Gemar berbelanja barang luar negeri secara daring? Ada hal yang perlu diperhatikan. Mulai bulan Maret, alur penerimaan paket pembelian dari luar negeri ke Taiwan akan berbeda. Demi mencegah deklarasi palsu dan paket penipuan, Kementerian Keuangan Taiwan (MOF) mengumumkan penerapan sistem nama asli secara menyeluruh dengan mengadopsi sistem pra-otorisasi.
Setelah masyarakat melakukan pemesanan, mereka harus mengonfirmasi kesesuaian barang yang dibeli dan menyelesaikan otorisasi daring, baru kemudian pengusaha jasa kepabeanan dapat memproses deklarasi agar barang tersebut bisa diimpor.
Saat menjelajahi laman web dan melihat barang yang disukai, lalu memesan dan membayar, kita bisa membeli barang dari berbagai negara melalui internet. Namun, mulai Maret tahun ini, alur penerimaan untuk pembelian paket dari luar negeri ke Taiwan akan mengalami perubahan.
Demi mencegah deklarasi palsu, Kementerian Keuangan Taiwan (MOF) akan menerapkan sistem pra-otorisasi secara menyeluruh mulai 1 Maret. Setelah membeli barang dari luar negeri, masyarakat harus terlebih dahulu menggunakan aplikasi EZ WAY untuk mengonfirmasi bahwa barang yang dibeli sesuai dengan kenyataan, baru kemudian pihak operator mengurus prosedur kepabeanan selanjutnya agar barang dapat diimpor.
Melalui langkah ini, diharapkan dapat mencegah oknum tidak bertanggung jawab menyalahgunakan data pribadi masyarakat untuk mengimpor barang terlarang atau mengirim paket penipuan atas nama orang lain.
Warga mengatakan, "Tidak, hal yang memberikan jaminan keamanan tidaklah merepotkan. Kalau memang ingin beli, pasti harus terbeli, jadi ada atau tidak ada sistem nama asli, menurut saya tidak masalah."
Penerapan autentikasi real name untuk paket luar negeri ini didukung oleh banyak masyarakat, yang menganggapnya sebagai lapisan perlindungan tambahan. Namun, masyarakat juga diingatkan agar setelah selesai membeli barang dari luar negeri, jangan melupakan langkah ini demi memastikan kelancaran waktu izin kepabeanan dan agar paket dapat diterima dengan lancar.