(Taiwan, ROC) --- Latihan militer pengepungan Taiwan oleh Tiongkok kali ini menetapkan tujuh zona yang mencakup pulau utama Taiwan serta wilayah pulau-pulau terluar. Rute penerbangan ke berbagai negara, termasuk Asia Tenggara, turut terdampak.
Pakar perjalanan udara menganalisis bahwa jika dibandingkan, maka penerbangan ke arah selatan akan mengalami dampak yang lebih besar. Diperkirakan selama latihan militer, penumpang mungkin menghadapi penundaan antara satu hingga dua jam.
Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mencatat jumlah penumpang penerbangan internasional yang terdampak melebihi 100.000 orang, sementara penumpang penerbangan domestik yang terdampak mencapai 6.000 orang. MOTC mengecam keras tindakan Tiongkok sebagai perilaku yang kasar dan provokatif.
Pada peta rute penerbangan yang padat, tujuh zona telah ditandai sebagai wilayah yang akan terdampak oleh latihan militer Tiongkok kali ini. Sejumlah bandara di seluruh Taiwan dan penerbangan ke berbagai negara dikhawatirkan akan terdampak.
Seorang pakar perjalanan udara merangkum bahwa rute ke Asia Utara menuju Jepang dan Korea sebagian besar terhalang, sementara rute menuju Matsu dan Kinmen juga mungkin terdampak sehingga memutus lalu lintas ke pulau-pulau terluar.
Penerbangan ke Hong Kong, Makau, dan Asia Tenggara mungkin harus terbang memutar saat latihan berlangsung, dan rute utama di wilayah timur juga termasuk dalam jangkauan latihan militer Tiongkok.
Pakar perjalanan udara mengatakan, "Dampaknya bersifat menyeluruh, tetapi jika harus membandingkan, dampak pada penerbangan ke arah selatan akan sedikit lebih besar daripada ke arah utara. Karena menuju Asia Timur Laut masih ada satu rute yang tidak perlu memutar terlalu jauh, dan penerbangan ke Korea juga sedikit lebih sedikit."
Tiongkok sebelumnya pernah melakukan aksi latihan militer serupa. Pada tahun 2022, mereka menetapkan enam zona latihan, tetapi dibandingkan kali ini yang berjumlah tujuh zona, rute yang terhalang lebih banyak.
Statistik MOTC untuk Selasa kemarin (30/12), dari pukul 08.00 hingga 18.00, menunjukkan total penerbangan internasional terjadwal sekitar 857 penerbangan, dengan lebih dari 100.000 penumpang terdampak.
Sedangkan untuk rute domestik, 68 penerbangan ke Kinmen dan 16 penerbangan ke Matsu dibatalkan, berdampak pada sekitar 6.000 penumpang.
Pakar perjalanan udara mengatakan, "Melihat dari latihan militer dengan skala serupa pada tahun 2022, dapat diprediksi bahwa penerbangan besok mungkin mengalami penundaan antara 60 hingga 120 menit, dan sebagian penerbangan mungkin tertunda lebih dari dua jam."
Terkait pengumuman latihan militer oleh Tiongkok, MOTC menyatakan kecaman keras atas tindakan kasar dan provokatif tersebut. Sementara itu, Administrasi Penerbangan Sipil (CAA) akan menggunakan metode panduan kontrol lalu lintas udara untuk kedatangan, keberangkatan, dan transit penerbangan internasional guna menghindari zona bahaya atau menerbitkan rute alternatif sebagai antisipasi.
Unit kontrol lalu lintas udara akan mengaktifkan mode flow control pada waktu yang tepat sesuai kondisi latihan besok. Karena rute ke Kinmen dan Matsu terblokir total, koordinasi dengan maskapai telah dilakukan untuk menyediakan penerbangan tambahan setelah latihan selesai.