Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Chunfen  

21/03/2026 Feng Shui
Chunfen (CNA)
Chunfen (CNA)

Pada 20 Maret 2026, alam semesta menyajikan sebuah fenomena agung yang dikenal sebagai Chunfen (春分) atau Ekuinoks Musim Semi. Ini bukanlah sekadar penanda tanggal dalam kalender, melainkan sebuah tonggak penting, sebuah titik keseimbangan kosmik di mana siang dan malam memiliki durasi yang sama persis di seluruh penjuru bumi.

Mulai hari ini, terang akan perlahan-lahan merebut dominasi dari gelap, menandakan bahwa musim semi telah mencapai separuh perjalanannya dan energi Yang, yang hangat dan aktif, mulai bangkit untuk menyinari dunia. Di berbagai kebudayaan, momen ini dirayakan dengan penuh makna. Dalam kalender Iran, misalnya, Ekuinoks Musim Semi menandai datangnya Tahun Baru (Nowruz).

Secara astronomis, Chunfen adalah momen pembagian siang dan malam yang sempurna, di mana sumbu bumi tidak miring ke arah mendekati maupun menjauhi matahari. Hasilnya adalah 12 jam siang dan 12 jam malam yang presisi. Namun, di balik fenomena langit ini, tersimpan sebuah realitas bumi yang dinamis.

Cuaca pada periode ini dikenal sangat tidak stabil. Udara yang mulai menghangat seringkali diiringi oleh fluktuasi suhu yang drastis antara siang dan malam.

Kementerian Pertanian (MOA) Taiwan pun mengingatkan bahwa masa transisi ini menuntut kewaspadaan ekstra. Kehangatan yang mulai terasa bisa menipu, sehingga membawa pakaian hangat saat bepergian menjadi sebuah keharusan untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit di tengah musim yang tengah berganti rupa.

Momen ini adalah pengingat bahwa keseimbangan di alam semesta juga menuntut keseimbangan dalam cara kita menjaga diri.

 可能是一或多人和文字的圖形

Pada 20 Maret 2026, alam semesta menyajikan sebuah fenomena agung yang dikenal sebagai Chunfen (春分) atau Ekuinoks Musim Semi. Foto: AI Generated

Denyut Nadi Alam: Geliat Pertanian dan Migrasi di Lautan Saat Chunfen Tiba

Bagi para petani dan nelayan, Chunfen bukanlah sekadar konsep astronomi, melainkan sebuah sinyal alam yang nyata dan berdampak langsung pada mata pencaharian mereka. Pepatah kuno yang berbunyi, “Sebelum Chunfen baik untuk menyemai, setelah Chunfen baik untuk menanam kacang”, menjadi panduan kerja yang diwariskan turun-temurun.

Anak-anak petani tahu bahwa hari yang mulai memanjang berarti lebih banyak waktu untuk bekerja di ladang. Di wilayah utara Taiwan, masa ini adalah waktu yang tepat untuk menanam pare, kangkung, dan ubi, sementara di selatan, para petani sibuk dengan bengkuang, bayam, dan mentimun.

Kehadiran hujan pada periode ini sangat dinantikan, seperti yang tertuang dalam peribahasa, “Jika Chunfen hujan, orang sakit jarang, lima jenis padi-padian tumbuh subur di mana-mana”, karena air adalah napas kehidupan bagi tanaman yang tengah bertumbuh.

Sementara di darat para petani sibuk mengolah tanah, di lautan, para nelayan membaca tanda-tanda yang berbeda namun sama pentingnya. Kenaikan suhu air laut menjadi penentu pergerakan ikan. Garis isoterm yang perlahan bergerak ke utara di perairan barat Taiwan menjadi penunjuk jalan bagi migrasi beberapa ikan. Di lepas pantai timur, para nelayan bersiap menyambut musim panen ikan cakalang. Setiap bulan Maret, kawanan ikan yang sangat aktif ini memulai perjalanan epik mereka dari perairan Filipina, mengikuti arus hangat Kuroshio ke utara untuk bertelur dan mencari makan.

Hubungan erat antara iklim, suhu air, dan migrasi ikan ini menunjukkan betapa Chunfen adalah dirigen dari sebuah orkestra alam yang kompleks, di mana setiap elemen, dari darat hingga laut, bergerak dalam sebuah harmoni musiman.

未提供相片說明。

Bagi para petani dan nelayan, Chunfen bukanlah sekadar konsep astronomi, melainkan sebuah sinyal alam yang nyata dan berdampak langsung pada mata pencaharian mereka. Foto: AI Generated

Harmoni dengan Musim: Panduan Kesehatan dan Pantangan di Masa Peralihan

Seiring dengan alam yang mencari titik keseimbangan barunya, tubuh manusia pun dianjurkan untuk melakukan hal yang sama. Para ahli kesehatan tradisional, seperti ahli tarot internasional Xiao Meng (小孟), menekankan bahwa kunci menjaga kesehatan selama Chunfen adalah memelihara energi Yang yang mulai bangkit.

Karena energi ini berpusat pada organ hati, maka menjaga kesehatan hati menjadi prioritas utama. Caranya sederhana, perbanyak konsumsi makanan hijau dan sayuran segar seperti brokoli, edamame, dan kubis.

Minuman seperti teh goji berry, teh krisan, dan teh osmanthus juga sangat dianjurkan karena dipercaya memiliki efek menenangkan dan memelihara fungsi hati.

Prinsip keseimbangan ini juga melahirkan serangkaian pantangan yang bertujuan untuk menjaga tubuh dari guncangan di masa transisi. Karena Chunfen adalah momen setengah Yin dan setengah Yang, disarankan untuk menghindari makanan yang bersifat ekstrem, seperti makanan yang terlalu pedas atau minuman yang terlalu dingin, untuk mencegah ketidaknyamanan pencernaan. 

Olahraga berat juga sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan jantung yang tengah beradaptasi. Selain itu, ada beberapa pantangan yang berakar dari tradisi dan pengamatan praktis, yakni tidak menjenguk orang sakit karena ini adalah waktu untuk memulai tahun dengan energi positif, tidak melakukan hubungan suami istri secara berlebihan untuk menjaga vitalitas tubuh, serta menghindari mengemudi terlalu cepat atau mendaki gunung di pagi hari karena kabut tebal yang sering muncul pada periode ini dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Semua anjuran ini bermuara pada satu filosofi, “Bergeraklah selaras dengan ritme musim, jangan melawannya.”

未提供相片說明。 

Minuman seperti teh goji berry, teh krisan, dan teh osmanthus juga sangat dianjurkan karena dipercaya memiliki efek menenangkan dan memelihara fungsi hati. Foto: AI Generated

Gema Tradisi: Kearifan Lokal dan Perayaan Spiritual di Sekitar Chunfen

Chunfen tidak hanya tercatat dalam buku sains, tetapi juga terukir dalam kearifan lokal dan kalender spiritual masyarakat. Berbagai peribahasa menjadi cerminan pengamatan leluhur terhadap fenomena alam.

Ungkapan yang berbunyi, “Bulan dua dan delapan berpakaian sembarangan”, dengan jenaka menggambarkan betapa tidak menentunya cuaca pada periode ini, di mana orang bisa melihat seseorang mengenakan jaket tebal berjalan di samping orang yang hanya memakai kaus tipis.

Pepatah yang juga berbunyi, “Chunfen turun hujan sampai Qingming”, juga menjadi pengingat bahwa periode ini cenderung basah. Ini tentunya menjadi informasi krusial bagi petani maupun masyarakat umum dalam merencanakan aktivitas mereka.

Di sisi spiritual, periode di sekitar Chunfen diwarnai oleh berbagai hari besar keagamaan yang dirayakan dengan khidmat. Pada tanggal 15 bulan kedua Imlek, masyarakat keturunan Zhangzhou (漳州) merayakan Hari Lahir Kai Zhang Sheng Wang (開漳聖王), seorang jenderal Dinasti Tang yang dihormati sebagai dewa pelindung.

Empat hari kemudian, pada tanggal 19, umat Buddha merayakan Hari Lahir Bodhisattva Avalokitesvara (Guan Yin), yang seringkali ditandai dengan praktik vegetarian dan sembahyang di berbagai kuil.

Menjelang akhir bulan, pada tanggal 25, komunitas Hakka memperingati Tiga Raja Gunung (San Shan Guo Wang三山國王), dewa pelindung yang berasal dari tiga gunung di tanah leluhur mereka di Guangdong.

Rangkaian perayaan ini menunjukkan bagaimana momen astronomis seperti Chunfen terjalin erat dengan identitas budaya, sejarah migrasi, dan keyakinan spiritual, menjadikannya lebih dari sekadar pergantian musim, tetapi juga sebuah perayaan kehidupan dalam segala dimensinya.

Ikuti Program & Podcast
Fengshui dan Mitos
Feng Shui
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Sabtu
Informasi Terkait Program Ini

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解