Di Taiwan, ote-ote tidak banyak dijual di kawasan utara, yang banyak ada di daerah sentral hingga selatan. Mungkin disesuaikan dengan tempat yang membudidayakan tiram. Bentuknya pun beda-beda, ada yang pakai centong seperti ote-ote di Indonesia, ada yang panjang dan selalu isi daun kucai.
Ote-ote sangat cocok dinikmati sebagai camilan sambil berbincang dengan teman ataupun keluarga. Lapisan kulit bagian luarnya garing dan renyah, sementara bagian dalamnya lembut sehingga menimbulkan sensasi lumer di mulut.
Selain rasanya yang lezat, bentuk ote-ote unik karena memakai centong sayur sebagai cetakan. Itu juga yang menjadi ciri khas ote-ote yang membedakannya dengan bakwan sayur pada umumnya.
Jika ditelusuri dari sejarahnya, sebenarnya ote-ote adalah makanan yang diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa. Di tempat asalnya, ote-ote bahkan masih dapat dijumpai di gerobak jualan pinggir jalan. Lalu, bagaimana ote-ote bisa dikenal secara luas di Jawa Timur? Berikut sejarah singkatnya.