Harga di Taiwan lebih Mahal dari Jepang? Minuman Le Ble D’or Taiwan Dipertanyakan
Bir buatan Taiwan dengan merek “SUNMAI dari Le Ble D’or”(SUNMAI金色三麥) yang terkenal dengan bir madunya telah sukses diluncurkan di jaringan department store Jepang, Isetan. CEO SUNMAI Le Ble D’or, Yeh Kuan-ting (葉冠廷) dengan senang hati berbagi kabar ini di media sosial, menuliskan “kebanggaan ini adalah milik Taiwan” seraya berbagi foto produk terkait di rak toko. Namun, label harga di Jepang membuat adanya komentar ketidakpuasaan dari para warganet Taiwan yang menganggap harganya lebih murah daripada harga di tempat asalnya, Taiwan.
Menanggapi pertanyaan dari para warganet Taiwan, CEO SUNMAI Le Ble D’or, Yeh Kuan-ting secara pribadi menanggapi hal tersebut. Ia menyampaikan, “saya memahami semua orang memiliki perasaan ini, dan terima kasih karena telah bersedia mengangkatnya untuk didiskusikan.” Yeh pun menjelaskan, “sebenarnya, nilai tukar yen Jepang relatif lebih lemah daripada dolar Taiwan dalam beberapa tahun terakhir ini, setelah konversi, harganya dapat dengan mudah membuat orang salah paham, mengira ‘harganya lebih murah.’”
Yeh Kuan-ting menjelaskan,“mengenai sistem pajak, penting untuk mengklarifikasi satu poin, ekspor bir dibebaskan dari pajak alkohol, tetapi penjualan di Taiwan tunduk pada peraturan Taiwan, termasuk pajak tembakau dan alkohol serta pajak terkait lainnya.” Ia menambahkan, “selanjutnya, pasar dan saluran distribusi yang berbeda (toko serba ada, konter khusus, periode promosi) secara alami memiliki strategi penetapan harga dan pemasaran sendiri, sebuah tantangan yang dihadapi oleh semua merek internasional.”
Ia menekankan, pihaknya sangat menghargai dukungan jangka panjang Taiwan untun SUNMAI dan menulis “di masa mendatang, kami akan lebih fokus untuk membalas pengawasan semua orang dengan bir kerajinan Taiwan berkualitas tinggi. Terima kasih sekali lagi atas bimbingan Anda.”

Foto bir Sunmai di Jepang (foto: Threads @ceosunmai)
2 Maskapai Penerbangan Taiwan Masuk Daftar 10 Maskapai Dunia dengan Kursi Kelas Ekonomi Terbaik versi SKYTRAX
Banyak orang yang memilih moda transportasi udara untuk bepergian ke tempat lain demi kemudahan dan tidak sedikit yang memilih penerbangan dengan kelas ekonomi.
Penerbangan kelas ekonomi merupakan pilihan yang paling populer karena harganya yang cukup terjangkau. Namun, harga yang terjangkau tidak selalu berarti kritik dan ketidaknyamanan. Beberapa maskapai penerbangan internasional memberikan pelayanan kelas ekonomi yang sangat baik, bahkan mendapatkan pujian dari para penumpang penggunanya.
Beberapa waktu lalu, lembaga penilaian industri penerbangan internasional, Skytrax World Airline Awards mengumumkan hasil penilaian untuk 10 maskapai penerbangan internasional dengan kursi kelas ekonomi terbaik tahun 2025.
Japan Airlines (JAL) mendapatkan pengakuan sebagai maskapai dengan peringkat terbaik untuk kursi kelas ekonomi.
Dikutip dari SKYTRAX, terkait dengan kategori Best Economy Class Airline Seat, JAL unggul berkat desain kursi yang ergonomis, jarak antar baris yang lebih lega, serta sandaran kepala yang nyaman yang bisa disesuaikan, sehingga memberikan rasa lega dan kenyamanan lebih lama selama penerbangan jarak jauh.
Penilaian ini berdasarkan survei global yang melibatkan ribuan penumpang dari berbagai negara. Penilaiannya berbasis pengalaman para konsumen, mencakup elemen layanan kabin secara keseluruhan, termasuk pelayanan awak kabin dan fasilitas lain, bukan hanya dimensi kursi saja.
Selain JAL, ada beberapa maskapai lain yang masuk dalam jajaran maskapai dengan kursi kelas ekonomi terbaik, termasuk STARLUX dan China Airlines, yang merupakan maskapai penerbangan asal Taiwan. STARLUX berada di peringkat 8, sementara China Airlines berada di peringkat 9 dari 10 maskapai terbaik di kategori ini.
Berikut adalah 10 maskapai dengan kursi kelas ekonomi terbaik:
Japan Airlines
Cathay Pacific
Korean Air
Singapore Airlines
Qatar Airways
ANA All Nippon Airways
Emirates
STARLUX
China Airlines
Malaysia Airlines
Penghargaan ini tentu dapat menjadi indikator penting bagi para calon penumpang yang sering bepergian jarak jauh untuk memilih maskapai penerbangan yang diinginkan.
Topik: Diskriminasi, Nyata atau Hanya Perasaan Saja?
Belum lama ini ada berita mengenai adanya kemungkinan diskriminasi yang dialami oleh warga negara asing (WNA) asal Asia Tenggara di Taiwan. Berita tersebut menjadi heboh karena banyak warganet yang menjadikannya sebagai topik diskusi dan membahasnya.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, apa yang disebut sebagai diskriminasi? Apakah diskriminasi ini benar adanya atau hanya perasaan saja?