Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Asal Usul Abon 肉鬆的履歷

Anda suka abon? Tampaknya hampir semua orang Indonesia pernah makan abon, tanpa memperhitungkan suka atau tidak. Dan ketika saya mengutak atik buku di rak yang hampir pecah, saya menemukan sebuah koleksi buku kuliner jadul, dan ketika saya baca daftar isinya, ternyata ada abon ikan dan abon daging. Maka penemuan kebetulan ini saya bagikan di sini dan mengajak teman-teman Jkers untuk menjelajahi sejarah dan asal usul abon legenda dapur yang “tidak sengaja jadi terkenal”..

 Asal Usul Abon

Versi Asal Usul Pertama: Lin Dingding dari Fuzhou (sekitar 1856)

Pada masa Kaisar Xianfeng dari Dinasti Qing, juru masak Lin Dingding yang bekerja untuk pejabat pengangkutan garam bernama Liu Buxi, secara tidak sengaja merebus daging babi hingga terlalu lunak.

Untuk memperbaiki kesalahan tersebut, ia menambahkan bumbu dan mengeringkan kuahnya, lalu menumis daging itu hingga menjadi serbuk-serbuk halus yang berbulu lembut.

Tamu yang mencicipinya sangat menyukainya.
Kemudian Lin Dingding membuka toko abon bernama “Ri Ding You” di Guanglu Fang, dan abon goreng kering tersebut pun semakin terkenal.

 

Versi Asal Usul Kedua: Ni De dari Taicang (sekitar 1874)

Versi lain menyebutkan bahwa pada masa Kaisar Tongzhi, seorang koki terkenal dari Taicang bernama Ni De sedang menyiapkan hidangan pesta bernama “daging semur lima rempah”.

Karena dagingnya terlalu matang, ia memutuskan untuk membuang kulit dan lemaknya, lalu mengaduk serta menyangrai bagian daging tanpa lemak secara berulang hingga menjadi abon yang lembut dan berserat.

Hidangan tersebut mendapat sambutan luar biasa dan akhirnya menjadi produk khas Taicang, Jiangsu.

 

Teori Asal Usul Kuno: Pasukan Mongolia

Ada pula pandangan yang menyatakan bahwa sejarah abon jauh lebih tua, bahkan dapat ditelusuri hingga awal Kekaisaran Mongol.

Dikisahkan bahwa pada masa penaklukan, pasukan Jenghis Khan membutuhkan makanan berprotein tinggi yang mudah dibawa dan tahan lama. Mereka mengeringkan daging hingga menjadi bubuk atau serbuk kering. Cara ini dianggap sebagai bentuk awal dari abon modern.

 

Abon di Masa Kini

Karena proses pembuatannya relatif sederhana, serta mudah dibawa dalam perjalanan jauh dan tahan disimpan, abon hingga kini tetap menjadi makanan favorit sebagai pendamping bubur, nasi, maupun aneka camilan.

 

Abon: Dari Dapur Tak Sengaja ke Meja Asia

 

Abon Indonesia vs Rousong Taiwan

(Dua saudara, satu akar rasa)

Jika kita menyebut “abon” di Indonesia, yang terbayang adalah serat daging kering yang manis-gurih, berwarna cokelat tua, dan sering hadir di atas nasi hangat atau di dalam roti gulung.

Namun di Taiwan dan Tiongkok, kita mengenalnya sebagai 肉鬆 (ròusōng) — serat daging yang lebih ringan, lebih halus, dan biasanya lebih pucat warnanya.

Mari kita bandingkan dengan tenang, seperti menyeruput kopi .

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解