Dunia perfilman laga Hong Kong kembali kehilangan salah satu pilar utamanya. Bruce Leung Siu-lung (梁小龍), yang lebih akrab disapa Kakak Siu Lung atau Naga Kecil, telah mengembuskan napas terakhirnya pada 14 Januari 2026 di Shenzhen, Tiongkok, pada usia 74 tahun. Kabar duka yang dikonfirmasi oleh seorang sahabatnya pada 18 Januari 2026 tersebut menandai akhir dari sebuah era.
Sang aktor, yang pernah disejajarkan dengan Bruce Lee (李小龍), Jackie Chan (成龍), dan Ti Lung (狄龍) sebagai salah satu dari Empat Naga Hong Kong, meninggal dunia akibat gagal jantung, meninggalkan warisan yang kompleks dan tak terlupakan.
Lahir dengan nama Leung Choi-sang pada 9 Agustus 1951 di Hong Kong, perjalanan hidup Bruce Leung adalah sebuah epik yang penuh dengan gejolak. Tumbuh dalam kemiskinan di distrik Yau Ma Tei bersama neneknya, ia menemukan pelarian dan kekuatan dalam seni bela diri.
Menguasai Wing Chun dan Karate sejak usia muda, bakatnya yang mentah dan ketangkasannya yang luar biasa membawanya ke gerbang industri film pada usia 15 tahun sebagai seorang pemeran pengganti.
Kehebatannya dalam pertarungan praktis, bukan sekadar koreografi indah, membuatnya menonjol. Pada dekade 1970-an, namanya mulai meroket. Namun, puncak ketenarannya datang pada awal 1980-an ketika ia memerankan Chen Zhen (陳真), murid legendaris dari master kung fu Huo Yuan-jia (霍元甲), dalam serial televisi klasik The Legendary Fok (1981) dan sekuelnya, The Fist (1982).

Bruce Leung muda. Foto: Youtube
Peran tersebut tidak hanya menjadikannya idola, tetapi juga mengukuhkan citranya sebagai pahlawan pembela kebenaran di benak jutaan penonton berbahasa Mandarin. Ia menjadi salah satu dari sedikit aktor laga papan atas yang membangun kariernya di luar naungan studio raksasa TVB, dengan RTV (kemudian ATV) sebagai rumah utamanya.
Namun, seperti roda yang berputar, kariernya yang sedang berada di puncak tiba-tiba terhenti secara tragis. Pada pertengahan 1980-an, sebuah kunjungan ke Tiongkok atas undangan Departemen Pekerjaan Front Persatuan menjadi titik balik yang menentukan nasibnya.
Di sana, ia mengunjungi bekas kediaman Huo Yuan-jia di Tianjin dan bahkan diterima oleh salah satu marsekal pendiri Tiongkok Komunis, Ye Jian-ying (葉劍英). Di masa ketika tensi politik antara Tiongkok dan Taiwan sangat tinggi, kunjungan ini dianggap sebagai sebuah tindakan politis.
Akibatnya, Serikat Pekerja Bebas Taiwan, yang memiliki pengaruh besar terhadap pasar film Hong Kong saat itu, memasukkannya ke dalam daftar hitam.
Seketika, tawaran pekerjaan mengering. Pintu-pintu yang tadinya terbuka lebar kini tertutup rapat. Sang Naga Kecil yang perkasa di layar perak mendapati dirinya terasing dari industri yang telah membesarkan namanya. Terpaksa menelan pil pahit, Bruce Leung mengambil keputusan drastic, ia pensiun dari dunia film.

Bruce Leung dalam perannya sebagai Chen Zhen. Foto: YOUTUBE
Selama hampir dua puluh tahun, ia menghilang dari sorotan publik, beralih profesi menjadi seorang pengusaha di Tiongkok, membangun kehidupan baru yang jauh dari gemerlap kamera.
Dunia perfilman nyaris melupakannya, hingga sebuah panggilan tak terduga datang pada tahun 2004. Stephen Chow (周星馳), sutradara komedi jenius yang sedang mempersiapkan mahakaryanya, Kung Fu Hustle, menginginkan Bruce Leung untuk sebuah peran kunci.
Peran itu adalah The Beast (Huo Yun Xie Shen), seorang antagonis legendaris dengan kekuatan yang tak tertandingi. Ini adalah sebuah pertaruhan besar. Peran tersebut benar-benar bertolak belakang dengan citra heroik Chen Zhen yang melekat padanya. Namun, Bruce Leung menerima tantangan itu.
Kemunculannya kembali di layar lebar mengguncang penonton. Dengan penampilan yang eksentrik, kaus singlet, sandal jepit, dan rambut acak-acakan, ia menjelma menjadi penjahat yang menakutkan sekaligus menggelikan. Kebangkitan The Beast adalah kebangkitan Bruce Leung. Popularitasnya meroket kembali, kali ini ke panggung internasional.
Namun, di balik kolaborasi ikonik tersebut, tersimpan cerita yang lebih rumit. Dalam sebuah wawancara bertahun-tahun kemudian, Bruce Leung mengenang pertemuan pertamanya dengan Stephen Chow. Stephen Chow, dengan gayanya yang khas, disebut menggoyangkan paha Bruce Leung dan bertanya, "Apakah kamu benar-benar jago berantem?" Sebuah pertanyaan yang di masa lalu bisa dianggap sebagai provokasi.
Bruce Leung juga mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tidak menerima bayaran penuh setelah film selesai, sebuah klaim yang menambah daftar panjang kontroversi seputar metode kerja Stephen Chow.
Bruce Leung sebagai The Beast dalam film fenomenal Kungfu Hustle. Foto: YOUTUBE
Kehidupan pribadi Bruce Leung juga penuh warna. Pernikahan pertamanya adalah dengan penyanyi blasteran terkenal, Irene Ryder, pada tahun 1975, yang memberinya seorang putri. Setelah bercerai pada awal 1980-an, ia menikah lagi dengan istri keduanya, Song Xiang, dan dikaruniai sepasang anak lagi.
Seiring kembalinya popularitas, gosip pun tak terhindarkan. Pada tahun 2018, sebuah skandal mengejutkan publik ketika akun Weibo miliknya tiba-tiba memuat postingan pengakuan cinta kepada seorang wanita muda, lengkap dengan pengakuan bahwa ia telah memelihara wanita tersebut selama bertahun-tahun. Postingan itu segera dihapus, memicu spekulasi liar. Namun, tak lama kemudian, seorang sahabat dan muridnya mengklarifikasi bahwa akun Weibo Bruce Leung telah diretas sebulan sebelumnya dan sang aktor yang sudah berumur tidak terlalu peduli untuk mengurusnya. Skandal itu pun mereda tanpa pernah terverifikasi kebenarannya.
Pada akhirnya, Bruce Leung akan selalu dikenang sebagai seorang seniman bela diri sejati yang hidupnya adalah cerminan dari pasang surut industri film Hong Kong itu sendiri.
Ia merasakan manisnya ketenaran, pahitnya keterasingan politik, dan keajaiban kesempatan kedua. Sehari sebelum meninggal, ia dilaporkan masih berkumpul dengan teman-temannya.
Upacara pemakamannya diadakan secara sederhana oleh keluarga di Distrik Longgang, Shenzhen, pada 26 Januari 2026. Sang Naga Kecil kini telah beristirahat, namun aumannya akan terus bergema dalam sejarah sinema.
