Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Ju Ming

27/02/2026 Apa & Siapa
Ju Ming (WIKIPEDIA)
Ju Ming (WIKIPEDIA)

Dalam panteon para maestro seni rupa kontemporer, nama Ju Ming (朱銘) terukir sebagai sebuah monumen yang melambangkan esensi, ketahanan, dan evolusi jiwa artistik Taiwan. Ia adalah seorang alkemis yang mampu mengubah balok kayu, lempengan perunggu, dan lembaran baja nirkarat menjadi medium untuk menangkap energi kehidupan itu sendiri. Perjalanannya, yang membentang dari seorang pengrajin ukir kayu sederhana di pedesaan Miaoli hingga menjadi seorang titan di panggung seni global, adalah sebuah epos tentang transformasi tanpa henti.

Dengan memegang teguh filosofi Seni adalah Praktik Spiritual, Ju Ming tidak hanya menciptakan karya, tetapi ia memahat sebuah warisan yang menunjukkan kepada dunia bagaimana tradisi Timur dapat berdialog secara kuat dan relevan dengan modernitas Barat, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di lanskap budaya Taiwan dan dunia.

Sebagaimana diungkapkan oleh pendiri Cloud Gate Dance Theatre, Lin Hwai-min (林懷民), "Satu hal yang saya pelajari dari Guru Ju adalah pencarian orang Taiwan, impian Taiwan, dan vitalitas Taiwan." Pernyataan ini menangkap inti dari signifikansi Ju Ming. Ia bukan sekadar pematung, melainkan seorang narator visual bagi bangsanya. Sejarawan seni Inggris terkemuka, Michael Sullivan, menegaskan status globalnya dengan menyatakan bahwa melalui karya-karyanya, Ju Ming telah mengungkapkan kepedulian kemanusiaan yang mendalam, penguasaan materi, serta semangat terhadap bentuk, yang menjadikannya seorang pelopor patung kontemporer dunia.

緬懷朱銘:寄神於形的雕塑大師,提前陪天上媽媽過母親節| 典藏ARTouch.com 

Ju Ming (朱銘) adalah seorang alkemis yang mampu mengubah balok kayu, lempengan perunggu, dan lembaran baja nirkarat menjadi medium untuk menangkap energi kehidupan itu sendiri. Foto: WIKI

Tiga Pilar Artistik: Evolusi dari Tanah, Energi, ke Kemanusiaan

Karier artistik Ju Ming yang panjang dapat dipahami melalui tiga seri karya monumental yang menandai evolusi pemikiran dan estetikanya. Masing-masing seri mewakili sebuah lompatan konseptual yang berani, tetapi tetap terhubung oleh benang merah pencarian spiritual yang sama.

Pondasi pertamanya adalah Seri Nativis pada tahun 1970-an. Lahir dari kecintaannya yang mendalam terhadap tanah kelahirannya, seri ini menampilkan figur-figur pedesaan yang akrab, seperti kerbau yang perkasa, gembala yang tangguh, dan potret keluarga yang hangat. Dikerjakan dengan kayu, karya-karya ini memancarkan kehangatan, kesederhanaan, dan kejujuran yang mengakar kuat pada tradisi ukir rakyat Taiwan.

Seri ini menjadi simbol penting dari Gerakan Seni Nativis (鄉土) Taiwan, sebuah gerakan budaya yang berusaha menemukan kembali dan merayakan identitas lokal di tengah arus modernisasi. Karya-karya seperti Kerbau bukan hanya representasi hewan, melainkan personifikasi dari semangat kerja keras dan ketahanan masyarakat agraris Taiwan.

Namun, Ju Ming menolak untuk terkurung dalam nostalgia pedesaan. Atas saran gurunya, ia mulai mempelajari Tai Chi Quan, sebuah praktik yang membuka gerbang menuju lompatan artistik terbesarnya, yakni Seri Tai Chi. Seri inilah yang melambungkan namanya ke panggung internasional. Di sini, ia beralih dari representasi bentuk fisik ke penangkapan esensi energi (qi) dan gerakan.

Dengan medium yang lebih keras seperti perunggu dan baja, ia menciptakan figur-figur yang, meskipun diabstraksi, memancarkan kekuatan, keseimbangan, dan dinamisme yang luar biasa.

Goresan pahat yang kasar dan bentuk yang disederhanakan bukanlah tanda ketidakmampuan, melainkan sebuah pilihan sadar untuk membuang detail yang tidak perlu demi menangkap semangat yang hakiki.

Karya seperti Cambuk Tunggal (Single Whip) menjadi ikon global, sebuah meditasi beku dalam logam yang berbicara dalam bahasa universal tentang harmoni antara kekuatan dan kelembutan.

Setelah mencapai puncak penguasaan energi abstrak, Ju Ming kembali mengarahkan pandangannya pada dunia di sekelilingnya. Lahirlah Seri Living World (Dunia Manusia), seri karyanya yang paling beragam dan ekspansif. Ini adalah cermin dari pengamatannya yang tajam terhadap hiruk pikuk kehidupan modern.

Dari barisan tentara yang gagah, pasangan yang sedang jatuh cinta, hingga pejalan kaki yang sibuk di kota, seri ini adalah sebuah panorama kemanusiaan yang kaya. Ia menggunakan berbagai material, dari kayu yang dicat warna-warni hingga baja nirkarat yang dipoles.

Dalam fase selanjutnya dari seri ini, ia secara radikal beralih menggunakan warna putih secara eksklusif, sebuah langkah yang ia sebut sebagai pertumbuhan. Dengan menanggalkan warna-warni yang deskriptif, ia menantang audiens untuk melihat lebih dalam, melampaui identitas sosial dan fokus pada bentuk murni serta esensi dari setiap figur.

Seri Living World adalah bukti dari kemampuan Ju Ming untuk terus berevolusi, menunjukkan bahwa dunianya tidak terbatas pada satu gaya, melainkan sebuah eksplorasi tanpa akhir terhadap kondisi manusia.

 台灣雕刻巨擘朱銘辭世!盤點10 件經典作品,「人間」等三大系列於中央大學、朱銘美術館多地展出| ShoppingDesign

Karya-karya seperti Kerbau bukan hanya representasi hewan, melainkan personifikasi dari semangat kerja keras dan ketahanan masyarakat agraris Taiwan. Foto: YAHOO

Perjalanan Sang Maestro: Dari Murid Kuil ke Panggung Dunia

Di balik ketiga pilar artistik yang monumental ini, terbentang sebuah perjalanan hidup yang tak kalah luar biasa. Lahir dengan nama Ju Chuan-tai (朱川泰) pada tahun 1938 di sebuah keluarga sederhana di Tongxiao, Miaoli, takdir seninya dimulai pada usia 15 tahun.

Ia menjadi murid dari Lee Chin-chuan (李金川), seorang pengrajin ukir di kuil lokal. Selama lebih dari tiga tahun, ia menguasai teknik ukir tradisional, sebuah fondasi keterampilan yang akan menopang seluruh kariernya. Namun, jiwa senimannya meronta, tidak puas hanya menjadi seorang pengrajin.

Titik balik yang menentukan dalam hidupnya terjadi pada tahun 1968. Dengan keberanian luar biasa, ia membawa karya-karyanya untuk menemui Yang Yu-yu (楊英風), salah satu pematung modernis paling terkemuka di Taiwan saat itu. Yang Yu-yu melihat potensi luar biasa dalam diri pemuda ini dan menerimanya sebagai murid.

Selama delapan tahun di bawah bimbingan Yang Yu-yu, Ju Ming mengalami transformasi fundamental, beralih dari seorang pengrajin menjadi seorang seniman sejati. Ia mempelajari konsep estetika modern, terutama filosofi pengurangan (subtraksi), membuang yang tidak esensial untuk mengungkapkan inti spiritual dari sebuah karya.

Pada tahun 1976, pameran tunggal pertamanya di Museum Sejarah Nasional di Taipei menjadi sebuah sensasi. Karya-karya Seri Nativis-nya dipuji sebagai suara baru yang otentik dan kuat, mengukuhkan posisinya sebagai tokoh sentral dalam dunia seni Taiwan. Namun, dorongan untuk terus maju membawanya ke luar negeri. Pamerannya di Tokyo pada tahun 1977 dengan Seri Tai Chi mendapatkan pujian kritis, membuka jalan bagi pengakuan internasional. Perjalanannya ke New York pada awal 1980-an menjadi baptisan penting lainnya.

Di sana, ia tidak hanya berpameran, tetapi juga menyerap energi dari kancah seni Barat, terutama Pop Art, yang memberinya keyakinan untuk mengembangkan Seri Living World yang lebih bebas dan personal. Dari sana, panggung dunia terbuka lebar. Pameran-pameran besar di London, Paris, Berlin, dan berbagai kota penting lainnya mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pematung paling signifikan di era kontemporer.

 朱铭(1938-2023) – artforum.com.cn

Ju Ming bersanding karyanya di Amerika Serikat. Foto: Google

Magnum Opus Terakhir: Museum Ju Ming, Benih Seni untuk Masa Depan

Bagi seorang seniman sekaliber Ju Ming, warisan tidak hanya diukur dari karya yang terjual atau pameran yang diselenggarakan. Ia memiliki mimpi yang lebih besar, menciptakan sebuah ruang di mana seni dapat hidup, bernapas, dan berinteraksi dengan alam serta masyarakat secara permanen. Mimpi ini terwujud dalam bentuk Museum Ju Ming.

Pada tahun 1987, ia memulai proyek ambisius ini di sebuah lahan luas di Jinshan, di pesisir utara Taiwan. Selama 12 tahun, ia mencurahkan hampir seluruh tabungan seumur hidup dan energinya untuk merancang dan membangun museum ini. Ia terlibat langsung dalam setiap detail, dari perataan tanah hingga desain arsitektur.

Dibuka secara resmi pada tahun 1999, Museum Ju Ming bukanlah sekadar galeri, melainkan karya terbesarnya. Ini adalah sebuah taman patung yang luas di mana karya-karyanya ditempatkan dalam dialog yang harmonis dengan pegunungan, laut, dan langit.

Museum ini adalah perwujudan fisik dari filosofinya untuk menanam benih seni yang hidup di tanah kelahirannya, sebuah hadiah abadi bagi rakyat Taiwan dan dunia.

 朱銘美術館| 文化地圖

Museum Ju Ming. Foto: Museum Ju Ming

Sebuah Kepergian dan Warisan Abadi

Pada 22 April 2023, dunia seni dikejutkan oleh berita wafatnya Ju Ming pada usia 85 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, tetapi warisannya tetap berdiri kokoh, terpahat dalam perunggu dan baja di berbagai penjuru dunia. Dari Gerbang Kebijaksanaan yang ikonik di Universitas Tiongkok Hong Kong hingga karya-karya yang menghiasi ruang publik di Singapura, London, dan Chicago, jejaknya tersebar luas.

Presiden Taiwan, dalam Surat Perintah Pujian anumerta, merangkum hidupnya sebagai perjuangan demi usaha besar pewarisan budaya tanah air, dan mengangkat kehalusan estetika seni Taiwan. Ju Ming lebih dari sekadar seorang seniman, ia adalah seorang filsuf yang menggunakan pahat sebagai penanya, seorang praktisi spiritual yang menemukan pencerahan dalam proses penciptaan.

Ia membuktikan bahwa seni dapat menjadi jembatan antara yang lokal dan yang universal, antara tradisi dan inovasi. Melalui karyanya, Ju Ming tidak hanya memahat bentuk, tetapi juga memahat identitas, semangat, dan tempat Taiwan di panggung dunia, sebuah warisan yang akan terus bergema untuk generasi-generasi yang akan datang.

Ikuti Program & Podcast
(foto: Canva)
Apa & Siapa
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Jumat
Informasi Terkait Program Ini

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解