Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Gemetar Meniru AS? Pakar Taiwan Patahkan Skenario Serangan Dadakan Tiongkok ke Taiwan  

26/01/2026 Perspektif
Gemetar Meniru AS? Pakar Taiwan Patahkan Skenario Serangan Dadakan Tiongkok ke Taiwan (AI)
Gemetar Meniru AS? Pakar Taiwan Patahkan Skenario Serangan Dadakan Tiongkok ke Taiwan (AI)

(Taiwan, ROC) --- Sebuah operasi serangan mendadak yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Venezuela telah mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia, sekaligus menyulut api perdebatan sengit di dunia maya. Sebuah skenario horor pun beredar, "hari ini Venezuela, besok Taiwan."

Bisikan di jagat internet menyiratkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) bisa saja terinspirasi untuk meniru langkah serupa dan menyerang Taiwan secara tiba-tiba. Namun, para akademisi Taiwan dengan tegas mematahkan narasi tersebut, menegaskan bahwa perbandingan itu tidak hanya keliru, tetapi juga menelanjangi ketidakmampuan Beijing untuk melakukan manuver sekelas Washington.

Para pakar menegaskan, menyamakan hubungan antar-selat dengan dinamika AS-Venezuela adalah sebuah kesalahan fatal. Lebih dari itu, mereka meyakini bahwa militer Tiongkok tidak memiliki kapasitas untuk mereplikasi serangan presisi sekaliber AS. Jika pun Beijing nekat hilang akal dan mencoba menirunya, hasilnya diprediksi hanya akan menjadi sebuah bencana yang membuat mereka babak belur.

 

Jurang Kapabilitas: Langit dan Bumi dengan Militer AS

Menanggapi kekhawatiran publik, Liu Wen-bin (劉文斌), seorang pakar perang kognitif dari Universitas Kristen Chung Yuan, memberikan perspektif yang menenangkan. Ia mengingatkan bahwa slogan-slogan ketakutan seperti hari ini Hong Kong, besok Taiwan atau hari ini Ukraina, besok Taiwan telah terbukti kosong.

Kini, ia berani memastikan bahwa narasi hari ini Venezuela, besok Taiwan juga akan berakhir sama. Alasannya sederhana, kekuatan militer Tiongkok belum berada di level yang sama.

Menurut Liu Wen-bin, operasi AS yang mengerahkan 150 pesawat tempur dalam beberapa gelombang ke Venezuela adalah sebuah simfoni serangan yang membutuhkan orkestrasi dan presisi tingkat dewa, sebuah kemampuan yang saat ini mungkin tidak dimiliki oleh negara lain di dunia. Ia menegaskan bahwa di panggung global, kekuatan adalah segalanya.

"Kecuali kekuatan Partai Komunis Tiongkok saat ini bisa menyamai Amerika Serikat, bisa menginvasi negara mana pun, tetapi saat ini Anda tidak memiliki kekuatan itu, jadi jangan bicarakan hal ini," tegas Liu Wen-bin.

Ia menambahkan bahwa setiap peristiwa internasional memiliki kekhususan dan independensinya sendiri, sehingga tidak bisa dibandingkan secara sembarangan.

 

Cermin Buruk dari Perang Ukraina: Risiko yang Tak Berani Diambil Beijing

Lebih jauh, Liu Wen-bin menunjuk pada cermin buruk dari Perang Rusia-Ukraina sebagai pelajaran paling nyata bagi Beijing. Jika Tiongkok nekat menyerang Taiwan, mereka berisiko terperosok ke dalam lumpur peperangan yang sama seperti Rusia, sebuah konflik berkepanjangan yang menguras sumber daya, menghancurkan reputasi, dan menyebabkan kemunduran kekuatan nasional secara drastis.

"Rusia menemui jalan buntu selama bertahun-tahun, dan kekuatan negaranya merosot menjadi kelas dua di mata dunia. Apakah Partai Komunis Tiongkok berani mengambil risiko semacam ini?" tanyanya retoris.

Menurut analisisnya, berdasarkan pola pengambilan keputusan dan kebiasaan politik Beijing, mereka cenderung menghindari pertaruhan yang dapat mengancam stabilitas rezim.

 

Perang Psikologis: Saat Ketakutan Menjadi Senjata Utama

Lalu, mengapa narasi hari ini Venezuela, besok Taiwan terus disebarkan? Liu Wen-bin menguliti motif di baliknya, yang ia yakini sebagai bagian dari strategi perang kognitif. Menurutnya, ada pihak-pihak dengan agenda tersembunyi yang sengaja menyebarkan ketakutan ini. Di sisi lain, PKT jelas sangat berharap rakyat Taiwan percaya pada narasi tersebut.

"Jika mereka berhasil membuat seluruh rakyat percaya bahwa PKT dapat mengambil Taiwan semudah mengambil barang dari dalam kantong, maka tujuannya adalah agar Anda menyerah saja," jelasnya.

Dengan membiarkan narasi ini membesar di internal Taiwan, Beijing berharap dapat mencapai tujuan utamanya, yakni menaklukkan musuh tanpa harus bertempur.

 

Ancaman Bumerang: Siapa yang Seharusnya Waspada?

Secara ironis, Liu Wen-bin berpendapat bahwa yang seharusnya merasa paling waspada atas aksi AS bukanlah Taiwan, melainkan Tiongkok sendiri. Serangan mendadak tersebut adalah demonstrasi kekuatan yang menjadi pengingat nyata bagi Beijing.

"Jika Amerika Serikat melakukan operasi pemenggalan kepala serupa (penangkapan pemimpin negara) terhadap Partai Komunis Tiongkok, apakah mereka mampu menahannya?"

Zeng Jian-yuan (曾建元), Direktur Eksekutif Asosiasi Akademi Demokrasi Tionghoa, mengamini pandangan tersebut. Ia menekankan bahwa Tiongkok bukan Amerika, dan Taiwan pun bukan Venezuela. Kesenjangan kekuatan militer antara Tiongkok dan Taiwan tidak sebesar antara AS dan Venezuela.

"Pertahanan udara Taiwan juga tidak buruk. Jika PKT ingin melakukan operasi pemenggalan kepala terhadap Taiwan, mereka harus berpikir seribu kali," ujar Zeng Jian-yuan.

Ia bahkan menambahkan bahwa Taiwan memiliki kemampuan serangan balik yang dapat menimbulkan kekacauan di daratan Tiongkok. "Asalkan Taiwan menyerang sampai ke Shanghai, seluruh Tiongkok daratan akan kacau balau."

Pada akhirnya, para pakar sepakat bahwa prioritas utama PKT adalah mempertahankan kekuasaan rezimnya. Mereka tidak akan mengambil risiko kehilangan segalanya demi sebuah serangan dadakan ke Taiwan.

Sebaliknya, mereka akan terus memainkan genderang perang dan menciptakan ketegangan untuk mengonsolidasikan kekuasaan di dalam negeri, demi meraup keuntungan politik yang maksimal dari sebuah konflik yang tidak pernah benar-benar mereka inginkan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解