Dunia musik Mandarin berduka atas kepergian salah satu arsitek suaranya yang paling berpengaruh, Yuan Wei-jen (袁惟仁). Dikenal oleh generasi lama sebagai separuh dari duo legendaris 凡人二重唱, dan oleh generasi baru sebagai juri berwibawa di layar kaca, warisan terbesar Yuan sesungguhnya terukir di balik layar, melalui melodi-melodi abadi yang ia ciptakan untuk para diva terbesar di industri ini.
Perjalanannya, yang dimulai dari panggung sederhana di restoran musik rakyat, membawanya ke puncak pengakuan industri, sebelum akhirnya ditutup oleh perjuangan panjang dan sunyi melawan penyakit yang merenggutnya pada usia 57 tahun.
Lahir di Kabupaten Taitung pada 24 Juni 1968, perjalanan musik Yuan Wei-jen dimulai secara profesional pada tahun 1986. Bersama rekannya, ia membentuk 凡人二重唱 (Fan Ren Er Chong Chang), sebuah duo yang dengan cepat menjadi simbol dari era keemasan musik folk-pop Taiwan. Album debut mereka, 杜鵑鳥的黃昏, yang dirilis pada penghujung tahun 1991, langsung mengantarkan mereka pada nominasi Grup Vokal Terbaik di ajang Golden Melody Awards ke-4, sebuah sinyal awal dari bakat luar biasa yang mereka miliki.
Puncak kejayaan duo ini tercapai pada tahun 1993 dan 1994, ketika mereka secara berturut-turut memenangkan penghargaan Grup Vokal Terbaik di Golden Melody Awards ke-5 dan ke-6, sebuah pencapaian yang mengukuhkan status mereka sebagai salah satu grup vokal paling dihormati pada masanya.
Namun, di tengah kesuksesan sebagai penampil, takdir Yuan Wei-jen sebagai seorang maestro pencipta lagu mulai terbentuk. Pada tahun 1993, ia menulis sebuah lagu balada yang kelak menjadi karya monumental, No Regrets (執迷不悔), untuk seorang penyanyi yang saat itu sedang meniti karier, Faye Wong (王菲). Lagu tersebut tidak hanya menjadi hit besar, tetapi juga menjadi kendaraan bagi Faye Wong untuk menembus pasar musik Mandarin di Taiwan, sebuah kolaborasi yang menandai awal dari reputasi Yuan sebagai seorang hitmaker ulung.

Yuan Wei-jen (袁惟仁)
Setelah 凡人二重唱 merilis album terakhir mereka pada tahun 1995, Yuan Wei-jen beralih peran sepenuhnya ke balik layar, bergabung dengan departemen produksi label rekaman besar dan mendedikasikan kejeniusannya untuk mengorbitkan artis lain.
Periode dari pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an adalah masa di mana sentuhan midas Yuan Wei-jen sebagai produser dan penulis lagu terasa paling kuat. Ia menjadi arsitek di balik kesuksesan album-album dari nama-nama besar seperti S.H.E, Power Station, Chyi Chin, hingga Mavis Hee.
Namun, kolaborasi paling ikoniknya pada era ini adalah dengan diva Tiongkok, Na Ying (那英). Pada tahun 1998, ia menciptakan dua lagu yang mendefinisikan ulang karier Na Ying. Conquer (征服) dan Wakening (夢醒了).
Conquer, dengan lirik yang menusuk dan melodi yang kuat, menjadi sebuah fenomena budaya, sebuah lagu wajib karaoke di seluruh Asia, dan mengantarkan Yuan Wei-jen pada nominasi ganda untuk Penulis Lirik dan Komposer Terbaik di Golden Melody Awards ke-10. Kesuksesan ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penulis lagu balada paling brilian di generasinya.
Memasuki milenium baru, Yuan Wei-jen sempat kembali ke sorotan sebagai artis solo dengan merilis album eponim pada tahun 2000, yang membuatnya dinominasikan sebagai Penyanyi Pria Mandarin Terbaik. Namun, panggilannya di balik layar terbukti lebih kuat.

Pada tahun 1998, Yuan Wei-jen menciptakan dua lagu yang mendefinisikan ulang karier Na Ying. Foto: SPOTIFY
Pada tahun 2002, ia bergabung dengan HIM International Music sebagai manajer departemen produksi, di mana ia terus membentuk suara musik pop Mandarin. Popularitasnya di mata publik mencapai puncaknya kembali pada tahun 2007 ketika ia menjadi juri di ajang pencarian bakat fenomenal, One Million Star. Dengan kritik yang tajam, analitis, tetapi konstruktif, ia menjadi figur mentor yang disegani, dan wajahnya menjadi akrab bagi generasi baru penikmat musik. Penghormatan terhadapnya bahkan diabadikan oleh grup musik kenamaan asal Taiwan, S.H.E.
Di balik citra publiknya yang kuat dan kariernya yang gemilang, kehidupan pribadi Yuan Wei-jen menyimpan sisi yang lebih personal dan pada akhirnya, tragis. Pada 17 Oktober 2018, sebuah insiden jatuh yang tak disengaja di Shanghai menjadi titik balik yang mengubah hidupnya selamanya. Ia mengalami pendarahan otak serius yang memerlukan operasi darurat. Dalam proses perawatan, dokter juga menemukan adanya tumor jinak di otaknya.
Pada 17 Oktober 2018, sebuah insiden jatuh yang tak disengaja di Shanghai menjadi titik balik yang mengubah hidup Yuan Wei-jen selamanya. Foto: Yahoo
Setelah melewati masa kritis dan berhasil sadar, ia dipulangkan ke Taipei untuk melanjutkan pemulihan jangka panjang. Namun, takdir berkata lain. Pada Oktober 2020, ia kembali mengalami insiden jatuh di rumahnya di Taitung. Kali ini, dampaknya jauh lebih parah, membuatnya divonis berada dalam kondisi vegetatif, kehilangan kesadaran, dan bergantung sepenuhnya pada perawatan keluarga.
Selama bertahun-tahun, publik hanya bisa mengikuti perkembangan kondisinya melalui kabar sporadis dari sahabat dan perwakilan asosiasi sosial. Perjuangannya yang sunyi jauh dari gemerlap panggung akhirnya mencapai titik akhir pada awal tahun 2026.
Setelah dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi paru-paru yang parah, Yuan Wei-jen menghembuskan napas terakhirnya pada 2 Februari 2026 di Rumah Sakit Memorial Mackay. Ia meninggalkan sebuah warisan musik yang tak ternilai, seorang seniman yang mampu bersinar di atas panggung, namun memilih untuk mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk membuat bintang lain bersinar lebih terang.
