan mencapai komitmen 3,3% dari PDB, serta akan ditingkatkan menjadi 5% sebelum tahun 2030.

Pemerintah Taiwan juga akan segera mengajukan rancangan anggaran khusus yang belum pernah ada sebelumnya sebesar US$40 miliar, setara dengan NT$1,25 triliun, untuk menekankan komitmen dalam mempertahankan demokrasi Taiwan.

Latar belakang tulisan Presiden Lai ini adalah niat Beijing untuk mengubah status quo dengan kekuatan militer yang semakin terang-terangan. Dalam pidato publik, Beliau menyatakan ketegasannya.

Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Pemerintah Beijing juga menargetkan unifikasi Taiwan secara militer pada tahun 2027 dan mempercepat persiapan militer untuk menginvasi Taiwan. Kementerian Pertahanan Nasional telah menyelesaikan perencanaan undang-undang khusus pengadaan dan anggaran untuk Rencana Penguatan Ketahanan Pertahanan dan Kemampuan Tempur Asimetris. Diperkirakan dalam delapan tahun mendatang akan diinvestasikan dana sebesar NT$1,25 triliun.”

Komite Hubungan Luar Negeri dari DPR AS turut membagikan tulisan tersebut dan menilai bahwa anggaran pertahanan yang diajukan oleh Presiden Lai merupakan sebuah kemajuan besar bagi kemampuan pertahanan diri Taiwan dan keamanan Indo-Pasifik.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih AS, Robert C. O'Brien, menunjukkan bahwa ini adalah kemenangan besar bagi Taiwan dan juga kemenangan bagi Presiden Donald Trump. Pensiunan Laksamana Muda Angkatan Laut AS, Mark Montgomery, mengomentari tulisan Presiden Lai sebagai luar biasa dan visioner, dan menganggapnya sebagai inisiatif perdamaian melalui kekuatan yang sejati, yang layak mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Negara-negara demokrasi dua Indo-Pasifik secara bertahap membentuk konsensus mengenai rantai pertahanan pulau dan pembagian tanggung jawab.”

Negara-negara demokrasi di kawasan Indo-Pasifik seperti Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan bahkan Australia, secara bertahap membentuk konsensus pertahanan rantai pulau, pembagian tanggung jawab, dan melakukan lebih banyak investasi pertahanan untuk memperkuat respons terhadap ancaman dari Tiongkok.

Seperti Korea Selatan yang telah memperkuat sistem pertahanan misilnya dan akan meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 8,2% pada tahun 2026, mencapai sekitar 2,4% dari PDB.

Sementara itu, Australia, selain mempersiapkan program kapal selam bertenaga nuklir di bawah pakta keamanan AUKUS, juga membeli sistem roket multi-laras HIMARS, serta akan menambah anggaran pertahanan sebesar NT$210 miliar dalam empat tahun ke depan. Jepang berfokus pada penguatan pengembangan drone dan penempatan misil di kepulauan barat daya, serta meningkatkan kemampuan pengintaian satelit.

Anggaran pertahanan Jepang pada tahun 2025 akan mencapai rekor tertinggi pascaperang sebesar NT$1,91 triliun. Negara-negara di rantai pulau ini tanpa terkecuali memperkuat pertahanan mereka, mewujudkan perdamaian melalui kekuatan dengan menginvestasikan anggaran pertahanan untuk keamanan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解