Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Guncangan di Puncak Militer Tiongkok, Analis Ungkap Efek Maduro di Balik Penangkapan Zhang You-xia oleh Xi Jin-ping

09/02/2026 Perspektif
Guncangan di Puncak Militer Tiongkok, Analis Ungkap Efek Maduro di Balik Penangkapan Zhang You-xia oleh Xi Jin-ping (Reuters)
Guncangan di Puncak Militer Tiongkok, Analis Ungkap Efek Maduro di Balik Penangkapan Zhang You-xia oleh Xi Jin-ping (Reuters)

Sebuah gempa politik tengah mengguncang hierarki tertinggi militer Tiongkok. Konfirmasi dari Kementerian Pertahanan mengenai penyelidikan terhadap Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, Jenderal Zhang You-xia (張又俠), dan Kepala Staf Gabungan, Jenderal Liu Zhen-li (劉振立), telah memicu spekulasi luas mengenai stabilitas rezim Xi Jin-ping (習近平).

Para analis menilai bahwa langkah drastis untuk menjatuhkan Zhang You-xia, yang notabene merupakan orang nomor dua di militer, bukanlah sekadar operasi anti-korupsi biasa.

Lebih dari itu, tindakan ini diyakini berakar dari paranoia mendalam Xi Jin-ping terhadap pengkhianatan dari lingkaran dalamnya, sebuah ketakutan yang dipicu oleh insiden penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat.

Peristiwa yang dikenal sebagai Butterfly Effect Maduro ini, ditambah dengan dinamika aneh di mana berita penyelidikan sempat dihapus dari situs-situs resmi, mengindikasikan bahwa pertarungan kekuasaan di puncak Partai Komunis Tiongkok (PKT) masih jauh dari selesai.

Kabar mengenai jatuhnya Zhang You-xia meledak setelah Kementerian Pertahanan Tiongkok, pada 24 Januari 2026, secara tak terduga mengonfirmasi bahwa kedua jenderal tersebut sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.

Pengumuman ini datang setelah ketidakhadiran mereka dalam sebuah seminar penting bagi para kader tingkat tinggi pada 20 Januari 2026, yang sebelumnya telah memicu desas-desus penangkapan mereka.

Konfirmasi resmi ini menandai salah satu pembersihan politik paling signifikan di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dalam beberapa tahun terakhir, menargetkan seorang figur yang dianggap sebagai salah satu sekutu terdekat Xi Jin-ping.

Mengenai alasan di balik penangkapan ini, para pakar menunjuk pada isu yang lebih fundamental daripada sekadar korupsi. Qi Le-yi (亓樂義), seorang peneliti khusus di Akademi Pertahanan Nasional, menganalisis bahwa narasi resmi yang menuduh Zhang You-xia dan Liu Zhen-li merusak sistem tanggung jawab Ketua Komisi Militer, hanyalah sebuah dalih politik.

Menurutnya, akar masalah yang sebenarnya adalah sektarianisme atau faksionalisme. Zhang You-xia dan lingkarannya diduga telah membentuk kelompok kepentingan politik mereka sendiri di dalam militer.

Bagi seorang pemimpin seperti Xi Jin-ping yang menuntut kesetiaan mutlak, keberadaan sebuah kubu independen, tidak peduli seberapa loyal kelihatannya, merupakan sebuah ancaman eksistensial yang tidak dapat ditoleransi.

"Bagi seorang diktator, keberadaan kubu Anda itu sendiri tidak dapat ditoleransi," tegas Qi Le-yi.

Lantas, mengapa Xi Jin-ping bertindak sekarang? Qi Le-yi berpendapat bahwa pemicu utamanya adalah Insiden Maduro. Keberhasilan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela tersebut, yang sebagian besar dimungkinkan karena adanya orang dalam yang berkhianat, tampaknya telah menjadi pelajaran pahit bagi Xi Jin-ping.

Peristiwa ini menyadarkannya akan kerentanan dirinya terhadap skenario serupa dan memicu urgensi untuk membersihkan pejabat tinggi yang tidak sepenuhnya ia percayai.

Ketidakpuasan Xi Jin-ping terhadap Zhang You-xia semakin diperparah oleh fakta bahwa persenjataan buatan Tiongkok, yang pengadaannya pernah berada di bawah tanggung jawab Zhang, terbukti tidak efektif dalam pertempuran nyata di Venezuela.

Kegagalan ini secara langsung menghubungkan potensi korupsi dan ketidakbecusan di dalam negeri dengan kegagalan strategis di panggung internasional, memberikan Xi Jin-ping alasan kuat untuk bertindak tegas.

Namun, alur cerita ini menjadi semakin kompleks. Tak lama setelah pengumuman resmi dari Kementerian Pertahanan, para pengamat jeli menemukan bahwa situs-situs web otoritatif lainnya, termasuk Komisi Pusat Inspeksi Disiplin, diam-diam telah menghapus berita penyelidikan tersebut.

Shen Ming-shih (沈明室), seorang peneliti di Institut Penelitian Keamanan Nasional, menafsirkan anomali ini sebagai bukti nyata bahwa pertarungan antara faksi pro-Xi dan anti-Xi sedang berlangsung sengit.

Penghapusan berita tersebut bisa berarti beberapa hal, antara Zhang You-xia dan Liu Zhen-li belum sepenuhnya diamankan secara fisik, atau ada perlawanan politik yang signifikan di dalam partai yang memaksa kubu Xi untuk sementara menarik langkahnya.

Gejolak di puncak kekuasaan ini membawa implikasi serius bagi stabilitas regional, terutama bagi Taiwan. Shen Ming-shih memperkirakan bahwa meskipun pertarungan internal ini dapat memukul moral militer Tiongkok dalam jangka pendek, hasil akhirnya justru bisa lebih berbahaya.

Jika Xi Jin-ping berhasil memenangkan pertarungan ini dan menyingkirkan semua elemen yang menentangnya, ia akan memiliki kendali absolut atas sebuah mesin militer yang sepenuhnya loyal.

Hal ini akan menghilangkan salah satu potensi penghambat utama bagi ambisinya, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer terhadap Taiwan.

"Jika Xi Jin-ping bersikeras ingin menyelesaikan masalah Taiwan pada tahun 2027, saya khawatir dalam dua atau tiga tahun ke depan, pertahanan nasional Taiwan harus mempercepat persiapan," ujar Shen Ming-shih.

Oleh karena itu, Taiwan harus waspada tidak hanya terhadap potensi serangan, tetapi juga terhadap kemungkinan dampak limpahan dari kekacauan internal di Tiongkok.

Pada akhirnya, terlepas dari pergulatan yang sedang berlangsung, Qi Le-yi memprediksi bahwa jika pembersihan ini berhasil, hasilnya adalah sebuah militer yang semakin tunduk dan memuja Xi Jin-ping secara personal.

Wibawa Xi Jin-ping di militer akan mencapai tingkat yang tak tertandingi, memperkuat doktrin partai memegang kendali atas senjata menjadi Xi memegang kendali mutlak atas senjata.

Bagi dunia luar, ini berarti menghadapi seorang pemimpin Tiongkok yang semakin tidak terkekang dan berpotensi lebih agresif di masa depan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解