Minuman Sehat Ini justru Berbahaya bagi Kesehatan?
Buah-buahan kaya akan vitamin dan serat makanan. Masyarakat pun banyak yang percaya, bahwa mengonsumsi banyak buah-buahan baik untuk kesehatan. Namun, seorang dokter keluarga, yaitu Dr. Lee Szu-hsien (李思賢) dengan tegas menyampaikan, bahwa buah-buahan yang diolah, meski tampak sehat, sebenarnya bisa merusak metabolisme tubuh tanpa disadari.
Dr. Lee dalam postingan di Facebook menunjukkan, bahwa banyak orang hanya memperhatikan gula darah. Mereka mengira selama gula darah tidak naik tinggi, maka itu aman. Padahal, anggapan ini keliru. Dalam pandangan kedokteran fungsional, cara tubuh memproses fruktosa sangat berbeda dengan glukosa. Perbedaan ini membuat fruktosa di dalam tubuh bukan sekadar sumber energi, melainkan bertindak seperti “sinyal” yang bisa memengaruhi kerja tubuh, dan bahkan dianggap dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Ia pun menjelaskan bahwa glukosa adalah bahan bakar pilihan untuk semua sel dalam tubuh manusia. Setelah masuk ke aliran darah, glukosa membutuhkan insulin agar dapat dimanfaatkan oleh sel. Namun, fruktosa merupakan pengecualian. Setelah diserap, sebagian besar fruktosa melewati aliran darah dan langsung menuju hati. Hati tidak memperlakukan fruktosa sebagai energi langsung. Sebaliknya, hati memperlakukannya sebagai zat yang perlu "didetoksifikasi" dan mengaktifkan mekanisme penyimpanan. Ketika hati memproses kelebihan fruktosa, hati memulai proses yang disebut "lipogenesis," mengubahnya menjadi sejumlah besar trigliserida, yang menyebabkan perlemakan hati dan kadar lipid darah tinggi.
Dr. Lee mengungkapkan, metabolisme fruktosa juga melepaskan asam urat, yang bukan hanya penyebab penyakit asam urat, tetapi juga sinyal bahwa tubuh memasuki "mode penyimpanan lemak". Studi menunjukkan bahwa asam urat tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin, membuat sel-sel di seluruh tubuh kurang responsif terhadap sinyal insulin. Sel-sel tidak dapat memanfaatkan glukosa secara efektif, memaksa lebih banyak energi untuk diubah menjadi penyimpanan lemak, yang selanjutnya meningkatkan efisiensi fruktosa dalam mendorong produksi lemak.
Ia menyampaikan, bahwa di kliniknya ia selalu menekankan, bahwa menghindari makanan penutup dan permen saja tidak cukup. Fruktosa dalam jus buah pekat, smoothie, atau sirup jagung fruktosa tinggi yang tampaknya "sehat" diam-diam merusak metabolisme kita. Biaya metabolisme yang dibayarkan tubuh untuk memproses fruktosa telah diam-diam menumpuk di hati dan pembuluh darah, memengaruhi trigliserida, kolesterol lipoprotein densitas tinggi, dan bahkan kadar asam urat.
Ia menekankan bahwa ini bukan tentang takut atau menolak semua fruktosa alami, tetapi tentang moderasi. Ia merekomendasikan untuk mengonsumsi buah-buahan utuh yang tidak diolah, karena kaya akan serat makanan, yang memperlambat penyerapan fruktosa. Menggabungkan ini dengan nutrisi lain seperti protein memberi tubuh lebih banyak waktu untuk memproses fruktosa. Ia tidak menganjurkan mengonsumsi dalam jumlah besar dalam bentuk pekat atau cair, karena ini dapat langsung membebani hati.
Dr. Lee Szu-hsien mengutarakan, dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang harus fokus pada pembatasan semua makanan olahan tinggi fruktosa dan minuman manis, serta meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin melalui olahraga teratur. Ini adalah strategi kesehatan yang paling praktis dan mendukung.

Jus buah (foto: Dr-Amy)
Proyek Pertama “580 Bangunan Berbahaya” di New Taipei untuk Pembaruan dan Rekonstruksi akibat Gempa
Gempa bumi dahsyat Hualien pada 3 April tahun 2024 lalu merusak banyak bangunan di Kota Taipei Baru. Di antaranya, sebuah gedung apartemen tua di Jalan Mingde, Distrik Tucheng, mengalami kerusakan parah dan diklasifikasikan sebagai bangunan "daftar merah", yang menimbulkan kekhawatiran langsung tentang keselamatan struktural, sehingga menyebabkan evakuasi darurat beberapa penghuni. Para pemilik tanah, bekerja sama dengan proyek pembaruan kota, menandatangani perjanjian per 22 Desember lalu dengan Hanhuang Construction, pelaksana pembaruan kota, setelah satu setengah tahun integrasi dan pertimbangan. Pembangunan diharapkan dimulai pada tahun 2029 dan selesai pada tahun 2033, menciptakan bangunan modern yang aman dan berkelanjutan. Kasus ini juga merupakan proyek pertama yang ditandatangani sejak pemerintah kota meluncurkan "Proyek 580 Bangunan Berbahaya".
Wali Kota New Taipei, Hou Yu-ih (侯友宜), bertindak sebagai saksi penandatanganan. Ia menyatakan bahwa sejak menjabat, ia telah berkomitmen untuk mempromosikan pembaruan kota dan mengubah penampilan kota. Ia mendirikan Pusat Perumahan dan Pembaruan Kota New Taipei, dan melalui intervensi sektor publik, ditambah dengan bantuan "Aliansi Pembaruan Kota" serta para promotor pembaruan kota, ia telah mengurangi ketidakpercayaan dan kecurigaan yang muncul di masa lalu ketika sektor swasta mempromosikan pembaruan kota, mempersingkat prosesnya. Saat ini, Proyek 580 memiliki 31 pendaftar, di mana 5 di antaranya telah memasuki proses penawaran.
Menurut NTUHRC, lokasi proyek bagian Tucheng Qingshui mencakup area seluas 3.825 meter persegi. Awalnya, bangunan ini adalah gedung apartemen 5 lantai yang berusia lebih dari 40 tahun, dengan 170 unit hunian. Setelah renovasi, diharapkan akan ada 299 unit hunian, dan rencananya akan dibangun dua gedung beton bertulang 16 lantai di atas tanah dan 4 lantai di bawah tanah.
Chen Chun-ching (陳純敬), Kepala NTUHRC, menjelaskan bahwa Proyek 580 melibatkan komunitas dengan bangunan berbahaya yang mengajukan permohonan setelah lebih dari 50% penduduk menyatakan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam pembaruan kota. Pemerintah kota dan NTUHRC kemudian menginvestasikan sumber daya untuk membantu dalam memberikan evaluasi skema dan memperkenalkan teknologi profesional dari "Aliansi Pembaruan Kota." Jika 80% penduduk setuju, pelaksana akan dipilih melalui proses tender publik untuk pembaruan kota. Dalam kasus bagian Qingshui di Distrik Tucheng, penduduk berhasil mencapai konsensus dalam waktu singkat dan berhasil menyelesaikan proses tender, menunjukkan efektivitas kemitraan publik-swasta.
Perwakilan penduduk Zhao Zheng-wen (趙正文) menyampaikan, bahwa setelah gempa Hualien tahun lalu, dinding rumahnya retak, dan batang baja pilar lantai pertama di komunitas tersebut sangat terbuka. Untungnya, bangunan tersebut tidak runtuh pada saat itu; jika tidak, konsekuensinya akan tak terbayangkan. Banyak warga lanjut usia di komunitas tersebut tidak familiar dengan proses pembaruan kota. Dengan bantuan sektor publik, Proyek 580 membantu mereka mencapai kesepakatan 50% pemilik lahan dalam waktu kurang dari sebulan. Proses ini, menggunakan metode pengalihan hak, bersifat terbuka dan transparan. Saat ini, 10% warga belum menyetujui pembaruan kota, dan upaya akan terus dilakukan untuk menyambut rumah baru.

Bangunan berbahaya di New Taipei (foto: Urbanrenewal)
Rumah Sakit Bergaya Barat Pertama di Taiwan – Rumah Sakit NTU
National Taiwan University Hospital (NTUH), atau yang lebih dikenal sebagai Rumah Sakit NTU, adalah rumah sakit bergaya Barat pertama di Taiwan. Rumah sakit ini didirikan pada tahun 1895 di sekitar Dadaocheng, di tahun pertama masa pendudukan Jepang, lalu dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1898. Sejak itu, rumah sakit ini telah melalui berbagai renovasi dan restrukturisasi. Hingga kini, Rumah Sakit NTU tetap menjadi rumah sakit umum terbesar di Taiwan.
Pada tahun 2025, rumah sakit ini merayakan ulang tahun ke-130. Perjalanan panjang Rumah Sakit NTU bisa dikatakan sebagai cerminan sejarah perkembangan ilmu kedokteran di Taiwan. Dari metode pengobatan religius pada akhir Dinasti Qing, kedatangan misionaris yang mengajarkan pengetahuan medis dasar, hingga masa pendudukan Jepang yang memperkenalkan konsep pengobatan Barat dengan bukti ilmiah, semua itu menjadi fondasi penting bagi sistem kesehatan modern Taiwan.
Menariknya, karena bangunan bagian barat Rumah Sakit NTU masih mempertahankan bentuk aslinya yang berusia lebih dari seratus tahun, pernah terjadi insiden lucu di mana wisatawan asing mengira tempat ini adalah objek wisata, lalu masuk untuk berfoto dan berkeliling. Selain itu, Rumah Sakit NTU bahkan sempat masuk dalam 10 destinasi yang wajib dikunjung bagi wisatawan asal Tiongkok, menjadikannya sebuah landmark populer dengan daya tarik tersendiri.

Rumah Sakit NTU (foto: Taipei Travel)
Wawancara Maria C. Laras: Mengenal Industri Keamanan Blockchain di Taiwan
Dunia terus berkembang dan kini pengenalan akan rantai blok (blockchain) semakin sering terdengar. Apa itu blockchain? Bagaimana sistem dan perkembangan industri blockchain ini, serta keamanannya di Taiwan? Siapakah para penggunanya?
Yuk dengarkan di acara ini dalam wawancara bersama dengan Maria C. Laras, salah satu pekerja profesional di Taiwan yang terjun di bidang ini.

Maria Catharina Laras di perusahaan sekuritas blockchain Taiwan (foto: CYBERSEC 2025)