Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jingzhe (驚蟄)

07/03/2026 Feng Shui
Jingzhe (驚蟄) (AI Generated)
Jingzhe (驚蟄) (AI Generated)

Jingzhe, atau yang secara puitis dikenal sebagai Bangunnya Serangga, bukanlah sekadar penanda waktu dalam kalender tradisional Tiongkok, melainkan sebuah momen transformatif yang menandai kebangkitan alam dari tidur panjang musim dingin. Sebagai posisi matahari ketiga dalam sistem 24 jieqi, yang jatuh setiap tanggal 5 atau 6 Maret, Jingzhe secara astronomis terjadi ketika matahari mencapai bujur ekliptika 345 derajat. 

Namun, maknanya jauh melampaui angka dan koordinat, ia adalah simfoni alam di mana guntur musim semi yang pertama kali menggelegar diyakini membangunkan para serangga dan hewan yang berhibernasi, memulai kembali siklus kehidupan dan menandai dimulainya musim tanam yang krusial di sebagian besar wilayah Tiongkok.

Sejarah penamaan posisi matahari ini sendiri menyimpan cerita menarik tentang perubahan budaya dan kekuasaan. Awalnya, periode ini dikenal sebagai Qizhe (啟蟄), yang secara harfiah berarti Membuka Hibernasi. Namun, sejarah berubah ketika Kaisar Jing dari Dinasti Han, yang memiliki nama pribadi Liu Qi (劉啟), naik takhta. Untuk menghindari penggunaan karakter Qi yang tabu, nama posisi matahari ini diubah menjadi Jingzhe (驚蟄).

Perubahan dari memulai (Qi) menjadi mengejutkan (Jing) ini sedikit menggeser makna dan bahkan menyebabkan penataan ulang urutan beberapa posisi matahari untuk menyesuaikan alur narasi musim.

Meskipun setelah Dinasti Tang tabu tersebut tidak lagi berlaku dan nama Qizhe sempat digunakan kembali, tetapi nama Jingzhe telah begitu melekat dalam kebiasaan sehingga terus digunakan di Tiongkok hingga hari ini, sementara Jepang, dalam reformasi kalendernya, memilih untuk kembali ke nama asli Keichitsu (pelafalan Jepang untuk Qizhe).

Seiring dengan datangnya Jingzhe, alam memberikan tiga pertanda klasik yang telah diamati selama ribuan tahun. Pertama, panggung alam mulai dihiasi oleh mekarnya kuntum-kuntum bunga persik, memberikan semburat warna pertama setelah pucatnya musim dingin.

Kedua, kicauan merdu burung kepodang emas mulai terdengar, dianggap sebagai sang pembawa berita musim semi yang merasakan udara jernih dan baru.

Kepercayaan kuno ini begitu kaya sehingga burung ini memiliki banyak nama, mulai dari Burung Kuning hingga Tuan Muda Berbaju Emas, yang semuanya merujuk pada kemunculannya sebagai penanda vitalitas baru.

Fenomena ketiga adalah yang paling filosofis, elang berubah menjadi tekukur. Ini bukanlah transformasi harfiah, melainkan sebuah metafora mendalam tentang pergeseran energi alam.

Elang, sebagai burung pemangsa, melambangkan energi membunuh yang dominan di musim dingin. Saat musim semi tiba dengan energi kelahiran, elang seolah berubah menjadi tekukur yang lebih lembut.

 可能是顯示的文字是「 3 B 」的圖像

 Jingzhe, atau yang secara puitis dikenal sebagai Bangunnya Serangga, bukanlah sekadar penanda waktu dalam kalender tradisional Tiongkok. Foto: AI Generated

Tiga Tradisi Inti Jingzhe: Dari Ritual Usir Orang Jahat hingga Harapan Lewat Buah Pir

Jingzhe, momen ketika guntur musim semi membangkitkan alam dari tidurnya, tidak hanya menandai perubahan cuaca, tetapi juga diwarnai oleh serangkaian tradisi rakyat yang kaya akan makna simbolis. Di balik fenomena alamnya, masyarakat Tionghoa telah mengembangkan berbagai ritual yang bertujuan untuk menyelaraskan diri dengan energi musim yang baru, mengusir nasib buruk, dan memohon keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Dari sekian banyak adat, terdapat tiga tradisi utama yang secara konsisten dipraktikkan dan diwariskan dari generasi ke generasi, masing-masing dengan harapan dan filosofinya yang unik.

Tradisi pertama yang paling ikonik dan dramatis adalah Da Xiao Ren atau Memukul Orang Jahat. Ritual ini berakar pada keyakinan bahwa saat Jingzhe tiba, tidak hanya serangga dan hewan baik yang terbangun, tetapi juga segala pengaruh negatif, hama, dan orang jahat dalam kehidupan.

Oleh karena itu, hari ini dianggap sebagai waktu yang paling ampuh untuk secara simbolis mengusir semua elemen buruk tersebut. Di tempat-tempat seperti Hong Kong, ritual ini menjadi tontonan publik di mana para praktisi memukul kertas yang melambangkan target keburukan.

Tradisi kedua adalah ritual menyembah Harimau Putih (Bai Hu). Dalam kosmologi rakyat, Harimau Putih adalah dewa yang menguasai perselisihan, pertengkaran mulut, dan segala bentuk masalah yang timbul dari konflik antar manusia. Dengan memberikan persembahan dan doa pada hari Jingzhe, masyarakat berharap dapat menjinakkan sang harimau, memohon agar sepanjang tahun mereka terhindar dari sengketa, gosip, dan perselisihan yang tidak perlu.

Ini adalah sebuah tindakan preventif secara spiritual, memastikan bahwa kebangkitan alam tidak diiringi dengan kebangkitan konflik dalam kehidupan sosial.

Tradisi ketiga lebih sederhana namun tidak kalah dalam makna, yaitu memakan buah pir. Kebiasaan yang populer di beberapa wilayah ini bermain pada kekuatan homofon dalam bahasa Mandarin. Kata untuk pir (, lí) memiliki pelafalan yang sama dengan kata untuk berpisah atau "menjauh (, lí). Dengan memakan buah pir pada hari Jingzhe, masyarakat menyematkan harapan agar segala penyakit, hama, dan kesialan akan menjauh dari mereka dan keluarga.

Tradisi ini adalah contoh indah bagaimana sebuah tindakan sehari-hari dapat diresapi dengan doa dan harapan, mengubah santapan sederhana menjadi ritual penuh makna untuk menyambut musim semi yang sehat dan sejahtera.

 可能是插圖

Tiga Tradisi Inti Jingzhe: Dari Ritual Usir Orang Jahat hingga Harapan Lewat Buah Pir. Foto: AI Generated

Panduan Lengkap Jingzhe 2026: Ritual, Kesehatan, dan Pantangan di Hari Bangunnya Alam

Memasuki tanggal 5 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari ketujuh belas bulan pertama penanggalan Imlek, kita akan menyambut datangnya Jingzhe, sebuah periode krusial dalam kalender tradisional yang sarat dengan kearifan leluhur. Momen ini, yang secara harfiah berarti Bangunnya Serangga, adalah waktu ketika guntur musim semi pertama kali terdengar, membangunkan segala makhluk dari hibernasi dan memulai siklus kehidupan baru.

Lebih dari sekadar fenomena meteorologi, Jingzhe adalah waktu untuk melakukan berbagai ritual, menjaga kesehatan sesuai ritme alam, dan memahami pantangan tradisional untuk memastikan kelancaran sepanjang tahun.

Dari perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), Jingzhe adalah waktu yang paling vital untuk merawat organ Hati (Liver), yang berkorespondensi dengan elemen kayu dan energi musim semi. Saat energi Yang di alam mulai bangkit, tubuh manusia juga perlu penyesuaian. Para praktisi pengobatan Tiongkok menyarankan untuk memulai hari dengan menggerakkan pergelangan tangan dan kaki guna melancarkan sirkulasi, serta menjaga pola tidur teratur untuk mendukung proses detoksifikasi hati. Pola makan pun disesuaikan dengan mengutamakan bahan-bahan yang menyehatkan hati dan melembapkan paru-paru, seperti buah pir, goji berry, kurma merah, alpukat, serta menghindari makanan yang terlalu berminyak dan pedas yang dapat membebani fungsi hati.

未提供相片說明。

Lebih dari sekadar fenomena meteorologi, Jingzhe adalah waktu untuk melakukan berbagai ritual, menjaga kesehatan sesuai ritme alam. Foto: AI Generated

Selain ritual dan anjuran kesehatan, Jingzhe juga diiringi dengan serangkaian pantangan yang berakar dari kearifan lokal. Masyarakat tradisional menghindari untuk menikah pada hari ini karena khawatir suara guntur akan membawa pertanda perpisahan. Aktivitas di daerah pegunungan juga dikurangi untuk menghindari gigitan serangga dan ular yang baru aktif.

Bahkan, ada pantangan untuk tidak menunjuk langit sebagai tanda hormat kepada Dewa Petir yang baru terbangun. Semua pantangan ini, meskipun terdengar kuno, pada dasarnya adalah bentuk kehati-hatian dan upaya manusia untuk hidup harmonis dengan alam yang sedang berada dalam fase transisi yang kuat, memastikan bahwa kebangkitan kehidupan di musim semi membawa berkah, bukan bencana.

Ikuti Program & Podcast
Fengshui dan Mitos
Feng Shui
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Sabtu
Informasi Terkait Program Ini

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解