(Taiwan, ROC) --- Pawai malam Qing Shan Wang (青山王) dalam rangka perayaan ulang tahun ke-170 Kuil Qing Shan di Monga dimulai pada Selasa kemarin (9/12). Puncak acara terjadi pada Rabu (10/12) yang juga dikenal dengan sebutan Fu Mu Ye Shan Ji.
Suasana fantastis menarik banyak warga untuk menyaksikan acara keagamaan akbar ini. Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an (蔣萬安), tentu saja tidak ketinggalan, ia tiba lebih awal untuk menyambut arak-arakan dan mengatakan bahwa di masa depan, jika ada kesempatan, ia ingin anak-anaknya merasakan naik ke atas kereta hias.
Anak laki-laki dan perempuan di atas kereta hias mengenakan riasan yang halus, berpakaian seperti tokoh mitologi. Mereka melemparkan makanan ringan dan kantong keberuntungan kecil. Para umat di jalanan sangat gembira dan ingin mendapatkannya sebagai keberuntungan.
Perayaan ulang tahun ke-170 Kuil Qing Shan di Monga dimulai dengan pawai malam Raja Qing Shan pada 9 Desember 2025. Fokus utama terjadi pada hari setelahnya, 10 Desember 2025.
Kereta gunung lampion yang berwarna warni memukau, menciptakan suasana fantastis di malam hari. Melihat pakaian para penampil di sampingnya, mungkin Anda akan merasakan adanya sentuhan gaya Jepang, dan itu benar.
Mereka datang khusus dari Jepang untuk Festival Fu Mu Ye Shan Ji.
Festival ini berawal dari pedagang kapal pada periode Edo. Pemandangan paling menarik adalah tabrakan antar gunung, dan sorak-sorai penonton di lokasi mendorong susasana mencapai puncaknya.
Setelah itu, rombongan pawai berjalan di jalanan, dan para penganut juga ikut merasakan percikan yang ditimbukan agama dari Taiwan dengan Jepang. Wali Kota Chiang Wan-an tentu saja tidak melewatkan acara keagamaan yang penting di Taipei ini. Ia tiba lebih awal di lokasi untuk menyambut arak-arakan.
Chiang Wan-an terlihat bersemangat dan menyampaikan ucapan selamat pada hari yang bersejarah ini.
Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, mengatakan, “Tahun ini adalah ulang tahun ke 170 Kuil Qing Shan. Saya sangat ingin (menaiki kereta hias), tetapi tidak ada kesempatan. Tidak apa-apa, saya akan melihat anak-anak saya selanjutnya. Saya punya dua anak, anak kedua dan ketiga, yang mungkin punya kesempatan.”
Perayaan kuil selama 3 hari, dua hari pertama adalah pawai malam. Hari terakhir, yakni pada Kamis kemarin (11/12), digelar arak-arakan utama. Pawai dimulai pada pukul 08:00 pagi, dan sang Raja mulai bergerak pada pukul 12:00 siang, menyuntikkan semangat dan vitalitas ke Taipei yang suhunya mulai mendingin dengan perayaan keagamaan yang meriah.