*“Aku selalu takut, setelah satu ombak terangkat lalu jatuh, tidak ada siapa pun yang mengingatnya.
Aku pikir ombak adalah sisik terbalik laut—karena laut ingin menyembunyikan kerapuhannya, menekan semua tonjolan yang aneh.
Maka ombak harus terus mati.
Tapi kenapa kita harus mengingat? Aku tidak tahu apa bedanya mengingat dan melupakan, aku hanya tahu… aku tidak ingin dilupakan.”*
歡迎收聽瑪麗亞週記
Selamat datang di Jurnal Maria semoga para pendengar sehat selalu jiwa dan raga. Dua pekan lalu berturut-turut kita telah mengenal seorang penulis remaja putri Taiwan Liu Zixin dan pembahasan dampak sukses dini. Dan juga mendengarkan cerita cuplikan cerpennya yang meraih penghargaan.
Dan hari ini mari kita lanjutkan Baca Buku dengan judul buku cerpen :
Maret Pasang dan Panas三月的潮與熱 yang ditulis oleh Liu Zixin
Selamat mendengarkan:
(terjemahan cuplikan cerpen 《三月的潮與熱》)
Cara bolos sekolah paling aman yang kutahu adalah berjalan keluar langsung lewat gerbang depan.
Kesimpulan ini kudapat dari pengalaman izin sebelumnya. Akan lebih baik kalau di tangan memegang selembar kertas bekas, pura-pura itu surat izin yang baru ditandatangani dan belum sempat dimasukkan ke tas. Lalu dengan tenang melambaikan tangan ke pak satpam, dan kita bisa pergi tanpa hambatan.
Sebenarnya ini masih agak terlalu ribet. Seolah-olah memikirkan konsekuensi dan menghindari sebagian tanggung jawab membuatnya jadi kurang “remaja”. Tapi aku memang sulit melepaskan naluri semacam ini.