Media melaporkan, sampah yang diangkut truk sampah di Puli, Kabupaten Nantou ditemukan memiliki tingkat radiasi abnormal dan ditolak oleh insinerator. Komisi Keamanan Nuklir pada awal Februari tahun ini (2026) menyampaikan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan, sumber radiasi abnormal telah dikonfirmasi berasal dari popok bekas, dengan nuklida Lutetium-177 (Lu-177), popok bekas milik pasien yang menerima terapi perawatan radioaktif dan kembali menjalani rawat jalan.
Komisi Keamanan Nuklir mengatakan, sampah tersebut telah diisolasi dan ditangani dengan baik, tidak akan memengaruhi kesehatan masyarakat, dan masyarakat tidak perlu khawatir. Sampah medis memerlukan penanganan khusus, sedangkan warga awam kurang paham dalam hal ini, maka Komisi Keamanan Nuklir kedepannya akan terus memperkuat sosialisasi keselamatan radiasi ke rumah sakit, meminta institusi medis untuk meningkatkan edukasi perlindungan radiasi bagi pasien selama periode setelah perawatan hingga pulang ke rumah, serta mengingatkan pasien untuk mengelola limbah dengan baik guna menghindari terulangnya kejadian serupa.