Pria Asal Indonesia Ketahuan Tukar 677 Keping Koin NT$50 Palsu, Disita Kepolisian Taipei
Seorang pria warga negara Indonesia berusia 38 tahun ditangkap setelah mencoba menukarkan 677 keping koin pecahan NT$50 menjadi uang kertas untuk mendapatkan keuntungan. Aksi tersebut terbongkar karena fisik koin yang terlihat kasar dan tidak memiliki desain anti-pemalsuan di bagian belakang, sehingga menarik perhatian seorang staf bank wanita di Taipei yang kemudian melaporkannya sebagai uang palsu. Polisi yang tiba di lokasi segera mengamankan pria tersebut atas dugaan tindak pidana pemalsuan dan penggunaan mata uang palsu.
Berdasarkan penyelidikan polisi, pria Indonesia tersebut datang ke Taiwan sendirian menggunakan visa turis sekitar satu minggu yang lalu. Ia diketahui membeli banyak koin pecahan NT$50 dengan harga murah di Indonesia, lalu membawanya ke Taiwan dengan maksud menukarkannya menjadi uang kertas di bank demi meraup keuntungan dari selisih harga atau keuntungan ilegal.
Namun, karena koin-koin tersebut secara kasat mata terlihat kasar, buram, dan tidak memiliki fitur keamanan yang dapat diidentifikasi di bagian belakang, staf bank yang sigap segera menyadari adanya kejanggalan. Pihak bank pun langsung menerbitkan formulir pemberitahuan penyitaan mata uang Taiwan yang dipalsukan atau diubah.
Setibanya di lokasi, polisi menyita 677 keping koin NT$50 palsu, slip penukaran, kartu EasyCard yang telah diisi saldo, ponsel, serta uang tunai hasil kejahatan senilai NT$72.000 sebagai barang bukti.
Setelah pemeriksaan, pria Indonesia tersebut diserahkan ke Kejaksaan Distrik Taipei untuk diselidiki atas pelanggaran Peraturan Penghukuman Tindak Pidana Terhadap Mata Uang Nasional serta penggunaan mata uang palsu, dengan rekomendasi penahanan dari pihak kepolisian kepada jaksa.
Rekening Palsu adalah rekening bank yang dibuka atas nama Anda, tetapi Anda tidak menggunakannya dan memberikannya kepada (menjualnya kepada)orang lain untuk digunakan atau dikendalikan (tentu saja, kartu ATM dan kode pin Anda juga diserahkan kepada orang lain). Biasanya, orang yang menggunakan rekening Anda adalah sindikat kriminal. Mereka menggunakan rekening Anda untuk mentransfer uang masuk dan keluar demi menghindari penyelidikan pihak bank dan polisi. Karena nama pada akun itu masih milik Anda, sehingga polisi akan mencari Anda.
Waspadalah, jangan sampai menjadi kaki tangan penipuan
Jika Anda menjual rekening, kartu ATM, dan kode pin Anda kepada orang lain atau membuka rekening untuk digunakan orang lain, rekening Anda akan menjadi rekening palsu. Orang- orang yang tertipu akan mentransfer uang ke rekening palsu Anda sesuai dengan petunjuk komplotan penipu. Komplotan penipu kemudian akan menggunakan kartu ATM dan kode pin Anda untuk menarik semua uang tersebut. Yang berarti Anda telah membantu komplotan penipu untuk menipu orang, dan Anda juga telah melakukan kejahatan penipuan.
Akibat serius dari penjualan rekening!
1. Menjadi kaki tangan penipuan, akan menghadapi tanggung jawab pidana
Anda dapat ditangkap dan dipenjara, mungkin 1 tahun hingga 10 tahun penjara. Anda tidak akan dapat kembali ke kampung halaman Anda selama periode ini, kemudian akan di deportasi setelah selesai menjalani hukuman. Jika Anda tidak bisa bekerja mencari uang di Taiwan, bagaimana dengan kehidupan keluarga Anda?
2. Semua rekening bank Anda akan dibekukan, dan akan sulit mendapatkan pinjaman atau kartu kredit.
Biar Anda dapat menarik uang, juga akan ada batasan jumlah yang dapat Anda tarik setiap kali per hari.
3. Anda akan di kenakan sanksi pidana, dan memiliki catatan kriminal, sehingga akan sulit bagi Anda untuk datang ke Taiwan lagi.
4. Jangan pikir Anda akan baik-baik saja setelah Anda meninggalkan negara ini, Anda akan menjadi buronan pemerintah Taiwan.
Kasus nyata: Menjadi kaki tangan penipu, kehilangan segalanya!
Kasus 1
Seorang mahasiswa asing membantu komplotan penipu menarik uang dari ATM, kemudian tertangkap oleh polisi. Dia tidak hanya dikeluarkan dari sekolah dan diadili, juga harus mengembalikan uang kepada korban.
Kasus 2
Pekerja mingran mendengar bisa mendapat uang dengan cepat, lalu membantu komplotan penipu menagih uang kepada orang lain (orang yang memberikan uang tersebut sebenarnya adalah korban penipuan). Lalu, mereka tertangkap oleh polisi, hasilnya mereka tidak hanya dipenjara, juga tidak dapat kembali ke negara asal; Bahkan tidak dapat lanjut bekerja, sehingga membuat kehidupan seluruh keluarga menjadi sulit.
Kasus 3
Turis asing melihat iklan lowongan pekerjaan di luar negeri, yang berisi pekerjaan jangka pendek di Taiwan akan memperoleh gaji tinggi, isi pekerjaan gampang, dan gratis tiket pesawat ke Taiwan. Akan tetapi, mereka tidak tahu bahwa mereka telah berhadapan dengan komplotan penipu. HP dan paspor akan disita, sehingga mereka tidak dapat menghubungi keluarga dan teman-temannya.
Apakah Anda menganggap menjual rekening hanyalah masalah sepele?
Jika Anda menjual rekening, kartu ATM, dan kode pin Anda kepada orang lain atau membuka rekening untuk digunakan orang lain, rekening Anda akan menjadi rekening palsu. Orang- orang yang tertipu akan mentransfer uang ke rekening palsu Anda sesuai dengan petunjuk komplotan penipu. Komplotan penipu kemudian akan menggunakan kartu ATM dan kode pin Anda untuk menarik semua uang tersebut. Yang berarti Anda telah membantu komplotan penipu untuk menipu orang, dan Anda juga telah melakukan kejahatan penipuan.
MENJAGA DAN MENYELAMATKAN DIRI
1.Data pribadi harus disimpan dengan baik Sekedar mengingatkan Anda bahwa dokumen pribadi harus disimpan dengan baik, jangan sembarangan memberikan data-data pribadi Anda kepada orang asing yang tak dikenal, selain itu barang-barang berharga Anda harap disimpan dengan baik dan perhatikan hal-hal berikut:
1.Jangan menandatangani dokumen apapun yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ataupun dokumen yang tidak dimengerti (misalnya surat hutang atau surat pernyataan). ◎Perhatian! Begitu Anda menandatangani bilyet giro yang tidak jelas atau surat hutang atau dokumen lainnya, maka Anda harus bertanggung jawab membayar pinjaman secara hukum.
2.Jangan memberikan buku tabungan, kartu ATM, stempel, paspor atau kartu ARC serta barang pribadi lainnya kepada orang lain. ◎Perhatian! Begitu Anda memberikan buku tabungan, stempel, atau kartu ATM kepada orang lain, uang di rekening Anda bisa diambil oleh orang lain.
3.Jangan sembarangan percaya dan mengikuti permintaan orang lain untuk pergi ke bank dan melakukan pengurusan pinjaman. ◎Perhatian! Begitu Anda mengurus pinjaman bank, Anda harus bertanggung jawab membayar pinjaman secara hukum.
4.Jangan membiarkan majikan melakukan pemotongan biaya agensi Taiwan dan luar negeri dari gaji Anda.