Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Gian Lai, Konten Kreator Indonesia yang Menang Penghargaan Media Taiwan

Gian Anderson Lukmana atau Gian Lai (foto: YouTube Gian Lai)
Gian Anderson Lukmana atau Gian Lai (foto: YouTube Gian Lai)
Anjing Chihuahua (foto: Pixabay)
Anjing Chihuahua (foto: Pixabay)
Gian Anderson Lukmana atau Gian Lai (foto: YouTube Gian Lai)
Gian Anderson Lukmana atau Gian Lai (foto: YouTube Gian Lai)
Pekerja kaburan yang bersembunyi di freezer (foto: warganet via LTN)
Pekerja kaburan yang bersembunyi di freezer (foto: warganet via LTN)

Ilmuwan Menemukan, 2/3 Anjing Ras Memiliki DNA Serigala, termasuk Chihuahua

Para peneliti Amerika Serikat menemukan, bahwa dua per tiga anjing ras ternyata terdeteksi memiliki DNA dari serigala, termasuk anjing kecil Chihuahua. Hasil penelitiannya dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) 25 November lalu.

Dilansir dari AFP, studi ini menunjukkan bahwa DNA serigala yang terdeteksi bukanlah warisan dari evolusi anjing dari serigala sekitar 20.000 tahun yang lalu, melainkan hasil perkawinan silang antara anjing domestik dan serigala liar selama beberapa milenium terakhir.

Para ilmuwan mengatakan hal ini juga tampaknya memengaruhi ukuran, indra penciuman, dan bahkan kepribadian ras anjing kontemporer.

Anjing dan serigala dapat bereproduksi, tetapi perkawinan silang antara anjing dan serigala umumnya dianggap cukup langka.

Penulis utama Audrey Lin dari American Museum of Natural History menyatakan dalam siaran pers: "Sebelum studi ini, pandangan ilmiah arus utama tampaknya adalah bahwa anjing, karena mereka adalah anjing, hanya mengandung sedikit atau tidak ada DNA serigala."

Untuk memahami situasi ini lebih dalam, tim ilmuwan menganalisis ribuan genom anjing dan serigala dalam basis data yang tersedia untuk umum.

Mereka menemukan bahwa lebih dari 64% ras anjing modern memiliki garis keturunan serigala, bahkan anjing Chihuahua kecil pun mengandung sekitar 0,2% DNA serigala.

Anjing Cuvac Slovakia dan Saarloo memiliki DNA serigala terbanyak, hingga 40%. Di antara ras anjing peliharaan, Grand Anglo-Francais Tricolore adalah yang paling mirip serigala, mengandung sekitar 5% DNA serigala; anjing pemburu seperti Saluki dan Afghan Hound juga memiliki jumlah gen serigala yang signifikan.

Meskipun ras anjing dengan DNA serigala umumnya lebih besar, hal ini tidak selalu terjadi; misalnya, Saint Bernard tidak memiliki gen serigala.

Para peneliti juga membandingkan temuan mereka dengan deskripsi berbagai ras anjing yang dipublikasikan oleh klub kennel, dan menemukan bahwa ras dengan sedikit atau tanpa DNA serigala lebih cenderung digambarkan sebagai ras yang ramah, mudah dilatih, dan penyayang.

Ras dengan DNA serigala adalah anjing yang lebih banyak sering dianggap waspada terhadap orang asing, mandiri, memiliki keelitan tersendiri, atau teritorial.

 

Anjing Chihuahua (foto: Pixabay)

Kaohsiung Gerebek Pekerja Migran Kaburan, 17 Orang Ditangkap dalam Sehari — Pria Indonesia Nyaris Tewas Saat Bersembunyi di Freezer

Pada 19 November, Satgas Imigrasi Kaohsiung  melakukan operasi selama beberapa hari dan menangkap total 17 pekerja migran ilegal. Di sebuah pabrik pengolahan makanan beku di Distrik Qianzhen, Kaohsiung, mereka menemukan 4 pekerja migran kaburan. Salah satunya, pria asal Indonesia, bersembunyi di gudang freezer bersuhu -6°C dan hampir kehilangan nyawanya. Ketika ditemukan, ia sudah bersembunyi hampir setengah jam, tubuhnya menggigil hebat, dan karena pintu gudang freezer tidak dapat dibuka dari dalam, ia berada dalam kondisi berbahaya.

Satgas Imigrasi Kaohsiung menjelaskan bahwa mereka sebelumnya menerima laporan bahwa di sebuah pabrik pengolahan makanan beku di Distrik Qianzhen sering terlihat orang asing tak dikenal keluar-masuk untuk melakukan pekerjaan bongkar muat dan memotong ikan. Karena itu, mereka melakukan pengintaian dan penggerebekan. Pada hari operasi, saat petugas tiba, para pekerja migran ilegal berlarian melarikan diri. Petugas menemukan tiga pekerja migran kaburan asal Indonesia di dalam pabrik. Ketiganya terlihat cemas dan gelisah, dan setelah sekitar setengah jam, mereka akhirnya mengaku bahwa ada satu pekerja Indonesia lagi yang bersembunyi di gudang freezer karena mereka mengkhawatirkan kondisinya.

Para pekerja migran kaburan itu lalu membawa petugas untuk memeriksa gudang freezer. Di sana, mereka menemukan pria tersebut meringkuk sambil bersembunyi. Ia hanya membungkus tubuhnya dengan kantong plastik untuk menghangatkan diri. Setelah dibawa keluar, ia mengatakan bahwa pintu gudang freezer memang tidak bisa dibuka dari dalam, dan ia sangat berterima kasih atas penyelamatan tepat waktu. Kondisinya kemudian berangsur pulih dan ia tidak mengalami cedera serius.

Pada hari yang sama, tim satgas dibagi menjadi beberapa kelompok dan melakukan pengintaian di berbagai lokasi rawan di Renwu, Fengshan, dan Gangshan. Dengan taktik pengepungan dari dua arah dan memanfaatkan jumlah personel yang cukup, mereka berhasil menangkap 17 orang pendatang ilegal. Para pekerja migran kaburan dan majikan ilegal akan menjalani penyelidikan lebih lanjut. Mereka akan diproses sesuai Undang-Undang Pelayanan Ketenagakerjaan dan diserahkan kepada Biro Tenaga Kerja pemerintah daerah untuk dikenai sanksi. Pihak berwajib juga akan menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran hukum lainnya.

Kepala Satgas Kaohsiung, Zhao Zhi-cheng (趙志成) menegaskan, masyarakat yang mempekerjakan pekerja migran secara ilegal demi kemudahan sesaat dapat dikenai denda hingga NT$750.000  sesuai Undang-Undang Pelayanan Ketenagakerjaan, sehingga sangat merugikan.

 

Pekerja kaburan yang bersembunyi di freezer (foto: warganet via LTN)

Wawancara Gian Lai, Konten Kreator Indonesia yang Menang Penghargaan Media Taiwan

Gian Anderson Lukmana atau 賴儀安 merupakan seorang WN Indonesia yang dulu kuliah di Taiwan. Gian Lai atau 小賴 sapaan akrabnya baru-baru ini mendapatkan Penghargaan Khusus Video Pendek Yes! Taiwan di Mandarin Journalism Award for Overseas Media 2025 atas karyanya, "我心中的YESTAIWAN".

Jika kamu penasaran, kenapa sih Gian bisa mendapatkan penghargaan dan kenapa video-videonya dibuat dwibahasa, yaitu Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia, maka sila dengarkan secara lengkapnya di acara ini!

Gian Anderson Lukmana atau Gian Lai (foto: YouTube Gian Lai)

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解