(Taiwan, ROC) --- Kereta tandu dewa menjadi berharga justru karena banyak di antaranya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kereta Dewa di Kuil Shoutian, Gangshan, Kaohsiung, adalah kereta dewa gaya Jepang yang tersisa dari era Pendudukan Jepang.
Kereta dewa yang besar memiliki dekorasi torii. Setelah diterima, pihak kuil meminta perbaikan dan memadukan gaya kereta dewa Taiwan yang megah, menjadikannya diklaim sebagai kereta dewa Jepang paling mewah di seluruh Taiwan.
Selain itu, di Kuil Donglong, Donggang, juga terdapat satu kereta dewa yang sangat istimewa. Dibuat dari kayu Taiwan cypress permukaannya dilapisi 25.000 lembar emas, dengan total biaya pembuatan NT$2,5 juta. Saat dewa keluar untuk berkeliling atau pada acara penting, lampu LED yang berkilauan akan dinyalakan, menjadikannya modis dan menarik perhatian.
Kereta Dewa Amaterasu, permukaannya dilapisi emas berkilauan, ukiran pada badan kereta sangat halus, dan di puncaknya berdiri seekor burung phoenix, melambangkan keberuntungan dan kedamaian. Kereta dewa megah yang diwariskan sejak era Pendudukan Jepang ini berada di Kuil Shoutian, Gangshan, Kaohsiung.
Pemandu Kuil Shoutian, Gangshan, mengatakan, “Ini adalah peninggalan dari Kuil Okayama Jepang. Kuil Okayama Jepang selesai dibangun pada tahun1935, jadi usianya sekitar 90 tahun hingga sekarang.”
Kereta dewa Jepang ini, setelah diterima dan dirawat oleh pihak kuil, dipadukan dengan gaya kereta dewa Taiwan yang mewah. Benda kuno yang berharga ini tidak dilengkapi pengamanan khusus anti-pencurian. Umat dapat mengaguminya saat memasuki kuil karena kereta dewa yang besar ini sangat berat, bahkan sulit dipindahkan oleh 8 orang sekalipun.
Pemandu Kuil Shoutian, Gangshan, mengatakan, “Semua orang sangat berhati-hati terhadap benda-benda kuno ini. Seperti saat kami membersihkannya, kami tidak berani menyentuhnya sembarangan, hanya menyikat sedikit debu dengan kuas.”
Selain kereta dewa Jepang kuno yang mewah, patung Dewi Mazu yang unik di Taiwan juga ada di sini, sebuah karya seni yang dibuat dari 38.000 baut dan pengencang, yang mencerminkan status Gangshan sebagai pusat industri baut.
Beralih ke Pingtung, kereta dewa yang dipasangi lampu LED berwarna-warni sangat menarik perhatian, bahkan bendera komando pun berkilauan. Kereta dewa di Kuil Donglong, Donggang, ini dibuat dari kayu Taiwan cypress, permukaannya dilapisi 25.000 lembar emas, dengan total biaya pembuatan NT$2,5 juta, dan berat bersih 137 kilogram. Saat dewa keluar untuk berkeliling atau pada acara penting, lampu LED yang berkilauan akan dinyalakan.
Tsai Mu-yin (蔡木印), Anggota Dewan Kuil Donglong, Donggang, mengatakan, “Lampu LED itu baru akan digunakan saat ada acara penting.”
Setiap kereta dewa tidak hanya membawa kekuatan keyakinan, tetapi juga merekam perubahan zaman dan jejak kerajinan lokal, yang patut dihargai dengan baik.