Dalam penanggalan Masehi tanggal 3 Februari adalah tanggal 16 bulan 12 penanggalan Imlek, yang juga merupakan hari tradisional Wei Ya. Biasanya pada hari ini, menurut adat istiadat, orang-orang akan menyantap lumpia basah (run bing) dan gua bao (roti kukus isi daging) untuk memohon keberuntungan serta rezeki yang melimpah. Seperti di Tianmu, Taipei, terdapat sebuah toko gua bao legendaris yang hanya berjualan empat hari dalam setahun. Khususnya dalam beberapa hari ini, bisnis mereka sangat bagus, antrean panjang sudah mengular bahkan sebelum toko dibuka. Beberapa pelanggan yang langkahnya sedikit lambat pun harus pulang dengan tangan hampa.
Sepanci besar daging babi samcan yang direbus hingga berkilau, dimasak dengan api kecil selama dua hingga tiga jam hingga aromanya semerbak. Daging tersebut dijepit ke dalam roti kukus bersama sayur asin dan bubuk kacang. Namun, untuk menikmati cita rasa klasik ini ternyata tidaklah mudah.
Maaf, hanya bisa mengucapkan kalimat silakan datang lebih pagi besok. Para pelanggan satu per satu datang dan harus pulang dengan kecewa. Pasalnya, toko gua bao legendaris di Tianmu ini selama beberapa hari berturut-turut sudah dipadati antrean orang sejak pagi buta. Dalam waktu dua jam setelah buka, lebih dari seribu gua bao di lokasi ludes terjual.
Pelanggan mengatakan, "Sudah habis, semuanya harus antre, setiap tahun memang begini. Ya benar, kan ini Wei Ya."
Popularitas gua bao yang melonjak drastis ini tidak lain karena hari Selasa kemarin adalah tanggal 16 bulan 12 Imlek, yaitu Wei Ya dalam adat tradisional Tionghoa. Menyantap gua bao bertujuan untuk memohon rezeki yang mengalir deras. Bentuknya yang menyerupai mulut harimau yang sedang menggigit daging babi, memiliki pelafalan yang mirip dengan Hoki Menggigit (Fu Yao Zhu 福咬住), yang bermakna mampu menahan keberuntungan, sekaligus memiliki makna menghilangkan nasib buruk.
Menjelang Tahun Baru Imlek, toko ini hanya berjualan selama empat hari dalam setahun, dan kesibukannya luar biasa. Lihatlah tangan para staf yang tidak pernah berhenti bekerja, hampir tidak ada waktu istirahat sedetik pun.
Pemilik Toko Gua Bao, Nona He, mengatakan, "Seribu lebih itu maksudnya saya jual sampai habis saja, karena tenaga kerja saya terbatas. Masih perlu banyak orang datang membantu, butuh belasan orang, semuanya harus ambil cuti untuk datang membantu."
Namun, berbicara soal Wei Ya, tidak hanya gua bao, lumpia basah (run bing) juga menjadi primadona di hari ini. Bentuk luarnya yang silindris membungkus isian yang padat, seolah-olah sedang membungkus emas dan perak, melambangkan rezeki yang melimpah dan juga bermakna membungkus keberuntungan. Hari raya tradisional ditemani dengan kuliner lezat, setiap orang berharap tahun yang baru dapat mendatangkan keberuntungan, kedamaian, dan kelancaran.