Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Taipei akan Jadi Kota Bebas Asap Rokok, Chiang Wan-an Berencana Tiru Tokyo

15/01/2026 Kedai RTISI
Taipei akan Jadi Kota Bebas Asap Rokok, Chiang Wan-an Berencana Tiru Tokyo (RtiSI)
Taipei akan Jadi Kota Bebas Asap Rokok, Chiang Wan-an Berencana Tiru Tokyo (RtiSI)

Di Taiwan, masyarakat yang ingin merokok harus melihat dulu apakah ada tanda dilarang merokok di dekatnya. Di luar negeri aturannya lebih ketat, contohnya Jepang yang merencanakan ruang merokok untuk mencegah orang lain menghirup asap rokok sekunder.

Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an (蔣萬安), dalam sebuah wawancara khusus menyebutkan bahwa sebelum akhir tahun ini, ia akan meniru Tokyo, Jepang, untuk mendorong Taipei Kota Bebas Asap Rokok, yaitu keluar dari pola pikir masa lalu yang hanya menetapkan kawasan dilarang merokok.

Petugas patroli larangan merokok turun ke jalan-jalan di Kota Kobe, Jepang, untuk melihat apakah ada orang yang merokok secara melanggar aturan di area publik. Pemandangan beralih ke Tokyo, di mana di trotoar dan jalan pertokoan juga jarang terlihat pecandu rokok.

Berdasarkan peraturan pemerintah Jepang, masyarakat yang merokok harus pergi ke ruang yang ditentukan. Jika melanggar, dapat didenda ¥1.000 hingga ¥2.000, atau setara dengan sekitar NT$200 hingga NT$400. Mengingat efektivitas larangan merokok di Jepang, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an melontarkan kebijakan larangan merokok yang lebih ketat, ingin meniru Tokyo untuk membangun kota bebas asap rokok.

Wali Kota Taipei Chiang Wan-an, mengatakan, "Prinsipnya dilarang kecuali di tempat yang dibuka, artinya kami sebisa mungkin mengacu pada cara luar negeri untuk menyediakan area merokok atau ruang merokok, demi memisahkan perokok dan bukan perokok."

Komisi Penelitian, Pengembangan, dan Evaluasi (RDEC) Pemerintah Kota Taipei melakukan jajak pendapat pada Oktober tahun lalu, di mana 85% masyarakat pernah merasa terganggu dengan orang yang merokok sambil berjalan. Selain itu, 80% masyarakat setuju dengan penyediaan area merokok yang ditentukan di luar ruangan.

Lihatlah Taipei Dome yang resmi dibuka pada tahun 2023, hingga kini di sekelilingnya ditempel banyak tanda dilarang merokok. Selain itu, disediakan enam area merokok yang dikelilingi tanaman besar dalam lingkup kecil, mengharuskan masyarakat yang ingin merokok untuk masuk ke area yang ditentukan.

Pelanggar akan didenda NT$2.000. Apakah model larangan merokok di sekitar Taipei Dome ini nantinya akan diperluas ke seluruh Kota Taipei?

Warga mengatakan, "Sebisa mungkin jangan sampai mengganggu orang yang tidak merokok, begitu saja. Saya merasa bagi saya tidak masalah."

Warga menambahkan, "Sebenarnya lebih baik ada area merokok yang tetap, karena ada anak-anak serta ibu hamil. Kalau ada orang merokok itu tidak baik, tapi kadang kalau angin bertiup asapnya akan menyebar ke sini. Paling baik seperti di Jepang yang ada kacanya, dibangun sebuah ruangan kaca."

Asap rokok sekunder tidak hanya bau tetapi juga membahayakan tubuh. Kali ini Chiang Wan-an melontarkan gagasan membangun kota bebas asap rokok. Apakah di masa depan dapat terlaksana dengan lancar, warga kota sedang menantikannya.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解