Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Salju di Alishan, Mungkinkah seperti Dulu Lagi?

31/01/2026 Mesin Waktu
Danau adik kakak (Sister's Lake) di Alishan yang diselimuti salju pada Maret 2005 (foto: alishan.cyc.edu.tw)
Danau adik kakak (Sister's Lake) di Alishan yang diselimuti salju pada Maret 2005 (foto: alishan.cyc.edu.tw)

Beberapa waktu lalu orang-orang di Taiwan gempar, sebab Kawasan Rekreasi Hutan Alishan di Kabupaten Chiayi mengalami hujan salju dengan adanya kombinasi suhu rendah dan kelembapan yang cukup. Area hutan yang kehijauan pun dalam sekejap tertutup selubung putih keperakan. Para penduduk dan pelaku bisnis setempat sangat gembira, karena menurut mereka fenomena tersebut sangat langka.

Di tahun 2026 ini, Alishan kembali turun salju setelah absen selama 8 tahun. Uniknya, Kawasan Rekreasi Hutan Nasional Alishan yang berada di ketinggian 2.000 – 2.700 meter di atas permukaan laut ini memang jarang mendapatkan salju, meski suhu cukup rendah karena kurangnya kelembapan. Berdasarkan catatan data meteorologi, salju di Alishan sebagian besar terjadi selama periode gelombang massa udara dingin yang kuat, biasanya antara Januari dan Maret. Catatan turunnya salju lebat di Alishan tercatat pada tahun 2005, 2014, 2016, dan 2018, sementara pada tahun 2020 sempat tercatat fenomena hujan es kecil.

Dalam pikiran banyak orang, khususnya mereka yang berada di Kawasan Rekreasi Hutan Alishan, ingatan terbaik terkait dengan keindahan salju di kawasan ini adalah pada 4 Maret 2005, di mana akumulasi salju sangat tebal terlihat di Danau Adik Kakak (Sister’s Lake), meninggalkan foto-foto pemandangan bersalju yang masih dibicarakan hingga kini. Itu adalah pertama kalinya Alishan melihat salju di bulan Maret.

Berdasarkan catatan dan foto terkait dengan salju di Alishan yang berhasil diabadikan, akumulasi salju di Stasiun Zhaoping mencapai 15 hingga 20 sentimeter, dan bahkan Fenqihu, yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter, juga menerima hujan salju. Ini adalah hujan salju terberat yang pernah dialami Alishan. Tahun itu, salju lebat mulai turun saat senja dan berlanjut sepanjang malam, mencapai kedalaman 30 sentimeter pada pagi hari. Kereta api hutan tidak dibuka kembali selama tiga hari, dan salju di hutan tidak tersapu hujan selama sepuluh hari berikutnya. Akibatnya, musim bunga Alishan tahun itu adalah yang terburuk sepanjang sejarah.

20 Februari 2014 Alishan kembali menerima fenomena salju, tapi hanya berlangsung sesaat, mencair beberapa saat setelah menyelimuti kawasan. Pada Januari 2016, Alishan dan Fenqihu juga menerima hujan salju, menarik banyak wisatawan ke pegunungan dan menciptakan pemandangan musim dingin yang tak terlupakan bagi kota pegunungan tersebut. Namun, salju tersebut mencair segera setelah mencapai tanah. Tahun ini, fenomena salju di Alishan hadir 8 Januari 2026 yang juga segera mencair tak lama setelah mencapai tanah.

Apakah Alishan akan kembali menerima pemandangan salju yang indah seperti tahun 2005 atau sekilas seperti yang terjadi sebelumnya? Mari kita tunggu kembali.

Ikuti Program & Podcast
Mesin Waktu
Mesin Waktu
Penyiar: Linda
Waktu Siar: Sabtu

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解